Acset Rambah Bisnis Alat Sewa Konstruksi - Suntik Modal Rp 14 Miliar

NERACA

Jakarta – Bisnis sektor konstruksi sejauh ini masih sangat menjanjikan seiring dengan kebijakan pemerintah baru yang bakal meneruskan program infrastruktur Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Maka untuk memanfaatkan kondisi pasar yang masih menjanjikan tersebut, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mendirikan anak perusahaan baru yang bergerak di bidang penyewaan alat-alat konstruksi. Anak usaha ACST ini diberi nama PT ATMC Pump Services.

Sekretaris Perusahaan PT Acset Indonusa Tbk, Any Setyowati dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, modal dasar yang di investasikan perseroan untuk bisnis alat konstruksi sebesar Rp 14 miliar dan modal yang disetor sebesar Rp 3,5 miliar.

Disebutkan, komposisi kepemilikan saham perseroan dalam PT ATMC Pump Services, yakni sebesar 55% saham dari keseluruhan saham di perusahaan tersebut. Sekedar informasi, pada Juli lalu perseroanjuga mendirikan anak usaha baru, yakni PT Aneka Raya Konstruksi Mesindo, yang bergerak di bidang perdagangan besar dan pelayanan purnajual.

Sebagai informasi, sebelumnya perserian juga telah membentuk anak usaha baru yang bergerak di bidang usaha penjualan dan penyewaan alat berat yaitu PT Sacindo Machinery. Disebutkan, perseroan menyetor modal dasar sebesar Rp10 miliar, dan modal disetor sebesar Rp3,5 miliar.

Kata Any Setyowati, pembentukan perusahaan baru ini sejalan dengan niat perseroan untuk memperbesar size bisnis utama perseroan di bidang jasa konstruksi. Adapun komposisi kepemilikan saham perseroan dalam perusahaan tersebut, yaitu sebesar 78%. Masih adanya peluang di bidang ini untuk alat-alat tertentu, dan masih sedikitnya perusahaan yang menekuni bisnis ini. menjadi salah satu alasan Acset untuk segera memulai bisnis penyewaan alat berat.

Selain anak usaha baru di bidang alat berat, perseroan juga berencana membentuk perusahaan patungan di Myanmar sebagai pengembangan bisnis perusahaan. Saat ini perseroan masih menunggu keputusan dari pihak Myanmar terkait proses pembentukan perusahaan patungan tersebut,”Rencananya membentuk anak perusahaan baru untuk ekspansi ke Myanmar dan masih dalam tahap pengurusan,” kata Direktur Keuangan Acset Indonusa Agustinus Hambadi.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp1,3 triliun dengan laba bersih Rp120 miliar. Nantinya, target tersebut akan didukung pengembangan bisnis baru melalui anak perusahaan, seperti penyewaan alat berat dari kontrak-kontrak baru di tahun 2014 dan sebagian carry over tahun lalu. Sementara untuk kontrak baru, tahun ini perseroan menargetkan sebesar Rp 1,5 triliun. Angka tersebut turun sekitar 7% dibanding realisasi 2013.

Target kontrak baru tersebut tetap bertumpu pada proyek-proyek swasta, seperti pembangunan gedung bertingkat dan apartemen. Diketahui, Acset merupakan perusahaan kontruksi dengan bisnis terintegrasi, spesialisasi pondasi dengan konstruksi bangunan. Misalnya, untuk proyek mass rapid transit (MRT), manajemen perseroan mengaku memiliki alat untuk konstruksi khusus seperti itu. Perseroan juga memulai menjadi sub kontraktor untuk pekerjaan sipil di pembangkit listrik. Rencananya, perseroan akan mecoba tidak saja fokus di bangunan, tetapi juga terus ekspansi ke proyek-proyek strategis lain. (bani)

BERITA TERKAIT

Presiden Inginkan Kualitasnya Setara Jepang dan Jerman - Kualitas Pekerja Konstruksi

    NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan keyakinannya bahwa kualitas konstruksi karya tenaga kerja Indonesia bisa setara…

Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi - Penanaman Modal di Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengungkapkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…