Pengelolaan Terumbu Karang RI Diakui Dunia

NERACA

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo menjelaskan, Indonesia diakui oleh dunia internasional telah merajai dalam hal pengelolaan terumbu karang secara berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan diberikannya penghargaan Coral Conservation Prize di San Fransisco, AS. Diakuinya Indonesia dalam pengelolaan terumbu karang secara lestari dan berkelanjutan, karena Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menempuh 3 langkah strategis.

“Ketiga langkah itu yakni komitmen nyata terhadap kebijakan pelestarian terumbu karang dengan membangun manajemen konservasi laut. Kedua, dengan melibatkan manajemen dan perlindungan sumber daya yang diikuti dengan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. Dan terakhir, penguatan kemitraan global dalam mengelola terumbu karang. Indonesia percaya bahwa ketiga poin penting tersebut merupakan faktor kunci untuk mempertahankan terumbu karang,” kata Sharif, dikutip dari keterangan pers, Senin.

Lebih lanjut, Sharif menyampaikan agar komunitas global menekankan upaya-upaya sistemik, komprehensif dan sinkronisasi sehingga berujung pada terciptanya kebijakan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya terumbu karang. Sementara itu, dalam acara penganugerahan tersebut, dua penggiat terumbu karang Nyoman Sugiarta dan Abdul Manap terpilih sebagai pemenang penghargaan Coral Conservation Prize dari Coral Reef Alliance berkat peran aktif mereka dalam penyelamatan terumbu karang secara berkelanjutan. Pemenang Coral Conservation Prize itu berhasil menyisihkan tujuh nominasi pengiat terumbu karang lainnya dari lima negara di dunia, diantaranya Fiji, Hawai, Honduras, Mexico dan Palmyra.

“Dedikasi mereka, keinginan mereka, semangat mereka menginspirasi kita untuk menggemakan komitmen nasional dan global untuk mengatasi tingkat serius degradasi terumbu karang dan panggilan untuk kerja sama yang lebih konkrit dalam pengelolaan terumbu karang secara berkelanjutan,” tambahnya.

Pengelolaan terumbu karang secara lestari dan berkelanjutan sangatlah penting. Mengingat ekosistem terumbu karang sangat produktif dalam mendukung kehidupan masyarakat lokal. Di Indonesia sendiri, tak kurang dari 60 juta masyarakat hidup di sepanjang garis pantai yang bergantung pada ekosistem terumbu karang. Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Jika ditinjau dari sisi sosial ekonomi, terumbu karang merupakan sumber daya kelautan dan perikanan yang produktif sehingga dapat meningkatkan pendapatan nelayan, penduduk pesisir, dan pemasukan bagi devisa negara. Semisalnya saja, budidaya kerang mutiara yang berkaitan erat dengan terjaganya ekosistem terumbu karang. Seperti diketahui, Indonesia telah menjadi produsen terbesar penghasil mutiara laut selatan sejak tahun 2005. Dimana Indonesia menguasai 50% dari total produksi mutiara dunia dengan nilai ekspornya telah menyentuh angka US$ 29 juta.

Sebagai gambaran, Indonesia merupakan menjadi negara bahari terbesar dunia. Lebih dari 310 juta ha atau 70% luas wilayahnya terdiri dari lautan, dimana sumber daya kelautannya memiliki tingkat keragaman hayati (biodiversity) yang sangat tinggi.

Related posts