Mengungkap Sepak Terjang Petral

Sebagai tangan kanan Pertamina, Petral ditunjuk untuk mengadakan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam bentuk premium, minyak mentah (MM), maupun solar, dari sejumlah negara penghasil minyak. Di antaranya dari Nigeria, Australia, dan negara-negara bekas pecahan Uni Sovyet.

Untuk itu, Petral membuka penawaran secara terbuka atau tender. Ada 55 perusahaan yang tercatat dalam Daftar Mitra Usaha Terseleksi (DMUT). Ke-55 perusahaan asing itu antara lain Arcadia, Total, Glencore, Vitol, Concord, Verita, Gunvor, PPT, Kernel, Bp, Unipec, Petrocina, Petronas, Shell, Trafigura, SK, dan Conoco.

Presiden Direktur PT PertaminaEnergy TradingLtd Nawazir mengatakan pada prinsipnya pengadaan minyak mentah dan produk BBM telah dilakukan dengan cara tender terbuka. "Petral membeli minyak mentah dari Nigeria, Asia,Australiadan juga negara-negara eks Rusia. Pengadaan tersebut pada prinsipnya semua dilakukan dengan cara tender terbuka yang diikuti oleh 55 perusahaan," kata Nawazir.

Untuk mengikuti tender, kata Nawazir, Petral membuka kesempatan sebesar-besarnya untuk setiap perusahaan yang berminat, asalkan dapat memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan. Persyaratan ini diperlukan untuk mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga tidak terjadi gagal suplai yang menyebabkan krisis BBM di Indonesia.

Dia menjelaskan, hanya pengadaan beberapa minyak mentah yang tidak dijual bebas atau terbatas, yang dilakukan secara langsung kepada perusahaan nasional produsen maupun pihak yang ditunjuk oleh produsen untuk memasarkan minyak mentah tersebut. Contoh penunjukan langsung adalah pengadaan Arab Light dari Aramco yang tidak diperjualbelikan secara bebas, dan Azeri dari PTT Thailand, yang mempunyai penyimpanan minyak mentah Azeri yang terbesar di luar Azerbaijan.

"Harga perolehan Azeri yang dibeli dari PTT Thailand secara langsung terbukti lebih murah daripada harga perolehan Azeri yang dilakukan melalui tender terbuka," kata dia.

Selain dengan Aramco dan PTT Thailand, pengadaan langsung juga dilakukan dengan KuwaitPetroleum Companydan Petronas (Malaysia). Dengan PTT Thailand dan Petronas Malaysia, merupakan bagian dari kerjasama ASCOPE (ASEAN Council on Petroleum), yaitu wadah kerja sama antar perusahaan minyak nasional di ASEAN.

Nawazir menjelaskan, dalam pengadaan minyak mentah dan BBM, diperlukan pengetahuan pasar dan keahlian trading yang tinggi. Strategi untuk pembelian harus ditentukan untuk mencegah harga melambung tinggi dan menghindari mark-up. Perusahaan minyak nasional dikenal melarang praktek broker dan uang komisi dan selalu mempunyai pengawas internal dalam mencegah praktek korupsi.

Adapun, pembelian bensin Premium selalu diadakan melalui tender tender terbuka yang diikuti oleh 28 perusahaan trader maupunMajor OilCompany (MOC). Petral membeli bensin Premium setiap bulan lebih dari 8 juta barrel. Supplier yang sering memenangkan tender bensin Premium adalah Arcadia, Total, Glencore, Vitol, Concord, Verita, Gunvor, PPT, Kernel, Bp, Unipec, Petrocina, Petronas, Shell, Trafigura, SK, Conoco. Pembelian bensin Premium dilakukan secara tender karena produsennya kebanyakan adalah para Trader di Singapura yang melakukan proses blending di Singapura.

Untuk pengadaan Solar secara spot dilakukan tender terbuka yang diikuti oleh 30 perusahaan terdaftar. Sedangkan pengadaan jangka panjang, ditunjuk empat perusahaan minyak nasional yaitu Kuwait Petroleum Company, Petronas Malaysia, PTT Thailand dan S-Oil yang dimiliki oleh Saudi Aramco. (saksono)

BERITA TERKAIT

Corsa Dukung 13 Klub Sepak Bola Indonesia

    NERACA   Jakarta - PT Multistrada Arah Sarana Tbk melalui Corsa memulai kerjasamanya dengan 13 tim sepak bola…

Mengungkap Rahasia Tidur Agar Lebih Nyenyak

Tidur malam hari yang kurang berkualitas bisa mengakibatkan efek buruk terhadap tubuh dan pikiran. Tidur nyenyak di malam hari jadi…

Dua Klub Sepak Bola Siap “Meremput” di Bursa - Minta Bantuan Kajian PSAK

NERACA Jakarta – Bila di luar negeri beberapa klub sepak bola resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal dalam mendanai klubnya,…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Konflik Taksi Online, Kapan Berujung?

Keluarnya putusan Mahkamah Agung No.37 P/HUM/2017 (PMA.37/2017) memicu kegamangan yang berujung pada meningginya tensi antara operator angkutan umum konvensional dengan…

Mencari Jalan Tengah di Tengah Konflik

Putusan Mahkamah Agung (MA) telah menggugurkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang angkutan sewa online. Peraturan tersebut berlaku…

Permenhub Memaksakan Pendekatan Lama?

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Berly Martawardaya menjelaskan diantara poin-poin yang dicabut oleh PMA.37/2017 adalah…