Tumbuhkan ‘Positive Thinking’ Anak Dengan Terapi Prakarya

NERACA

Membuat prakarya atau kerajinan tangan, salah satunya dengan mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat dan dapat digunakan, ternyata mampu menimbulkan efekbrain plasticity,yakni semacam perbaikan sel-sela otak agar seorang anak tumbuh lebih baik kedepannya.

"Membuat prakarya bisa menjadi terapi bagi anak. Psikoterapi, termasuk terapi berkarya, sangat penting untuk menunjang terjadinya efek tersebut. Sedangkan obat membantu secara kimiawi terjadinya pemulihan sel-sel otak," kata Pendiri dan Pimpinan Yayasan Rumah Amalia, M. Agus Syafi'i dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu.

Hal tersebutlah yang saat ini tengah dikembangkan oleh Rumah Amalia sebagai rumah singgah bagi anak-anak yang pernah mengalami masalah. Melalui kegiatan prakarya bagi anak-anak dengan tema "Berkarya sebagai Terapi", anak diajak untuk mengubah isi pikirannya, di mana gambaran keburukan bisa diubah menjadi yang berguna, sehingga mendorong anak lebih positif menyikapi hidup dalam realitas sehari-hari.

"Berkarya memiliki dampak besar bagi psikologi anak, meskipun istilah terapi bekarya belum populer di kalangan masyarakat," kata dia

Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan anak yatim dan dhuafa yang selama ini menjadi anak asuh Rumah Amalia. Kini ada sekitar 80 orang anak yang dibantu oleh yayasan tersebut. Di sini, anak-anak mendapatkan studi Islam, biaya pendidikan dan kesehatan, dan menjadi pendamping.

"Selama ini anak-anak diajak belajar mengolah kardus barang elektronik, atau botol kemasan minuman ringan biasanya langsung dibuang menjadi karya seni," kata Agus.

BERITA TERKAIT

Pertimbangkan Kondisi Pasar - Anak Usaha BUMN IPO di Paruh Kedua

NERACA Jakarat – Sejak pembukaan perdagangan di tahun 2019, baru tiga perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi…

AMMDes Bisa Diaplikasikan dengan Alat Pembuat Es Serpihan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Hati-Hati dengan "Debt Trap Diplomacy" China

Oleh: Djony Edward Pemerintah Indonesia menawarkan 28 proyek senilai USD91,1 miliar atau setara Rp1.295,8 triliun kepada pemerintah China setelah empat…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pentingnya Peran Peneliti untuk Mitigasi Bencana

  Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih menilai pentingnya peran peneliti dan…

Perlukah Fatwa Haram untuk Games PUBG?

      Games Player Unknown's Battle Grounds (PUBG) semakin banyak menjadi perbincangan. Selain di kalangan anak muda yang gemar…

Pendidikan Swasta Perlu Diperkuat

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Rhenald Kasali melihat laporan bank Dunia tentang indeks Modal Insani 2018 menguatkan…