DBS-FEUI Adakan Mata Kuliah Manajemen Perbankan - Perkuat SDM Perbankan

NERACA

Depok - Dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, terdapat empat pilar tujuan utama integrasi.Salah satu pilarnya menitikberatkan pada usahamewujudkan pasar tunggal dengan memperkuat produksi, sehingga mengurangi batasan dalam perdagangan dan investasi.

Sejalan dengan pilar tersebut diperlukanperubahanmendasar dalam mempersiapkan dankemudahan “arus” talenta berbakat (skilled labour) dikawasanregional Asia Tenggara. Dunia perbankan juga akan menjadi bagian dalam perubahan di MEA. Sebagai salah satu jantung ekonomi, industri perbankan harus mempersiapkan talentanya agar siap menghadapi kompetisi dalamera tanpa batas (borderless).

Dengan kondisi tersebut,PT Bank DBS Indonesia bersama Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyadari bahwa bankir yang berkualitas harus dipersiapkan sejak sebelum mereka memasuki dunia kerja. Keduanya pun sepakat melakukan kerja samadalam mata kuliah Manajemen Perbankanyangakan mulai berjalan di semester genap 2015untuk program mahasiswa S1.

Mata kuliah Manajemen Perbankan akan dilaksanakan bersama dengan DBS setelahdilakukan kesepakatan kerja sama antara Direktur Utama DBS Indonesia,Melvin Teodengan Ari Kuncoro, selakuDekan FEUI. “Sejalan dengan komitmen DBS untuk menjadi mitra strategis pertumbuhan bangsa, maka kami peduli terhadap pengembangan talenta muda Indonesia untuk menghadapi MEA. Kami optimis inisiatif dengan Universitas Indonesia ini dapat mencetak bankir berkualitas siap kerja dan berdaya saing tinggi di industri,” ujar Melvin, di Depok, Jawa Barat, kemarin.

Modul mata kuliah Manajemen Perbankan akan disusun oleh DBS bersama FEUI, sehingga dapat menjawab kebutuhan mahasiswa dan industri. Para mahasiswa akan mempelajari sejumlah strategi dan produk perbankan termasukconsumer banking, corporate banking, treasury, risk managementdan juga fungsi pendukung seperti audit, akuntansi, dan operasional.

Materi pengajaran di mata kuliah ini akan diantarkan langsung oleh karyawan DBS Indonesia. Tenaga pengajar akan dipilih dari staf yang memiliki kompetensi dan pengalaman terkait dengan topik yang diajarkan. “DBS akan mempersiapkan tenaga pengajar dengan baik melalui pembuatan materi dan pelatihan cara mengajar. Dengan demikian, proses perkuliahan dapat berjalan sesuai harapan,” terang Melvin.

Kerja sama ini juga akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkunjung dan magang di kantor DBS Indonesia. Seminar, kunjungan dan magang di perusahaan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk tidak hanya berinteraksi langsung dan mendapatkan inspirasi dari pimpinan di industri perbankan namun juga mendapatkan pengalaman praktis dalam membangun karir di industri ini sekaligus berkontribusi dalam membangun ekonomi bangsa.

Tentunya, sumber utama pengalaman di dunia perbankan terletak di para pelaku industri. Oleh karena itu, Melvin berharap tidak hanya dengan FEUI, namun kerja sama serupa juga dapat dilakukan di kampus-kampus lain di seluruh Indonesia.

Dia juga menambahkan, DBS Indonesia akan terus mengevaluasi proses pembelajaran dalam Manajemen Perbankan dan tidak menutup kemungkinan akan mengembangkan rangkaian program lainnya demi mendukung usaha pemerintah memperkuat sumberdaya manusia di Indonesia.

“Saat perekrutan karyawan, kami sering menjumpai kandidat yang belum memahami mengenai produk dan sistem operasional perbankan. Pengetahuan yang diberikan pada mata kuliah manajemen perbankan, seminar bisnis, serta kesempatan magang dengan kami akan memberikan wawasan baru dan nilai tambah bagi mahasiswa dalam berkompetisi memasuki dunia kerja kelak,” tandasnya. [ardi]

Related posts