Kontrak Baru Acset Capai Rp 481 Miliar

NERACA

Jakarta–Hingga Agustus tahun ini, perusahaan kontraktor PT Acset Indonusa Tbk (ACST) berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp481 miliar. Artinya, raihan kontrak baru tersebut baru mencapai 32,06% dari total kontrak baru yang ditargetkan hingga akhir tahun ini sebesar Rp1,5 triliun.

Meskipun demikian perseroan tetap berkeyakinan dapat memenuhi target perolehan kontrak baru sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2014, mengingat saat ini perseroan juga tengah mengikuti tender proyek yang nilainya cukup besar,”Sampai dengan Agustus 2014, kontrak baru kita sudah mencapai 481 miliar rupiah,” kata Direktur Keuangan Acset Indonusa, Agustinus Hambadi, di Jakarta, Rabu (23/9).

Dirinya menjelaskan, nilai kontrak baru yang berhasil didapat didominasi oleh proyek pembangunan gedung. Hal ini sejalan dengan bisnis perseroan yang ingin fokus bisnisnya menyasar proyek-proyek swasta. Sampai dengan Juni lalu, komposisi raihan kontrak baru perseroan dari proyek pondasi, yakni mencapai Rp250 miliar, sedangkan untuk konstruksi sekitar Rp 120 miliar rupiah.

Ia mengungkapkan, di sisa bulan terakhir tahun ini, Acset Indonusa akan mengejar sisa kontrak senilai Rp1,01 triliun. Dengan target kontrak baru tersebut, maka tahun ini emiten konstruksi ini membidik pendapatan senilai Rp1,3 triliun atau naik sebesar 30% jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada tahun lalu,”Kami masih optimistis target akan tercapai. Tentunya dengan strategi usaha kami yang tetap fokus pada jasa konstruksi dan pondasi,” tegasnya.

Belum lama ini, perseroan mendirikan anak perusahaan baru yang bergerak di bidang penyewaan alat-alat konstruksi. Anak usaha ACST ini diberi nama PT ATMC Pump Services. Sekretaris Perusahaan PT Acset Indonusa Tbk, Any Setyowati pernah bilang, modal dasar yang di investasikan perseroan untuk bisnis alat konstruksi sebesar Rp 14 miliar dan modal yang disetor sebesar Rp 3,5 miliar.

Disebutkan, komposisi kepemilikan saham perseroan dalam PT ATMC Pump Services, yakni sebesar 55% saham dari keseluruhan saham di perusahaan tersebut. Sebelumnya perseroan juga telah membentuk anak usaha baru yang bergerak di bidang usaha penjualan dan penyewaan alat berat yaitu PT Sacindo Machinery. Disebutkan, perseroan menyetor modal dasar sebesar Rp10 miliar, dan modal disetor sebesar Rp3,5 miliar.

Kata Any Setyowati, pembentukan perusahaan baru ini sejalan dengan niat perseroan untuk memperbesar size bisnis utama perseroan di bidang jasa konstruksi. Adapun komposisi kepemilikan saham perseroan dalam perusahaan tersebut, yaitu sebesar 78%. Masih adanya peluang di bidang ini untuk alat-alat tertentu, dan masih sedikitnya perusahaan yang menekuni bisnis ini. menjadi salah satu alasan Acset untuk segera memulai bisnis penyewaan alat berat. (bani)

BERITA TERKAIT

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…

MAPI Lunasi Pokok Obligasi Rp 205,45 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang dan juga menjaga kesehatan keuangan, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah melunasi pokok obligasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…