Kuota Ekspor Konsentrat Newmont 304 Ribu Ton

NERACA

Jakarta – PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) telah mendapatkan izin kembali untuk melakukan ekspor konsentrat tembaga setelah menyetujui untuk menaati aturan pemerintah, salah satunya adalah membangun pabrik pemurnian atau smelter. Untuk ekspor, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) R.Sukhyar mengatakan bahwa ekspor konsentrat Newmont dikenakan kuota.

Sukhyar menjelaskan dengan diberikannya izin kembali untuk melakukan ekspor maka perusahaan raksasa tambang asal Amerika tersebut tidak perlu khawatir kembali mengelola hasil bumi di Batu Hijau, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. “Kami kirim sudah, rekomendasi di Kementerian Perdagangan. Kuota ekpsornya 304.515 ton untuk enam bulan ke depan,” kata Sukhyar di Jakarta, Senin (22/9).

Rekomendasi ESDM bagi Newmont untuk ekspor dibuat pada 9 September 2014. Rekomendasi itu meliputi kadar tembaga (kuprum/Cu ) 23-26 persen, kandungan emas (aurum/Au) 30- 0 gram per ton, dan kandungan perak (argentum/Ag) 30-70 gram per ton. Perkiraan harga 1.926-2.116 dollar AS metrik ton. Tujuan ekspor adalah Jepang, Jerman, Korea Selatan, Tiongkok, India, Filipina, Finlandia, Bulgaria, dan Swedia.

Sukhyar menjelaskan, kalau kuota sebesar 300.000 ton itu bisa bertambah lagi apabila NNT membangun smelter sendiri. Maka dari itu, mitra bisnis ini harus dipertemukan dengan pemerintah yang berusaha untuk memfasilitasi. “Baik membangun sendiri atau bekerjasama dengan pihak ketiga,” lanjutnya.

Atas rekomendasi ekspor yang diperoleh NNT maka pihaknya akan menempatkan jaminan kesungguhan pembangunan smelter sebesar USD25 juta. Jaminan tersebut merupakan bukti keseriusan NNT membangun smelter. “Besaran jaminan akan dihitung 5% dari nilai investasi semleter yang akan dibangun nanti,” katanya.

Sebagai informasi, NNT dan pemerintah telah menyepakati amandemen renegosiasi dan sepakat membayar Bea Keluar (BK) sebesar 7,5% atau sama dengan PT Freeport Indonesia. BK tersebut dapat berkurang hingga 0% apabila kemajuan pembangunan smelter sudah lebih dari 30% sesuai dengan aturan Kementerian Keuangan.

Sesuai aPeraturan Menteri ESDM No 1/2014 masih memperkenankan kegiatan ekspor konsentrat hingga 12 Januari 2017. Beleid tersebut juga mengatur besaran volume eskpor produk mineral olahan tanpa pemurnian tersebut yang harus sesuai dengan daya serap kapasitas pabrik pemurnian (smelter) yang sedang dibangun.

Rencananya, Newmont akan memasok konsentrat ke smelter Freeport yang berkapasitas bahan baku 1,6 juta ton per tahun. Alhasil, maksimal kuota ekspor yang diberikan ke Newmont dan Freeport selaku penyuplai konsentrat ke smelter Freeport sebesar 4,8 juta ton hingga 2016. "Kuota ekspor tidak boleh lebih dari kapasitas smelter tiga tahun ke depan atau sampai 2016," katanya.

Asal tahu saja, Freeport hanya akan memakai kuota ekspor 4,45 juta sampai 2016, sehingga sisanya 350.000 ton akan diberikan untuk Newmont sebagai kuota ekspor. Sukhyar meminta, Newmont tidak hanya mengandalkan smelter Freeport dan harus membangun smelter sendiri untuk mendapatkan kuota ekspor yang besar.

Dengan membangun smelter sendiri, kuota ekspor bagi Newmont tentu dapat bertambah. "Untuk penerbitan SPE di tahun ini, kami masih tetap mengacu smelter Freeport, sehingga Jaminan kesungguhannya tetap senilai US$ 25 juta," kata dia.

BERITA TERKAIT

Realisasi Ekspor Kabupaten Sukabumi Hingga Oktober Capai 8,57 Persen

Realisasi Ekspor Kabupaten Sukabumi Hingga Oktober Capai 8,57 Persen NERACA Sukabumi – Seksi Perdagangan Luar Negeri (PLN) pada Bidang Perdagangan…

Ekspor Banten Oktober Naik 6,23 Persen

Ekspor Banten Oktober Naik 6,23 Persen NERACA Serang - Nilai ekspor Banten Oktober 2017 naik 6,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya…

UKM Orientasi Ekspor Diminta Manfaatkan Jasa Konsultasi Eximbank

    NERACA   Batam – Pemerintah mendorong kepada eksportir untuk masuk ke pasar non tradisional. Negara-negara tujuan ekspor non…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Indonesia-Tanzania Tingkatkan Relasi Perdagangan

NERACA Jakarta – Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein pada Jumat (24/11)…

Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terus Dijaga

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (Bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaam Nasional…

Dunia Usaha - HIMKI Tentang Wacana Dibukanya Kran Ekspor Log dan Bahan Baku Rotan

NERACA Jakarta - Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto mengatakan sampai saat ini masih ada pihak-pihak yang…