Total Emisi Obligasi di Bursa Rp 28,8 Triliun

NERACA

Jakarta- Sepanjang tahun 2014, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi surat utang atau obligasi dan sukuk sebanyak 31 emisi dari 27 emiten senilai Rp28,842 triliun. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (22/9).

Dijelaskan, jumlah tersebut tumbuh seiring dengan dicatatnya obligasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. Disebutkan, beberapa emiten yang menerbitkan obligasi adalah

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tahap II tahun 2014 sebesar Rp1 triliun yang terdiri atas seri T dengan tingkat bunga tetap dalam jangka waktu lima tahun.

Disebutkan, hasil pemeringkatan untuk obligasi itu adalah idAA (double A) dengan outlook stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Sementara bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.

Selain itu, ada PT Mitra Adiperkasa Tbk menerbitkan obligasi berkelanjutan I Mitra Aiperkasa tahap III tahun 2014 senilai Rp350 miliar, terdiri atas seri A senilai Rp150 miliar bertenor tiga tahun, dan seri B sebesar Rp200 miliar bertenor lima tahun.

Dimana oligasi PT Mitra Adiperkasa Tbk mendapat peringkat idAA- (double A minus) dengan outlook stabil dari Pefindo. Sementara bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk. Dijelaskan, dengan pencatatan obligasi itu maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 260 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp220,352 triliun dan US$ 100 juta, diterbitkan oleh 109 emiten.

Sementara surat berharga negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 93 seri dengan nilai nominal Rp1.180,89 triliun dan lima Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp2,05 triliun. Direktur Utama PT Peringkat Efek Indonesia (Pefindo), Ronald Taufik Andi Kasim pernah bilang, krisis ekonomi yang tengah menghantui pasar global ternyata tak menyurutkan minat penerbitan obligasi di Indonesia,”Pasar obligasi di Indonesia masih bagus apalagi Bank Indonesia (BI) tidak menaikan BI rate dan ini jadi pemicu beberapa perusahaan untuk terbitkan obligasi,”ujarnya.

Lebih lanjut, kata Ronald, jika investor lokal pun semakin tertarik masuk ke pasar obligasi. Sehingga tidak ada alasan lagi perusahaan-perusahaan tersebut menunda penerbitan surat utang. Pasar obligasi Indonesia saat ini masih didominasi perusahaan keuangan seperti perbankan dan multifinance.

Pefindo sendiri menargetkan jumlah emisi obligasi yang beredar dipasar untuk tahun ini mencapai Rp 50 triliun. Padahal tahun lalu obligasi di pasar mencapai Rp 43 triliun. "Per Juni lalu obligasi yang beredar di pasar sudah mencapai Rp 25 triliun dimana 87% pemeringkatan dilakukan di Pefindo," tambah Ronald.

Di lain pihak, hingga awal September ini Pefindo sudah melakukan rating terhadap 36 perusahaan. Padahal jumlah itu tersebut merupakan target yang dibuat perusahaan tahun ini. Walaupun begitu, Ronald belum mau menargetkan kembali berapa perusahaan yang akan di rating hingga akhir tahun mendatang. (bani)

Related posts