Danareksa Gandeng Perusahaan Asing - Hadapi Persaingan Global

NERACA

Jakarta –Memasuki pasar bebas masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015, PT Danareksa Sekuritas terus memacu ekspansi bisnisnya agar tidak ketinggalan ditengah persaingan global. Tak heran, jika perseroan mencatat rata-rata transaksi harian di pasar saham mencapai Rp150 miliar-Rp250 miliar per hari. Jumlah ini setara 2-3% dari rata-rata transaksi harian di bursa saham sekitar Rp6,5 triliunan,”Target kita memang sebanyak itu sampai akhir tahun,” kata Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas Marciano Herman, di Jakarta, Kamis (25/9).

Dia menuturkan, saat ini lini bisnis perseroan sendiri tidak hanya meliput brokerage, tetapi juga penjaminan emisi, advisory dan pemberian margin. Namun, untuk mendukung lini bisnis ini, pihaknya juga terus membenahi sistem trading-nya. Bahkan rencananya Danareksa akan menggandeng pihak asing.

Sayangnya, Marciano belum memberikan penjelasan detil. Hanya saja, dia menjelaskan langkah ini dilakukan guna menyambut ASEAN Linkage. “Bentuk kerja samanya menyesuaikan reegulasi apakah nantinya jualan produk atau lain-lain,” jelasnya.

Sekedar informasi, pada periode Agustus 2014 Danareksa masuk dalam 20 besar perusahaan sekuritas teraktif dari sisi nilai transaksi. Periode tersebut, sekuritas BUMN ini berada di posisi 12 dengan nilai transaksi mencapai Rp2,15 triliun.

Asal tahu saja, langkah yang sama juga pernah dilakukan PT Mandiri Sekuritas (Mansek) yang berambisi untuk terus meningkatkan penetrasi global melalui kerja sama eksklusif dengan Barclays untuk mempertemukan perusahaan Indonesia dengan investor yang berbasis di Asia, Inggris/Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto pernah bilang, kolaborasi ini sejalan dengan strategi bisnis perseroan untuk meningkatkan jangkauan global Mandiri Sekuritas, khususnya di Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat, “Jaringan luas yang kami miliki, serta pemahaman kami yang mendalam terhadap industri dan pasar modal Indonesia telah diakui para kolega maupun klien," kata dia.

Menurutnya, kerja sama ini merupakan peluang besar bagi industri di Indonesia untuk mengkapitalisasi potensi bisnisnya melalui akses internasional. Melalui kerja sama ini, Mandiri Sekuritas akan mempertemukan perusahaan-perusahaan papan atas di Indonesia dengan para investor institusi global yang menjadi klien Barclays.

Melalui serangkaian acara yang akan digelar bersama di Indonesia dan sejumlah negara lainnya di Singapura, Hong Kong, Inggris dan kawasan Eropa, serta Amerika Serikat,”Indonesia memiliki posisi menguntungkan sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di ASEAN yang menyimpan potensi besar dari industri yang terus berekspansi. Kami terpacu untuk mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk terus berkembang guna memberikan kontribusi bagi industri pasar modal, masyarakat dan bangsa Indonesia," tuturnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Gejolak Persaingan Ekonomi Global vs Cashflow yang Sehat - Studi Kasus Unrealized loss PLN

  Oleh: Sudimara Pati, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Swasta Belakangan kita diberitakan bahwa Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) milik BUMN…

Aksi Beli Asing Lanjutkan Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/11) melanjutkan penguatannya dengan ditutup lebih…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…