Saham Bank of India Dalam Pengawasan BEI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi transaksi perdagangan saham PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) karena mengalami penurunan harga dan aktivitas saham di luar kebiasaan periode sebelumnya atau unusual market activity (UMA). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (24/9).

Kadiv Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy mengatakan, sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BSWD tersebut, pihak BEI menyampaikan saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham perseroan.

Selain itu, lanjutnya, kepada para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan, dan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan yang belum mendapatkan RUPS. Dijelaskan, pengumuman UMA ini tidak serta-merta menunjuk adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Tercatat, selama semester I-2014 Bank of India Indonesia berhasil untuk meraih pertumbuhan laba bersih sebesar 54,52% dibandingkan semester I-2013 yang sebesar Rp 36,22 miliar menjadi Rp 55,97 miliar. Sedangkan, total aset Bank of India Indonesia mencapai Rp 4,09 triliun. Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 58,52% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,58 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Delisting Pencatatan Efek SIAP di Pasar

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menghapus pencatatan efek saham milik PT…

Menangkap Fenomena dalam Represi Global

  Oleh: Rifky Bagas Nugrahanto, Staf Ditjen Pajak Setelah pelantikan Donald Trump, kekhawatiran akan tekanan ekonomi, benar terjadi dan menciptakan…

Menteri Dalam Negeri - Disiplin Adalah Kunci Bangun Etos Kerja

Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri Disiplin Adalah Kunci Bangun Etos Kerja  Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menekankan kedisiplinan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…