Sampoerna Unjuk Gigi Inovasi UKM Binaan - Tingkatkan Ekonomi Daerah

NERACA

Jakarta –Guna keberlanjutan bisnis rokoknya, produsen rokok batangan PT HM Sampoerna Tbk sangat peduli terhadap lingkungan dan termasuk perputaran roda perekonomian di daerah, tempat pabrik beroperasi. Oleh karena itu, kepedulian perseroan tehadap ekonomi warga dibuktikkan dengan melakukan binaan terhadap usaha kecil menengah baik dalam permodalan ataupun akses pasar penjualan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan dari berapa usaha kecil menengah (UKM) di bawah binaan perseroan, diantaranya unjuk gigi dalam Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PKK) Sampoerna di Sukorejo. Lima UKM binaan Sampoerna adalah Chrysant Candra Puspa pengusaha kerajinan dari eceng gondok, Lulut Sri Yuliani pengrajin aneka olahan berbahan baku tanaman mangrove, Khoirul dan Nur Fadilah yang bergerak di bidang makanan ringan, serta Nanik Hari pengusaha kerajinan daur ulang dari daun-daun kering. Kelima wirausahawan ini merupakan perwakilan dari ribuan UKM yang telah mendapatkan pelatihan pengembangan usaha dari Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna yang berlokasi di Sukorejo.

Manager CSR & Contributions PT HM Sampoerna Tbk, Taruli Aritonang mengatakan, melalui PPK Sampoerna, perseroan berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi kewirausahaan baik di tingkat lokal maupun nasional dengan memberikan serangkaian pelatihan yang didukung fasilitas penunjang agar para UKM dapat berkembang sesuai dengan jenis usaha yang diminati,”Kami berharap mampu menciptakan UKM yang mampu terus berinovasi dan siap berkompetisi setiap saat,”ujarnya.

Dia menjelaskan, PPK Sampoerna merupakan pusat pelatihan kewirausahaan yang didirikan di atas lahan seluas sekitar 27 hektar dekat pabrik di Sukorejo yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha kecil dan menengah melalui serangkaian kegiatan pelatihan terpadu. Untuk mendukung aktivitas-aktivitas di PPK Sampoerna, terdapat sejumlah fasilitas dan tenaga ahli yang membantu para UKM untuk dapat mengembangkan usahanya. Fasilitas yang tersedia meliputi rumah kaca, ruang riset dan pelatihan untuk pengembangan produk makanan, area demo untuk sayur organik dan buah-buahan, peternakan kambing dan sapi, serta area untuk inkubasi.

Bagi para UKM binaan yang telah mendapatkan pelatihan, PPK Sampoerna merupakan fasilitas yang mampu mendorong pengembangan usaha, baik dari sisi produk maupun pemasaran. Lulut Sri Yuliani pengrajin aneka olahan berbahan baku tanaman mangrove mengatakan bahwa UKM yang dijalankannya telah mampu menembus ke pasar internasional. Selain itu, dengan adanya kerjasama dengan dinas terkait, usahanya juga kerap dikunjungi tamu-tamu yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai proses pengolahan yang dilakukannya,“PPK Sampoerna sangat bermanfaat bagi para UKM karena selain menyediakan pelatihan dan fasilitas yang memadai, PPK Sampoerna juga memberikan motivasi agar kami mampu terus berinovasi untuk mengembangkan usaha kami. Hasilnya, diawali dengan usaha yang berskala kecil, setelah menerapkan materi pelatihan manajemen yang diberikan mengenai produk dan pasar, saya mampu memproduksi dalam jumlah yang besar untuk pasar yang lebih luas,” jelas Chrysant Candra Puspa seorang pengusaha aneka kerajinan enceng gondok.

Hal serupa juga dirasakan Nanik Heri seorang pengusaha kerajinan daur ulang dari daun-daun kering. Sejak aktif mengikuti program pelatihan di PPK Sampoerna, dirnya dapat menciptakan pengemasan produk yang lebih baik serta mendapat kesempatan untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya melalui PPK Sampoerna Expo. “PPK Sampoerna memberikan keterampilan yang dibutuhkannya untuk meningkatkan kualitas produk serta memperkenalkan hasil usahanya melalui PPK Sampoerna Expo,” ungkapnya.

Sampoerna berharap agar ke depannya akan semakin banyak UKM yang dapat merasakan manfaat dari PPK Sampoerna. Hal ini sejalan dengan tujuan Sampoerna untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia melalui peningkatakan kewirausahaan yang mampu memproduksi dan memasarkan produk ke pasar domestik dan internasional. (bani)

Related posts