Ekspansi Bisnis Baja KS Dari Hulu Sampai Hilir - Kembangkan Induk dan Anak Usaha

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan kinerja kedepan, produsen baja PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) terus mengenjot pembangunan infrastruktur penunjang guna mendukung ekspansi dan pertumbuhan produksi baja di masa depan. Langkah pengembangan induk dan anak usaha perseroan ditargetkan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan dan grup.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Irvan K Hakim mengatakan, langkah pengembangan induk dan anak usaha ini akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Krakatau Steel maupun group.

Menurutnya, hal ini akan menempatkan Krakatau Steel dan group menjadi grup usaha yang dominan, tidak hanya di sektor baja, tapi juga sektor lain, khususnya port services, air industri, industrial estate, properti, energi listrik, dan engineering,”Ke semuanya diharapkan akan berkembang lebih pesat lagi pada masa lima tahun mendatang,”ujarnya di Jakarta, Senin (22/9).

Hal ini juga dimaksudkan untuk mengimbangi masa-masa sulit, jika ekonomi dunia atau industri baja global khususnya di China mengalami pelemahan sebagaimana yang terjadi tiga tahun terakhir ini. Irvan memaparkan, pengembangan infrastruktur penunjang dilakukan antara lain melalui PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS), yang telah meresmikan fasilitas kepelabuhanan, dengan membangun dermaga 3, 5, dan 6, sehingga kapasitas bongkar muat berhasil ditingkatkan menjadi 25 juta ton per tahun, sekaligus menjadi pelabuhan curah terbesar dan terdalam di Indonesia.

Untuk peningkatan pelayanan, PT KBS juga tengah merencanakan untuk mengembangkan fasilitas pergudangan yang disebut Integrated Warehouse Facility. Sementara di bidang energi, anak usaha lainnya, PT Krakatau Daya Listrik melakukan usaha produksi listrik yang efisien melalui penambahan fasilitas Combined Cycle Power Plant sebesar 120 megawatt (MW).

Selain itu, bersama dengan Posco Energy membentuk perusahaan joint venture PT Krakatau Posco Energy berkapasitas produksi 200 MW, sehingga kapasitas total produksi energi meningkat menjadi 720 MW,”Ke depan, melalui anak usaha tersebut, Krakatau Steel masih berpotensi untuk mengembangkan energi listrik yang lebih efisien hingga 30% dari listrik PLN,”kata Irvan.

Sementara Senior Vice President Head of Corporate Secretary PT Krakatau Steel Tbk, Iip Arief Budiman menuturkan, perseroan sedang membangun pabrik blast furnace yang akan membuat kinerja pabrik akan jauh lebih efisien.

Proyek pembangunan blast furnace dengan investasi sebesar US$ 540 juta sedang berjalan dan akan rampung pada akhir kuartal III tahun 2015. Selain itu, pembangunan jalur produksi baru juga akan dibuat, yakni dengan membangun pabrik hot strip mill (HSM) II berkapasitas 1,5 juta ton per tahun, dengan nilai investasi sebesar US$ 480 juta, ditargetkan selesai pada 2017.

Selain dengan NSSMC, perseroan juga menggandeng perusahaan baja dunia lainnya, yakni Osaka Steel Corporation untuk mendirikan perusahaan patungan bernama PT Krakatau Osaka Steel, yang akan memproduksi baja untuk kebutuhan sektor konstruksi. Dimana investasi disiapkan sebesar US$ 220 juta, dengan kapasitas produksi pabrik sebanyak 500.000 ton. (bani)

BERITA TERKAIT

Penguatan Industri Hulu Jadi Salah Satu Prioritas Utama

NERACA Jakarta – Pemerintah menyiapkan langkah strategis perekonomian 2020-2024 yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor manufaktur. Ada…

Danai Ekspansi Bisnis Protelindo - TOWR Raih Pinjaman MUFG US$ 508,58 Miliar

NERACA Jakarta- Dalam mendukung pengembangan bisnisnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) belum lama ini mendapatkan pinjaman dari MUFG Bank…

Mengadopsi Kesuksesan di Jepang - OJK Inisiasi Nabung Saham Bagi Anak-Anak

NERACA Jakarta – Perluas basis investor domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus giat melakukan sosialisasi dan edukasi pasar modal dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…