BTN dan LPDB-KUMKM Perkuat Modal KUKM

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mulai melirik lembaga yang berkompeten dalam pengelolaan dana bergulir untuk usaha mikro guna mendukung pembiayaan kredit mikro. Tahun ini, BTN mempunyai target untuk menyalurkan kredit sekitar Rp1,3 triliun. "Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Bank BTN merangkul Lembaga pengelola Dana Bergulir KUMKM (LPDB-KUMKM) yang merupakan salah satu langkah strategis perseroan dalam mendukung program pemerintah untuk pengembangan usaha sektor Koperasi dan UKM. LPDB-KUMKM diharapkan menjadi mitra strategis Bank BTN dalam memenuhi misi tersebut," kata Direktur Utama BTN, Maryono, usai menandatangani naskah perjanjian kerja sama dengan LPDB-KUMKM, di Jakarta, Rabu (24/9).

Dia mengatakan, kerja sama yang disepakati antara lain menyangkup hal-hal pemanfaatan pengelolaan dana, penyaluran kredit/pinjaman/pembiayaan kepada koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah binaan LPDB-KUMKM, serta pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan.

Sementara Direktur Utama LPDB-KUMKM, Kemas Danial mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat berguna bagi mitra-mitra LPDB-KUMKM yang sudah naik kelas dan tidak lagi meminjam ke LPDB melainkan dapat ke perbankan, sehingga penerima manfaat bergulir LPDB semakin luas dan merata."LPDB-KUMKM akan menjadi mediatot bagi pelaku Koperasi dan UKM yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," tegas dia.

LPDB-KUMKM didirikan dalam rangka penataan keuangan negara dan pengelolaan dana bergulir yang lebih transparan dan akuntabel. LPDB-KUMKM satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM di bidang pembiayaan, bertanggungjawab secara teknis kepada Menteri Koperasi dan UKM, dan dalam pengelolaan keuangannya bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan. LPDB-KUMKM menyusun rencana bisnis dan implementasinya yang mengacu kepada Renstra Kementerian Koperasi dan UKM serta Rencana Strategis Bisnis LPDB-KUMKM. Pengelolaan keuangan mengacu pada mekanisme pengelolaan APBN. Pendapatan operasional BLU dari jasa layanan dan pendapatan lainnya dapat digunakan sebagai belanja atau biaya melalui mekanisme APBN.

Dalam hal ini, pemerintah telah mengalokasikan penyaluran dana bergulir melalui LPDB-KUMKM pada 2014 sebesar Rp2,650 triliun atau naik sebesar 37,57% dibanding total penyaluran pada tahun lalu yang sebesar Rp1,926 triliun. Meningkatnya alokasi dana penyaluran tahun ini dikarenakan kinerja LPDB-KUMKM dalam dua tahun terakhir dinilai semakin membaik. Hal itu dibuktikan dengan dipertahankannya predikat ISO 9001:2008 pada 2013 sebagai wujud salah satu misi LPDB dalam menjaga dan meningkatkan sistem Total Qualilty Management (TQM) secara terpadu untuk mencapai pelayanan World Class dalam pemberian pinjaman atau pembiayaan kepada Koperasi dan UMKM.

Realisasu penyaluran dana bergulir Rp4,8 triliun yang disalurkan pada 3.262 mitra untuk 577.093 UMKM, di mana LPDB-KUMKM telah menunjukkan kinerja unggulnya dengan memperoleh predikat sebagai Badan Layanan Umum (BLU) terbaik dalam pengelolaan dana khusus oleh Kementerian Keuangan dengan nilai 76,33 (A-Baik), dan berhasil mengungguli penilaian atas kinerja BLU sejenisnya.

"Kami ingin dengan kerjasama ini bagaimana seluruh kebutuhan perbankan LPDB dapat difasilitasi oleh BTN. Secara profesional, kami ingin agar kerjasama tersebut saling menguntungkan kedua belah pihak. Tentu saja akan dilakukan dengan transparan, akuntabel, obyektif dan kehati-hatian. Kesempatan ini akan kami manfaatkan sebagai kegiatan sinergi antar korporasi yang strategis membawa nilai bisnis bagi Bank BTN dan LPDB," tambah Maryono. Kerja sama ini juga merupakan implementasi dari pengembangan bisnis BTN. Strategi bisnis korporasi 2014 antara lain fokus kepada pengembangan Dana Pihak Ketiga dan meningkatkan fee based income. Pengelolaan sumber dana dari LPDB akan dimanfaatkan untuk mendukung bisnis BTN. Sebaliknya LPDB dapat memanfaatkan produk dan jasa layanan BTN. Dua hal ini menjadi konsentrasi BTN. Dana Pihak Ketiga dan fee based income. [mohar/rin]

Related posts