Harga Mobil LCGC Bakal Naik

NERACA

Jakarta - Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Sudirman M.R., menyatakan masing-masing produsen mobil murah dan ramah lingkungan atau Low Cost and Green Car (LCGC) telah mengajukan kenaikan harga kepada Menteri Perindustrian.

“Beberapa waktu yang lalu, pemerintah sudah menerapkan harga mobil murah Rp95 juta, tapi tergantung alokasi perusahaan. Harga LCGC yang dipatok lebih dari Rp95 juta disebabkan produk yang dibuat telah disematkan tambahan fitur, berupa sistem keamanan dan juga transmisi matik,” katanya di Jakarta, Selasa (23/9).

Kenaikan harga produk LCGC, menurut Sudirman, disebabkan kenaikan upah tenaga kerja, biaya listrik, bahan baku, serta nilai tukar rupiah, sehingga menimbulkan inflasi. Dampaknya, biaya produksi serta operasional mengalami kenaikan. “Untuk proses aplikasi kenaikan harga diserahkan langsung ke masing-masing merek, tidak melalui Gaikindo,” paparnya.

Sebelum mengajukan kenaikan harga kepada pemerintah, lanjut Sudirman, produsen LCGC berharap kenaikan harga mencapai 10%. Namun, para produsen mobil telah sepakat dan memilih untuk menaikkan harga sesuai inflasi, yang saat itu mencapai 6,72%. “Kementerian Keuangan menyetujui kenaikan di angka 6,6%. Perkiraan kami, akhir bulan ini persetujuannya sudah keluar,” tutur Sudirman.

Hal senada juga diungkapkan pengamat otomotif, Suhari Sargo. Menurut dia, harga mobil LCGC akan naik sekitar 10% atau menjadi di atas 100 juta rupiah. Kenaikan ini karena hingga kini janji pemerintah untuk memberikan insentif pajak kepada produsen mobil ramah lingkungan itu belum terealisasi. “Agen pemegang merek berharap insentif pajak bagi produk LCGC bisa keluar pada tahun ini. Jika kebijakan tersebut mengalami penundaan, harga jual produk diperkirakan lebih dari 100 juta rupiah,” katanya.

Suhari mengatakan dengan mengeluarkan regulasi LCGC, konsumen banyak tertarik pada produk murah tersebut sebab konsumen kelas menengah membutuhkan mobil dengan harga terjangkau dan hal ini bisa memacu pertumbuhan industri otomotif nasional.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Budi Darmadi, mengatakan insentif penurunan pajak pertambahan nilai barang mewah (PPn- BM) terhadap produsen LCGC tinggal menunggu pengesahan kerangka hukumnya. “Akhir tahun ini, peraturan presiden mengenai insentif pajak akan dikeluarkan. Kami berharap dengan insentif pajak tersebut peminat produk LCGC terus bertambah,” paparnya.

Kemenperin telah mengeluarkan dua insentif berupa pembebasan bea masuk mesin dan peralatan pabrik yang diberlakukan sejak April dan insentif pembebasan bea masuk impor selama dua tahun bagi produsen mobil murah dan ramah lingkungan yang bahan bakunya harus diimpor. Pada rencana beleid insentif, enam tipe kendaraan yang masuk di dalamnya adalah hybrid, low carbon, fuel cell, diesel advanced, compressed natural gas (CNG), dan biofuel.

Arif Budimanta, anggota Komisi XI DPR dari PDI-P lainnya, setuju dengan niat Jokowi. Sebab, konsep LCGC sudah salah kaprah sejak awal. Selain mendapat diskon PPnBM, LCGC tetap bisa menggunakan BBM bersubsidi. "Mobil hybrid harusnya yang dapat insentif, bukan LCGC," kata Arif.

Yayat Supriyatna, Pengamat Transportasi dan Perkotaan menilai, sebaiknya pemerintahan Jokowi tetap melanjutkan program LCGC dengan syarat LCGC tidak memakai bensin. "Biarkan bisnis otomotif berkembang. Masyarakat juga tak bisa dilarang punya mobil," ujarnya.

Naikkan Harga

Sementara itu, Direktur Pemasaran Astra Daihatsu, Amelia Tjandra, mengatakan bahwa pihaknya berencana menaikkan harga mobil varian city car hemat energi, Daihatsu Ayla, yang rencananya akan mulai dipasarkan pada awal 2013. Kemungkinan naik 10 persen dibandingkan harga perkiraan sebelumnya. Saat mobil mungil ini diluncurkan 19 September 2012, harganya ditaksir mencapai 76 juta rupiah.

"Karena tak ada insentif, harga akan dinaikkan untuk menutup beban pajak," kata Amelia di arena Bridgestone Proving Ground Karawang Timur, Selasa (6/11). Padahal, lanjut Amelia, Astra Daihatsu memasarkan Ayla pada Januari 2012 dengan asumsi peraturan pemerintah tentang insentif kendaraan hijau terbit pada Desember 2012.

Namun, hingga kini, produsen belum mendapat kejelasan mengenai hal ini. Karena pendaftaran pesanan kadung dibuka, Amelia mengatakan jadwal pemasaran tak bisa diundurkan lagi. Akibatnya, konsumen yang menerima pesanan pada Januari mendapat harga lebih mahal. Meski di pertengahan tahun pemerintah menerbitkan aturan insentif mobil hijau, harga untuk konsumen di awal tahun tak mungkin diubah.

"Kami juga tak bisa memberi kompensasi apa pun," ujar dia. Amelia berharap pemerintah segera merampungkan beleid insentif mobil hijau agar harga jual dan waktu pemasaran tak berubah dari yang direncanakan sebelumnya.

Related posts