Data Statistik Jadi Acuan Pembangunan Nasional

NERACA

Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin menegaskan sebagai lembaga yang menjamin akurasi data, kami bertanggung jawab untuk menjaga dan validasi akan data tersebut. Karena apa, data data statistik adalah dapat menjadikan rujukan bagi pembangunan bangsa jangka pendek maupun jangka panjang. “Tanpa data akan sulit dalam menyusun arah pembangunan Indonesia ke depan, maka dari itu data menjadi hal yang sangat penting sebagai rujukan penyusunan road map masa depan negara,” kata Suryamin dalam Seminar Hari Statistik Nasional (HSN) 2014 di Jakarta, Selasa (23/9).

Oleh karenanya, Suryamin berjanji akan terus meningkatkan kualitas data, mendorong pengguna data baik mahasisiwa, peneliti Kementrian/Lembaga (K/L) ataupun masyarakat umum agar menggunakan data hasil BPS dalam rangka program pembangunan nasional. “Data yang valid dan akurat menjadikan program pemerintah menjadi efektif. Itulah kami terus berusaha memperbaiki data yang valid terus menerus,” ujarnya.

Dia juga mengakui, saat ini Kebutuhan akan data dan informasi semakin meningkat di masyarakat. Maka peran BPS sebagai lembaga pemerintah penghasil data juga semakin krusial. "BPS pun berupaya untuk konsisten sesuai dengan visinya sebagai Pelopor Data Statistik Terpercaya untuk semua," tegasnya.

Namun dalam prakteknya, menurut Suryamin, BPS tidak dapat berjalan sendiri, dukungan pihak lain sangat mempengaruhi kualitas data yang dihasilkan. "Pihak-pihak yang terkait itu seperti pemerintah, perusahaan, masyarakat (rumah tangga), baik sebagai responden (provider) sekaligus sebagai pengguna (user)," terangnya..

Pada kesempatan yang sama, MenteriNegara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/KepalaBappenas, ArmidaAlisjahbanamembenarkan hal itu, dalam penyusunan rencana program baik jangka pendek, menengah, ataupun jangka panjang, kami mencari rujukan data dari BPS baik melihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi, data produksi, bahkan tingkat pengangguran dan lain sebagainya. Dari data itulah dibuat perencanaan melalui konsep dan metodologi dengan ukuran sistematika yang baik sehingga output yang dihasilkan bisa menjadi lebih efektif. “Data dari BPS sangat penting bagi kami dalam membuat perencanaan pembangunan nasional,” katanya.

Sedangkan menurut Anggota Tim Transisi Jokowi – JK Arif Budimanta mengatakan arah pembangunan nasional yang diusung oleh pemerintah baru mendatang adalah pembangunan berbasis sumber daya manusia (SDM) oleh karenanya perlu didukungan dari penyediaan data nasional yang baik. di sini peran badan statistik seperti BPS menjadi sangat penting dalam menunjang pembangunan nasional dengan penyediaan data sebagai acuan.

"BPS akan berperan lebih signifikan ke depannya karena pemerintah yang akan datang mengusung pembangunan berbasis SDM. Di sini peran data yang akurat menjadi penting ketika kita melakukan pengukuran terhadap target pembangunan ke depan," tuturnya.

Namun untuk jangka pendek, setidaknya BPS diharapkan bisa menyajikan data-data yang diperlukan oleh pemerintahan mendatang sebagai tolak ukur pencapai program-program yang telah disusun.

"Misalnya kita punya target untuk meningkatkan rasio pajak, kita harapkan dapat proviling wajib pajak yang berbasis pada profesi tertentu dari badan seperti BPS . Jadi memang ada pengukuran yang perlu dilakukanimprovement. Ke depan, BPS harus berperan sebagai pusat data nasioanal yang tidak terpisah-pisah," tandasnya. [agus]

Related posts