PGN Realisasi Saluran Gas 31 Pelanggan - Konsumsi 2,4 Juta Meter Kubik

NERACA

Surabaya - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) SBU Distribusi Wilayah II telah merealisasikan penyaluran gas bumi kepada 31 pelanggan baru di sektor industri dan komersial di Jawa Timur. Dimana realisasi itu ditandai dengan penyerahan sertifikat perjanjian jual beli gas bumi oleh General Manager PGN SBU Distribusi Wilayah II, Wahyudi Anas kepada perwakilan 31 pelanggan industri dan komersial tersebut di Surabaya, Rabu, (24/9).

Kata Wahyudi Anas, dari 31 pelanggan baru yang tersebar di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan itu, tujuh di antaranya telah mendapatkan penyaluran gas bumi sebesar 500.000 meter kubik per hari dan 24 pelanggan lainnya segera menyusul melaksanakan "gas in”,PGN telah membangun lebih dari 2,5 kilometer jaringan koneksi dari jaringan pipa terdekat yang sudah ada untuk menyalurkan gas bumi kepada pelanggan baru tersebut,”ujarnya.

Disebutkan, total konsumsi gas bumi yang disalurkan untuk 31 pelanggan baru itu mencapai 2,4 juta meter kubik per hari. Volume itu setara dengan konsumsi solar sekitar 25.000 kiloliter per bulan. Dia menambahkan, konversi bahan bakar minyak ke gas bumi untuk pelanggan industri baru tersebut dapat menghemat biaya konsumsi energi sekitar Rp180 miliar setiap tahun.

Pelanggan baru PGN terdiri dari beragam industri, seperti petrokimia, farmasi, hotel, pusat perbelanjaan, industri pengolahan makanan, logam, dan produk wanita. Hingga saat ini, tambah Wahyudi, PGN SBU Distribusi Wilayah II mengoperasikan pipa distribusi sepanjang 770 kilometer untuk mengalirkan gas bumi kepada 13.147 pelanggan industri, komersial, UKM, dan rumah tangga.

Sedangkan secara nasional pada 2013, PGN menyalurkan gas bumi sekitar 827 MMSCFD (juta meter kubik per hari) atau setara 145.000 barel minyak per hari kepada lebih dari 100 ribu pelanggan rumah tangga dan 3.000 pelanggan industri, UKM, komersial, dan SPBG,”Dengan penyaluran gas bumi kepada para pelanggan tersebut, PGN mampu menciptakan efisiensi biaya bahan bakar hingga mencapai Rp55 triliun per tahun,"kata Wahyudi. (ant/bani)

Related posts