Kalangan Menegah Minim Pengetahuan Investasi - Perlu Edukasi

NERACA

Pertumbuhan masyarakat kelas menegah di Indonesia cukup pesat. Diperkirakan mencapai 100 juta dalam beberapa tahun ke depan. Bank Dunia mencatat, masyarakat kelas menengah Indonesia pada 2003 sebesar 37,7%, sedangkan pada 2010 meningkat menjadi 60%, atau 134 jiwa.

Sayangnya, pesatnya pertumbuhan kelas menengah ini tidak diimbangi dengan pengetahuan berinvestasi. Sebagian besar kelas menengah Indonesia masih konvensional dalam pandangan berinvestasi. Yaitu mendepositokan uangnya di bank.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad menuturkan, berdasarkan survei literasi keuangan oleh OJK, masyarakat yang benar-benar paham mengenai lembaga jasa keuangan baru 21,84%. Tetapi, belum tentu jadi nasabah. Dalam hal ini, informasi sektor perbankan masih lebih dipahami, dibandingkan industri keuangan yang lain.

Selain itu, sambung dia, kecilnya minat investasi ini juga tercermin dari jumlah investor yang sangat sedikit dibanding total masyarakat kelas menengah di Indonesia.Untuk itu, OJK akan terus melaksanakan program edukasi terkait peran dan fungsi lembaga jasa keuangan kepada masyarakat untuk meningkatkan minat investasi.

"Di tahun ini, pasar modal syariah, jumlah reksadana, dan sukuk juga meningkat baik. Hal ini, menunjukkan produk syariah menjadi pilihan yang menarik. Maka itu, edukasi harus dilakukan," kata Muliaman.

BERITA TERKAIT

Lagi, BEI Buka Galeri Investasi di Manado - Tumbuhkan Minat Investasi

NERACA Manado – Gejot jumlah investor lokal, khususnya membidik investor potensial dari kalangan mahasiswa, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus…

Pelaku Usaha Industri Media Tak Perlu Gentar Bersaing di Era Digital - Ketua KPPU

Pelaku Usaha Industri Media Tak Perlu Gentar Bersaing di Era Digital Ketua KPPU NERACA Padang – Ketua Komisi Pengawas Persaingan…

Literasi Investasi Mahasiswa Harus Ditingkatkan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Surakarta menyatakan, literasi keuangan dan investasi di kalangan mahasiswa harus ditingkatkan karena sektor…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…