Tips Memilih Hewan Kurban

Menjamurnya penjual hewan kurban baik yang tetap ataupun penjual musiman, membuat semarak hari raya Iedul Adha. Selain itu, membuat pilihan masyarakat semakin beragam. baik dari sisi harga, ataupun jenis hewan kurban.

Tetapi, dibalik menjamurnya penjual hewan kurban, berbuah potensi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Maklum, tak semua pedagang menjual hewan kurban berkualitas baik. Karena terkadang ada pedagang nakal yang menjual hewan kurban berpenyakit, seperti penyakit antrax misalnya, hewan berpenyakit antrax akan sangat membahayakan untuk dikonsumsi.

Tetapi kabarnya, tipe penyakit ini kini sudah tidak ada lagi di Indonesia. Karena itu, pihak Kementan meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Pasalnya penyakit menular seperti Anthrax kini sudah tidak ditemukan di Indonesia.

Ya, karena penyakit yang kini masih ada adalah penyakitnya paling cacing hati, penyakit itu dinilai masih wajar. Karena, daging hewan kurban masih bisa dikonsumsi. Pengawasan ini untuk menjamin agar daging hewan yang akan dipotong pada saat Hari Raya Idul Adha tahun ini aman dikonsumsi.

Untuk itu diperlukan kejelian masyarakat dalam memilih hewan kurban sebelum dibeli. Kementerian Pertanian mengimbau, membeli hewan kurban yang telah disertai surat keterangan sehat. Dimana surat keterangan kesehatan hewan kurban ini dikeluarkan oleh dinas peternakan di masing-masing daerah.

Dalam hal ini, kementerian menyiapkan pedoman persyaratan hewan untuk kurban. Selain itu, panduan penyembelihan hewan kurban juga telah disusun dan diedarkan. Syukur mengatakan Kementerian Pertanian juga bekerja sama dengan perguruan tinggi dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia untuk pengawasan ini.

Masyarakat sebaiknya membeli hewan kurban yang sudah dilengkapi surat keterangan sehat. Itu sebagai jaminan jika hewan yang dijual benar-benar sehat untuk dikonsumsi. Walaupun harganya sedikit lebih mahal.

Biasanya, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran kepada semua peternak dan penjual sapi dan kambing untuk meminta surat keterangan sehat ke Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) terdekat.

Surat itu sebagai jaminan hewan yang akan dijual terbebas dari segala penyakit yang menular maupun tidak menular. Selain kesehatan hewan, proses pemotongan juga perlu diperhatikan. Karena, proses pemotongan hewan kurban akan sangat berpengaruh pada kualitas daging yang dihasilkan.

Related posts