Naik Signifikan Cadangan Devisa Indonesia

Jadi US$ 124,5 M

Rabu, 24/08/2011

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat adanya kenaikan cadangan devisa RI secara signifikan. Pada awal Agustus 2011, tercata hanya sebesar US$ 123 miliar. Berdasarkan data BI 19 Agustus 2011, jumlah cadangan devisa RI sudah mencapai US$ 124,5 miliar. "Data akhir minggu ketiga atau 19 Agustus 2011 cadangan devisa mencapai US$ 124,5 miliar," kata Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono kepada wartawan di Jakarta,23/8

Lebih jauh Hartadi menjelaskan peningkatan cadangan devisa ini dikarenakan kondisi perekonomian global maupun dalam negeri yang sempat terkena imbas krisis AS dan Eropa sudah kembali normal. "Kondisi kita melihat sudah kembali normal," terangnya.

Hartadi menambahkan kepemilikan asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) per 19 Agustus 2011 mencapai Rp 54,5 triliun atau masih menguasai 31,85% dari total SBI. "Sedangkan untuk Surat Berharga Negara (SBN) kepemilikan asing tercatat Rp 245,7 triliun atau 33,94% dari total SBN," jelas Hartadi.

Berikut catatan cadangan devisa RI sejak awal Januari 2011, Januari 2011: US$ 95,3 milliar, Februari 2011: US$ 97 miliar, Maret 2011: US$ 105,7 miliar, April 2011: US$ 116,5 miliar, Mei 2011: US$ 118 miliar, Juni 2011: US$ 119,65 miliar, Juli 2011: US$ 122,7 miliar, 19 Agustus 2011 : US$ 124 miliar.

Sebelumnya, Direktur Riset dan Kebijakan Moneter BI, Perry Warjiyo sudah meyakini adanya gejala kenaikkan cadangan devisa Indonesia. Alasanya, sampai pekan kedua Agustus 2011, cadangan devisa RI sudah menembus USD123 miliar. Jumlah tersebut naik dari posisi akhir Juli 2011, sebesar USD122,7 miliar. "Posisi sekarang sekitar USD123 miliar lebih,” ujarny saat itu.

Bahkan Perry sangat optimis cadangan devisa ini terus bertambah hingga akhir Agustus 2011. Alasanya capital inflow masih terus mengalir. “Sampai akhir bulan kemungkinan akan naik selama penerimaan devisa masih terus tinggi, seiring dengan capital inflow (aliran masuk modal asing) masuk, naturalnya cadangan devisa akan tetap naik," ujarnya

Bank sentral melihat walaupun ada pengeluaran dana untuk intervensi rupiah, namun trennya diperkirakan tetap akan bertahan sampai akhir tahun. "Yang kita keluarkan kemarin kan tidak terlalu besar, Anda lihat sendiri dari 5 Agustus cadangan devisa kita naik atau enggak," tambahnya

Lebih jauh dia mengatakan, sampai saat ini, penerimaan minyak dan gas, serta ekspor Indonesia masih sangat besar, jauh lebih besar dari kebutuhan menstabilkan nilai tukar rupiah sehingga cadangan devisa akan tetap naik. "Nilai tukar stabil. Kita punya prosedur yang sudah baku, kita bisa atasi gejala eksternal dengan baik," imbuhnya. **cahyo