Jasa Marga Bayar Obligasi Rp 33,75 Miliar

NERACA

Jakarta –Operator jalan tol, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyatakan akan melakukan pembayaran bunga obligasi ke-33 untuk obligasi perseroan XII Seri Q-2006 senilai Rp 33,75 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (25/9).

Vice President Divisi Finance and Accounting PT Jasa Marga Tbk, Syachriani Atim mengatakan, pembayaran bunga obligasi ke-33 untuk obligasi perseroan XII Seri Q-2006 akan ditransfer ke rekening PT Kustodian Efek Indonesia paling lambat 3 Oktober 2014,”Kami akan bayarkan bunga obligasi ke-33 untuk obligasi perseroan XII Seri Q-2006 sebesar Rp 33,75 miliar,”ujarnya.

Dalam penerbitan obligasi perusahaan pengelolaan jalan tol ini, PT Bank Permata Tbk (BNLI) bertindak selaku wali amanat. Sebagai informasi, perseroan memproyeksikan pada 2017 mendatang akan memperoleh pendapatan sebesar Rp12 triliun, hal ini diperoleh dari mulai beroperasinya penambahan sembilan ruas tol baru.

Kata Direktur Keuangan Jasa Marga, Reynaldi Hermansjah, dengan adanya 9 proyek baru tersebut, panjang jalan tol yang dioperasikan oleh emiten oprerator jalan tol ini akan menjadi 738 kilometer (km),”Dari sisi panjang jalan, saat ini Jasa Marga menguasai 74% panjang jalan tol di Indonesia. Sedangkan dari sisi volume lalu lintas transaksi, Jasa Marga menguasai 81% dari total volume lalu lintas transaksi yang melewati jalan tol,”ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Jasa Marga saat ini sedang fokus mengerjakan 7 ruas tol yang merupakan bagian dari 9 ruas baru yang dimiliki Jasa Marga. Berdasarkan proyeksi perseroan, seluruh ruas yang saat ini sedang dikerjakan Jasa Marga akan beroperasi penuh pada tahun 2017 dan pada saat itu seluruh investasi Jasa Marga sudah maksimum.

Dia menjelaskan, forwardlooking yang Jasa Marga berikan pada tahun 2014 dengan target pendapatan sebesar Rp7 triliun. Tetapi sebagai gambaran, berdasarkan proyeksi kami, target pendapatan tol pada 2017 dengan beroperasinya sembilan ruas yang dikerjakan Jasa Marga adalah sebesar Rp12 triliun.

Menurutnya, proyeksi ini adalah berdasarkan proyeksi pembangunan sembilan ruas yang dikerjakan Jasa Marga karena belum diketahui rencana Pemerintah baru akan seperti apa. Dengan adanya rencana Pemerintah membangun Trans Jawa dan Trans Sumatera, tidak menutup kemungkinan Jasa Marga juga akan ikut berperan, sehingga pendapatan tol Jasa Marga akan lebih dari proyeksi yang ditargetkan.

Sekedar informasi, sembilan ruas jalan tol yang dikerjakan oleh Jasa Marga dari 2008 hingga 2015, yaitu tol Bali (Nusa Dua-Ngurah Rai Benoa), Surabaya-Mojokerto, Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Semarang-Solo, Bogor Ring Road, JORR W2 Utara, Cengkareng-Kunciran dan Kunciran-Serpong. Perseroan juga baru memenangkan tender proyek jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi sepanjang 60 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp4 triliun. Dimana dana investasi didapat dari kas internal dan eksternal. Sebesar 30% berasal dari internal dan sisanya pinjaman perbankan.

Rencananya, pembangunan kontruksi jalan tol itu dapat dilakukan pada tahun 2015 dan rampung dalam dua tahun setelahnya. Di jalan tol tersebut, perseroan memiliki konsesi hingga 40 tahun. Hingga semester pertama tahun ini, Jasa Marga membukukan laba bersih sebesar Rp811,59 miliar atau meningkat sekitar 6,60% bila dibandingkan pencapaian kinerja periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp761,31 miliar. Pada periode itu, pendapatan perseroan mengalami penurunan menjadi Rp4,49 triliun dari sebelumnya pada semester pertama 2013 sebesar Rp4,76 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemda Jateng Tunda Rilis Obligasi Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak melanjutkan rencana penerbitan obligasi daerah seniai Rp1,2 triliun. Padahal, proses penerbitan obligasi tersebut telah mendapat…

Ditopang Apartemen Parkland - Trimitra Propertindo Raup Laba Rp 12,8 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2018, emiten properti PT Trimitra Propertido Tbk (LAND) berhasil membukukan laba bersih Rp12,8 miliar atau tumbuh…

Summarecon Beri Kupon Obligasi 10,75%

Danai penulasan pokok obligasi yang jatuh tempo, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 600 miliar. Dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

KSEI Dorong Investor Gunakan Login AKSes

NERACA Pekanbaru- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mendorong investor di Riau agar memanfaatkan fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) untuk…

Orori Indonesia Jadi Reseller Resmi Antam

PT Orori Indonesia (Orori), sebagai perusahaan penjualan perhiasan online resmi menjadi "reseller" emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).”Orori menjadi jembatan…

Sepekan Dana Asing Keluar Rp 765 Miliar

NERACA Jakarta –PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin meningkat 1,16% ke level 6,126.36…