PNM Berkontribusi Besar Kembangkan UKM - Cirebon, Jawa Barat

NERACA

Cirebon – PT Permodalan Nasional Madani atau PNM secara berkesinambungan selalu melakukan pelatihan-pelatihan terhadap nasabahnya untuk mempersiapkan pengusaha UMKM yang tangguh.Kali ini PNM cabang Cirebon melalui klaster Rajagaluh melaksanakan Pengembangan Kapasitas Usaha dengan mengambil tema “Bersama
PNM-ULaMM, Kita Jadikan Wirausaha Maju dan Berdaya Saing.” Menyambung tema yang diusung tersebut, dikarenakan saat ini pertumbuhan pelaku usaha mikro di wilayah Cirebon berkembang denganpesat.

Executive Vice President I PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Arief Mulyadi menjelaskan, kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMK) memerlukan dorongan dalam meningkatkan kompetensi agar mereka menjadi wirausahawan yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, PNM sebagai lembaga keuangan non-bank milik Negara berkewajiban untukmemberikan pelatihan dan pendampingan usaha untuk mewujudkannya.

“Program Pengembangan Kapasitas Usaha yang dilakukan oleh PNM seperti inilah yang menjadi pembeda dari lembaga pembiayaan lainnya, harapannya kedepan bisa mempercepat peningkatan kesejahteraan bisnis dari para pelaku UMKM di Indonesia,” kata Arief, di Cirebon, Jawa Barat, Senin (22/9).

Pelatihan kali ini bertempat di salah satu restoran tradisional terkenal di kota Majalengka. Acara tersebut menarik perhatian khusus dari Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama –Kota Cirebon yaitu Drs. H. Suardi Karyono M.Mpd.

Permasalahan utama, tambah Suardi, yang dihadapi oleh para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) secara khusus adalah dari sisi manajemen dan pengembangan bisnisnya. Pelaku UMKM umumnya hanya fokus pada produksi dan terkadang faktor manajemen serta ide kreatif dalam mengembangankan bisnis kurang menjadi prioritas dalam rencana usaha yang dijalani.

Pemimpin PNM Cirebon, Budi Santosa mengungkapkan melalui program inidiharapkan pelaku usaha UMKM wilayah Cirebon yang sudah menjadinasabah PNM dan telah mendapatkan pelatihan-pelatihan serupa akan semakin siap menyambut persaingan dengan pengusaha sejenis secara lokal maupun cakupan yang lebih luas yaitu daerah hingga regional.

“Sejak mengawali kick off program PKU di wilayah Cirebon yang dimulai dari tahun 2013, berbagai macam pelatihan dengan berbagai macam tema pula telah dilakukan mengikutikarakteristik daerah sekitar. Cirebon yang memiliki lokasi strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah menstimuli perkembangan usaha mikro kecil (UMK) untuk terustumbuh di daerah ini,” tambah Budi.

Sekadar informasi, hingga Agustus 2014 pencapaian outstanding klaster Rajagaluh mencapai Rp25,2 miliar dengan jumlah nasabah mencapai 717 nasabah pada bulan yang sama. Secara keseluruhan hingga Agustus 2014 PNM cabang Cirebon telah mencapai outstanding Rp176,9 miliar atau naik sekitar 5,06% dari tahun sebelumnya pada bulan yang sama yang mencatatkan outstanding sebesar Rp168,6 miliar. Adapun nasabah yang saat ini tercatat mencapai total 4.301 nasabah.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) adalah sebuah Lembaga Keuangan Khusus yang sahamnya 100% milik Pemerintah. Tugas utama PNM adalahmemberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar.

Dengan dukungan Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, PNM dikelola dengan prinsip-prinsip profesionalisme, transparansi, dan good corporate governance (GCG) siapmelangkah memasuki era Indonesia Baru, menuju masyarakat Madani yangdicita-citakan. [mohar]

BERITA TERKAIT

PII : Skema KPBU Mulai Banyak Diminati Investor - Resmikan SPAM Semarang Barat

        NERACA   Semarang - Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)…

PNM Jambi Gelar Pelatihan Klasterisasi Petani Sawit

PNM Jambi Gelar Pelatihan Klasterisasi Petani Sawit NERACA Jambi - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) cabang Jambi gelar pelatihan dan…

Indonesia Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah

  NERACA Surabaya - Indonesia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim perlu lebih cepat mengejar ketertinggalan ekonomi syariah dibanding negara-negara…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Masalah Fintech, LBH dan OJK Masih Deadlock

      NERACA   Jakarta - Pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta belum…

Penyaluran KUR 2018 Capai 95,2%

    NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)…

Bank Nagari Didorong jadi Bank Syariah

    NERACA   Padang - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat (Sumbar) mendorong percepatan konversi Bank Pembangunan Daerah Sumatera…