Crown Kebanjiran Permintaan Properti

Kekurangan pasokan perumahan, tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga di kota terbesar di Australia. Oleh karena itu, pasar properti Australia saat ini menjadi topic panas lantaran permintaan rumah terus menaik secara signifikan melebihi pasokan perumahan di Sydney.

Menurut CEO Group Crown, Iwan Sunito, pergeseran global dalam cara hidup masyarakat akan terus mendorong permintaan akan perumahan di Sydney,”Masyarakat saat ini terus melakukan perampingan, yang mendorong permintaan akan apartemen,”ujarnya di Sydney dalam siaran persnya, kemarin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Global Health Observatory memprediksi pada tahun 2050 tiga perempat atau sekitar 75% dari populasi dunia akan tinggal di kota, naik dari 54% pada 2014 dan 34% pada tahun 1960. Maka menjawab kebutuhan perumahan di kota, Crown Group pekan lalu mengumumkan proyek resedesial dan komersial baru senilai Rp. 2,5 triliun, Crown Sydney, yang akan dibangun di jantung kota Sydney - pada 161 Clarence Street dan akan diluncurkan untuk dijual secara internasional pada tanggal 22 November.

Crown Group yang dikenal akan kualitas, apartemen bergaya resor dan memiliki lokasi dekat dengan pusat transportasi dan pekerjaan di kota, telah berhasil menciptakan serangkaian proyek perumahan yang sukses di Sydney sejak didirikan pada tahun 1996.

Ribuan permintaan dari seluruh dunia telah diajukan untuk apartemen baru dengan 25 lantai, Crown Sydney, sejak pendaftaran dibuka pada bulan Maret. Kata Sunito, pergeseran populasi global ke kawasan perkotaan semakin jelas di Sydney dimana apartemen menjadi semakin popular,”Ada perubahan dalam preferensi gaya hidup bagi kaum muda dan tua, menuju hidup dengan perawatan yang lebih rendah, dekat dengan pertokoan, pusat pendidikan, transportasi dan pekerjaan,”jelasnya.

Dia menambahkan, jumlah permintaan yang besar merupakan respon konsumen atas kepercayaan mereka terhadap Crown Group dan desain arsitektur bangunan yang diciptakan oleh Koichi Takada. (bani)

BERITA TERKAIT

Patok Harga IPO Rp 103 Per Saham - Nusantara Properti Raup Dana Rp 200 Miliar

NERACA Jakarta – Menyusul emiten yang sudah tercatat di pasar modal awal tahun ini, bakal di ikuti PT Nusantara Properti…

Kebanjiran Kontrak Baru - WEGE Incar Pendapatan Rp 7,72 Triliun

NERACA Jakarta – Seiring optimisme pertumbuhan pasar properti, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan pendapatan tahun ini sebesar…

Pasar Properti Jakarta Menunggu Momentum Pemulihan

Pasar Properti Jakarta Menunggu Momentum Pemulihan NERACA Jakarta - Konsultan properti, Colliers International, menyatakan pasar properti yang terdapat di wilayah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…