Mengerti Kebutuhan Anggota dan Massyarakat - KOPERASI SERBA USAHA

KOPERASI SERBA USAHA

Mengerti Kebutuhan Anggota dan Masyarakat

Koperasi dibentuk untuk memenuhi kebutuhan para anggotanya. Jika itu sudah terpenuhi, koperasi pun akan dikembangkan agar tidak hanya menyejahterakan anggota, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Itulah prinsip yang visi yang dikembangkan pengurus Koperasi Serba Usaha (KSU) Pusaka’87 yang ada di jantung kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Visi itu sesuai dengan kondisi masyarakat kota New York-nya Amerika Serikat. Balikpapan bukanlah ibukota Kaltim, seperti halnya Amerika Serikat yang beribukota di Washington. Tapi, geliat ekonomi di Balikpapan serasa seperti New York-nya Amerika Serikat.

“Semangat untuk mengakomodasi kepentingan dan kebutuhan anggota dan masyarakat itulah yang menjadikan KSU Pusaka’87 sering terpilih menjadi koperasi terbaik dan berprestasi di Balikpapan, tingkat Provinsi Kaltim, maupun tingkat nasional,” kata Drs Hudi, kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran Koperasi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Balikpapan.

Apa saja prestasi yang telah diraih Koperasi Pusaka’87? Baru beroperasi dua tahun, yaitu pada 1989, KSU Pusaka-87 telah mendapat penghargaan sebagai koperasi teladan utama di Kota Balikpapan. Prestasi itu diraih kembali pada 1991. Prestasi lainnya adalah sebagai koperasi berprestasi bidang simpan pinjam dan unit perdagangan pada tahun 2000 dan 2001, serta berturut-turut pada 2010 hingga 2011.

Di tingkat provinsi, KSU Pusaka-87 pernah menyabet penghargaan sebagai koperasi terbaik, koperasi telada, koperasi tealdan utama, hingga koperasi dengan peringkat sangat berkualitas sejak 1980 hingga 2010. Sedangkan di tingkat nasional, prwestasi diraih sejak 1981 hingga 2002, yaitu sebagai koperasi harapan empat kali, koperasi terbaik sekali, koperasi teladan lima kali, koperasi teladan utama empat kali, koperasi berprestasi dua kali.

KSU Pusaka-87 didirikan pada 8 Juli 1987, tapi baru disahkan oleh Kantor Wilayah Departemen Koperasi Provinsi Kaltim setahu kemudian, yaitu pada 9 Juni 1979. Koperasi didirikan atas inisiatif sejumlah karyawan bagian accounting perusahaan minyak Union yang kini melebur menjadi Chevron. Nama Pusaka merupakan kependekan dari Perhimpunan Usaha Karyawan (Pusaka).

“Seiring perjalanannya, anggota tidak hanya para karyawan Chevron saja, tapi juga perusahaan lainnya yang ada di Balikpapan. Karena itu Pusaka’87 tidak disebut sebagai koperasi karyawan, karena tidak berada di bawah satu perusahaan,” kata Sjahri Ichsan, bendahara KSU Pusaka’87.

Ada empat macam usaha yang dijalankan pengurus. Awalnya, unit simpan pinjam (USP) sejak awal berdiri pada 1987 hingga sekarang. Berikutnya, unit perniagaan dan jasa yang beroperasi sejak Maret 1980, unit tour & travel mulai dibuka pada September 1989. Program usaha yang terakhir dibangun adalah unit pasar swalayan, yaitu pada Desember 2000.

“Unit usaha yang ada, tidak hanya untuk anggota, tapi juga masyarakat umum dan kalangan perusahaan,” kata Sjahri. Dia menyontohkan, banyak perusahaan di Balikpapan, termasuk Chevron yang memanfaatkan unit usaha tour & travel serta toko swalayan. Jenis layanan yang dapat dinikmati masyarakat umum dan juga kalangan perusahan antara lain, pemesanan tiket perjalanan internasional maupun domestik, perjalanan umroh dan haji, pembayaran rekening listrik, telepon, air PAM, juga pulsa.

Berkembangnya usaha koperasi tersebut, antara lain karena pengurus dan unit usaha yang ada menawarkan pelayanan atau service yang baik. “Untuk pemesanan tiket, dapat via telepon atau email, dan tiket atau barang pun akan diantar ke alamat pemesan,” tutur Sjahri yang didampingi Manajer Swalayan Idawati.

Alhasil, hingga akhir 2013, omzet penjualan usaha Koperasi Pusaka’87 itu sudah mencapai Rp 34,55 miliar atau naik 13,16% dari tahun 2012. Dalam lima tahun terakhir, omzet terus membumbung. Kenaikan terbesar pada 2011,yaitu mencapai 21,31%, yaitu dari Rp 22,71 miliar menjadi Rp 27,55 miliar.

“Kebanyakan omzet itu bahkan ditunjang oleh non anggota yaitu mencapai 63%. Contohnya, dalam setiap bulan ada perusahaan yang bertransaksi hingga Rp 100 jutaan,” kata Sjahri yang dulu pernah tercatat sebagai salah seorang karyawan KSU Pusaka’87 yang berprestasi.

Sedangkan, saat ini aset koperasi yang dibukukan pada tahun 2013 sebesar Rp 25,50 miliar atau bertambah 6,11% dari tahun sebelumnya. Penambahan aset terbanyak terjadi pada 2011, yaitu dari Rp 19,38 miliar menjadi Rp 22,50 miliar atau bertumbuh 16,09%.

Bagaimana dengan tingkat partisipasi anggota dalam ikut menghidupkan usaha koperasi? Sjahri menjelaskan, kebanyakan andil anggota adalah di unit simpan pinjam. Biasanya, anggota dapat ke koperasi setiap awal bulan. Mereka datang untuk dua keperluan, yaitu membayar iuran bulanan dan iuran sukarela, serta membayar tagihan utang. “Kebanyakan utang atau pinjaman untuk kegiatan konsumtif maupun kebutuhan pokok seperti untuk biaya sekolah dan belanja kebutuhan harian,” tutur Idawati menambahkan. (saksono)

BERITA TERKAIT

Kemenperin Dorong PGN Amankan Kebutuhan Energi - Topang Pertumbuhan Industri 2018

Kemenperin Dorong PGN Amankan Kebutuhan Energi Topang Pertumbuhan Industri 2018 NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong badan usaha di…

Sektor Teknologi dan Manajemen Risiko

  Oleh: Achmad Deni Daruri President Director Center for Banking Crisis     Korporasi Alibaba segera akan mengganti para akuntannya…

AdhiKarya dan PPD Integrasikan Sistem Transportasi - Kawasan LRT City

      NERACA   Jakarta - PT AdhiKarya (Persero) Tbk, melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel menawarkan…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

"Saya Perempuan Anti Korupsi"

Gerakan "Saya Perempuan Anti Korupsi" (SPAK) dari Indonesia mendapat penghargaan International Anti-Corruption Excellence (IACE) Award dari PBB. IACE Award merupakan…

Deregulasi Dapat Menjadi Pencegahan Korupsi

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa deregulasi dapat menjadi salah satu strategi yang penting untuk mencegah praktik korupsi. "Salah satu strategi…

Paling Berbahaya "Corruption By Design"

Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas mengingatkan jenis korupsi yang paling berbahaya adalah korupsi yang dilakukan karena rekayasa yang dilakukan oleh…