APP Sepakati New York Declaration - Komitmen Peduli Lingkungan

NERACA

New York– Chairman Asia Pulp & Paper (APP) Group, Teguh Ganda Wijaya bersama beberapa perusahaan, pemerintah dan LSM menandatangani New York Deklaration on Forest di dalam sebuah acara di UN Climate Sumit 2014. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin

APP merupakan satu-satunya produsen pulp dan kertas dari Indonesia yang menanda tangani deklarasi yang merupakan komitmen internasional dan multi sektor pertama di dunia untuk menjaga hutan dan membantu mengatasi perubahan iklim ini. Seluruh penandatangan deklarasi ini telah berkomitmen untuk memperlambat dan menghentikan hilangnya hutan dunia dan merestorasikannya, dan pada saat yang bersamaan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, menegakkan hukum, keamanan pangan, ketahanan iklim dan konservasi keaneka ragaman hayati.

Dijelaskan, melalui deklrasi ini menjadi langkah penting untuk mengurangi emisi dari deforestasi dan meningkatkan restorasi hutan adalah kunci dalam mengatasi perubahan iklim. Kemitraan dibutuhkan untuk bekerja sama untuk mengurangi setengahnya tingkat hilangnya hutan alam secara global per tahun 2020 dan berusaha menghentikan hilangnya hutan alam per tahun 2030.

Selain itu, merestorasi 150 juta hektar bentang alam dan hutan yang terdegradasi per tahun 2020 dan secara signifikan meningkatkan tingkat restorasi secara global mulai saat itu dan seterusnya, yang akan merestorasi 200 juta hektar lahan lagi per tahun 2030 dan daftar lengkap komitment yang ada secara kolektif menargetkan untuk mewujudkan pengurangan emisi sebesar 4,5 – 8,8 milyar ton pada tahun 2030.

Kata Teguh Ganda Wijaya, perseroan percaya bahwa produk berbasis hutan dapat membantu karena produk ini menyimpan karbon, dapat didaur ulang, “Jika bahan bakunya berasal dari hutan tanaman industri yang dikelola secara lestari, seringkali lebih ramah lingkungan dibandingkan produk-produk alternatifnya,”ujarnya.

Sementara Sustainability Managing Director APP, Aida Greenbury menambahkan, pihaknya telah menunjukkan melalui kebijakan tanpa target ambisius untuk melindungi hutan yang tersisa di dunia ini dapat dibentuk, diimplementasikan dan diwujudkan oleh perusahaan yang beroperasi di negara berkembang,”Dalam pandangan kami, dimana pun sebuah perusahaan terkait dalam rantai pasokan kehutanan, mereka harus mengimplementasukan kebijakan ini dengan segera. Tidak boleh ada waktu yang terbuang,”paparnya.

APP mengumumkan Kebijakan Konservasi Hutan dan komitmen Tanpa Deforestasi di bulan Februari 2013, dan dalam 18 bulan terakhir telah berhasil mengimplementasikan kebijakan ini dengan sukses. Awal tahun ini, APP mengumumkan komitment lebih jauh untuk mendukung perlindungan dan restorasi satu juta hektar lanskap hutan tropis di Indonesia, salah satu komitmen konservasi paling ambisius yang pernah dibuat oleh perusahaan swasta di dunia. (bani)

Related posts