Pergerakan IHSG Belum Aman Dari Profit Taking

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 14,107 poin (0,27%) ke level 5.174,007. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 4,957 poin (0,56%) ke level 878,714. Maraknya aksi jual menghempaskan penguatan indeks BEI yang sudah terjadi sejak awal perdagangan.

Analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya mengatakan, pelaku pasar saham asing yang kembali melakukan aksi jual menekan indeks BEI sehingga berbalik arah ke area negatif,”IHSG BEI sempat berada di area positif, namun terjadi 'capital outflow' di pasar modal sehingga menggerus kekuatan indeks BEI," katanya di Jakarta, Rabu (24/9).

Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan bagi investor pasar modal yang berorientasi jangka pendek, sedangkan investor jangka panjang dapat memanfaatkan masa koreksi untuk melakukan aksi pembelian. Oleh karena itu, dirinya memperkirakan indeks BEI Kamis akan kembali terkoreksi,“Diperkirakan indeks BEI bergerak di kisaran 5.167-5.217 poin,”ujarnya.

Dia menuturkan, beberapa saham yang dapat diperhatikan yakni United Tractor Tbk (UNTR), Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). Pada perdagangan kemarin, investor lokal mencatat penjualan bersih dengan volume transaksi yang cukup aktif. Sedangkan investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net buy) senilai lebih dari Rp 300 miliar di pasar reguler. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 190.662 kali dengan volume 5,8 miliar lembar saham senilai Rp 4,3 triliun. Sebanyak 177 saham naik, 117 turun, dan 87 saham stagnan.

Bursa regional menutup perdagangan sore dengan mixed, sebagian melemah dan sisanya masih bisa menguat. Kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia menghambat transaksi di pasar saham Asia. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Matahari (LPPF) naik Rp 3.000 ke Rp 17.300, Matahari (LPPF) naik Rp 500 ke Rp 16.600, Lionmesh (LMSH) naik Rp 375 ke Rp 7.425, dan Mandom (TCID) naik Rp 275 ke Rp 17.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain XL Axiata (EXCL) turun Rp 275 ke Rp 6.175, BW Plantation (BWPT) turun Rp 235 ke Rp 720, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 225 ke Rp 13.150, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 26.300.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup naik 10,933 poin (0,21%) ke level 5.199,047. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,910 poin (0,22%) ke level 885.581. Aksi beli investor domestik berhasil membawa indeks bertahan di zona hijau. Meski poin yang dicetaknya masih tipis namun indeks sempat menanjak kembali ke level 5.200.

Saham-saham konsumer, konstruksi, dan perdagangan jadi target buruan investor. Berbeda dengan saham perkebunan, finansial, dan industri dasar yang dilepas investor. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 111.541 kali dengan volume 2,4 miliar lembar saham senilai Rp 2 triliun. Sebanyak 192 saham naik, 78 turun, dan 86 saham stagnan.

Bursa-bursa regional hingga siang bergerak mix. Pelaku pasar belum berani mengambil risiko tinggi di tengah situasi bursa global yang belum kondusif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Matahari (LPPF) naik Rp 700 ke Rp 16.800, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 425 ke Rp 11.250, Lionmesh (LMSH) naik Rp 375 ke Rp 7.425, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 325 ke Rp 56.025. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain SMART (SMAR) turun Rp 250 ke Rp 6.500, Multi Prima (LPIN) turun Rp 250 ke Rp 6.100, Goodyear (GDYR) turun Rp 150 ke Rp 16.500, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 125 ke Rp 16.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 1,98 poin atau 0,04% menjadi 5.190,09, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,49 poin (0,06%) ke level 884,16. Kata William Surya Wijaya, IHSG BEI kembali bergerak menguat setelah dalam beberapa hari terakhir mengalami koreksi terpengaruh sentimen eksternal,”Sebagian pelaku pasar memanfaatkan saham-saham yang telah terkoreksi untuk kembali melakukan akumulasi saham,"ujarnya.

Menurut dia, kondisi saat ini merupakan momentum baik bagi investor jangka panjang melakukan akumulasi pembelian, dalam jangka panjang IHSG BEI masih menunjukkan pola tren penguatan. Kendati demikian, dia memperkirakan bahwa penguatan indeks BEI masih cenderung terbatas menyusul minimnya sentimen baik di dalam negeri maupun eksternal.

Sementara analis Riset Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada menambahkan bahwa bursa saham di kawasan regional yang bervariasi akan membatasi laju indeks BEI untuk menguat lebih tinggi. Di sisi lain, kembali melemahnya nilai tukar rupiah juga dapat mempengaruhi kenaikan indeks BEI.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 33,52 poin (0,14%) ke 23.870,59, indeks Nikkei turun 23,06 poin (0,14%) ke 16.182,84 dan Straits Times melemah 5,40 poin (0,16%) ke posisi 3.293,26. (bani)

BERITA TERKAIT

Berikan Payung Hukum Khusus - Pemerintah Kritik Unicorn Yang Belum IPO

NERACA Jakarta – Desakan pemerintah lewat Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara agar empat perusahaan starup…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Bakal Kembali Panggil Manajemen SOCI

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meminta manajemen PT Soechi Lines Tbk (SOCI) meminta penjelasan terkait dengan…

APP Sinar Mas Kembali Raih Penghargaan dari Kemenperin - Terapkan Prinsip Industri Hijau

APP Sinar Mas Kembali Raih Penghargaan dari Kemenperin Terapkan Prinsip Industri Hijau NERACA Jakarta – Dua unit industri Asia Pulp…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Kemarin Tumbuh 0,17%

NERACA Jakarta – Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan pada minggu ke-3 bulan Desember mencatat indeks harga saham gabungan…

Estika Tiara Bidik Dana IPO Rp 226,11 Miliar

PT Estika Tata Tiara mengincar dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga Rp226,11 miliar. Calon emiten distribusi makanan…

PLI Mulai Pasarkan Double Great Residence

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) mulai melakukan pembangunan hunian edukasi pertama di Serpong, Double Great Residence (dahulu K2 Park) pada…