Pendapatan Kerek Laba ADHI Turun 12,46%

NERACA

Jakarta – Perusahaan konstruksi, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan penurunan laba bersih sepanjang semester pertama tahun ini sebesar 12,46% dari 68,44 miliar pada semester pertama tahun 2013 menjadi Rp59,91 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur PT Adhi Karya Tbk, Supardi menjelaskan, meningkatnya beban pokok pendapatan dan penurunan pendapatan usaha menyebabkan merosotnya laba bersih perseroan pada semester pertama tahun ini. Selain itu,perseroan juga membukukan pendapatan usaha selama enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp 42 miliar.

Sedangkan pendapatan ventura bersama konstruksi berada di angka Rp43 miliar dan kenaikan beban usaha perseroan mencapai Rp28 miliar,”Meningkatnya beban usaha terkait beban pegawai akibat adanya penyesuaian pendapatan pegawai kurang lebih 36%, hal ini untuk menyesuaikan kondisi pasar, khususnya untuk industri sejenis," kata Supardi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, terkait dengan beban umum sebagai akibat adanya inflasi, sehingga terdapat kenaikan beban umum lainnya, diantaranya telekomunikasi dan transportasi untuk keperluas dinas. Selain itu, biaya konsultasi dalam rangka pengembangan usaha.

Menurutnya, strategi perseroan untuk mengembalikan outlook menjadi stabil, yaitu dengan agresif dalam proses pelelangan dan tender proyek baru. Selain itu, kata Supardi, ke depan perseroan akan memperhatikan struktur biaya untuk mengefisiensi dengan pola engineering analysis. ADHI juga akan melakukan konsolidasi proyek EPC dengan peningkatan kapabilitas dan menyelesaikan proyek on going.

Sebagai informasi, hingga Juni 2014 tidak hanya laba bersih perseroan saja yang terkoreksi 12,46%. Namun juga pendapatan ikut turun, dari Rp3,33 triliun di semester pertama 2013 menjadi Rp3,19 triliun pada semester pertama tahun ini.

Asal tahu saja, perseroan sepanjang semester pertama tahun ini berhasil memperoleh kontrak baru sebesar Rp3,5 triliun. Kontrak baru ini didominasi proyek-proyek gedung sebesar 59,4%, jalan dan jembatan 19,8% dan sisanya proyek infrastruktur lainnya. Disebutkan, beberapa nama proyek antara lain proyek pembangunan RSUD Kota Banjarbaru senilai Rp199,1 miliar, proyek perkuatan Dermaga Tanjung Priok senilai Rp135,9 miliar, proyek Jetty dan Coal Handling milik PT Pusri (Persero) Palembang senilai Rp154,0 miliar, dan proyek-proyek lainnya.

Melalui anak perusahaan, PT Adhi Persada Gedung (APG) yang baru mulai beroperasi Januari 2014, telah diperoleh kontrak pekerjaan gedung senilai Rp901,1 miliar. Nilai itu di antaranya dari proyek Cengkareng Business City LOT 5 senilai Rp321,1 miliar, proyek Easton Park Apartment di Serpong Rp175,7 miliar, dan proyek Gedung Alfa Bonaventura RS Atmajaya sebesar Rp135,1 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Ditopang Pendapatan Grup - Pendapatan Operasional GMF Tumbuh 7%

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai US$…

Ekspor Sumsel Januari 2019 Turun 17,24 Persen

Ekspor Sumsel Januari 2019 Turun 17,24 Persen NERACA Palembang - Nilai ekspor Sumatera Selatan (Sumsel) melorot pada Januari 2019 sebesar…

Elnusa Bukukan Pendapatan Rp 6,6 Triliun

Tahun 2018 kemarin, PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp6,6 triliun atau naik 34,69% dibanding tahun 2017 sebesar Rp4,9…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…