BWPT Incar Dana Rights Issue Rp 11,11 Triliun - Danai Akuisisi Grup Green Eagle

NERACA

Jakarta –Kendatipun PT BW Plantation Tbk (BWPT) sudah mendapatkan dana segar seiring kehadiran investor baru, PT Rajawali Corporation (Grup Rajawali) yang telah merampungkan akuisisi saham perseroan sebesar 12,488%. Namun tidak membuat perseroan puas untuk meningkatkan likuiditas mendanai ekspansi bisnis.

Bahkan perseroan akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 27,02 miliar lembar saham, dengan dana yang diincar sebanyak-banyaknya Rp11,11 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan bahwa jumlah saham yang akan tawarkan dalam PUT I tersebut sekitar 85,71% dari modal ditempatkan dan disetor setelah PUT I, dengan nominal Rp100 per saham dan harga pelaksanaan Rp390-411 per lembar. Adapun rasio konversi satu saham lama berhak atas enam HMETD.

Pembeli siaga saham tersebut adalah PT Rajawali Capital International, BNI Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Valbury Asia Securities. Selanjutnya, para pembeli siaga akan menawarkan dan menjual sisa saham itu kepada PT BSR Indonesia, investor domestik maupun asing melalu suatu penawaran terbatas.

Aksi korporasi ini akan dimintai restu kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang akan digelar pada 10 November. Selanjutnya, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 17 November, di pasar tunai pada 20 November.

Sedangkan mulai perdagangan saham tanpa HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 18 November dan di pasar tunai pada 21 November. Sementara tanggal pencatatan pada 20 November, distribusi pada 21 November dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 November 2014. Adapun dana hasil rights issue, sedianya akan digunakan untuk akuisisi Grup Green Eagle sebesar Rp10,53 triliun dan sisanya untuk modal kerja perusahaan.

Terkait rencana akuisisi, perseroan bersama dengan Green Eagle Palm Ltd, yang merupakan perusahaan afiliasi PT Rajawali Corpora menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada 22 September 2014 untuk mengakuisisi 100% saham di perusahaan Green Eagle Holding Pte Ltd (GEH). Penyelesaian transaksi ini tergantung penyelesaian dari prasyarat dalam perjanjian. GEH merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan kelapa sawit menjadi minyak sawit (CPO) dan inti sawit, perkebunan.

Tahun ini, PT BW Plantation Tbk menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp700 miliar untuk pengembangan usaha, Jumlah capex tahun ini turun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 1,1 triliun karena lahan yang menghasilkan semakin berkurang. Alhasil, biaya untuk penanaman kembali juga jadi lebih sedikit. (bani)

BERITA TERKAIT

Salurkan Dana Bantuan Pasca Gempa - XL Axiata Bangun Gedung Sekolah di Lombok Utara

Belum berakhir PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) membantu pemulihan wilayah Lombok pasca gempa tahun lalu. Kini XL Axiata kembali…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…