Badan Hukum CCG Berbeda Dengan Koperasi - Menjawab Kekeliruan

NERACA

Jakarta - Salah satu jajaran Direksi dari PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CCG) Jofial Mecca Alwis menegaskan bahwa perusahaan Cipaganti Citra Graha (CCG) yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten CPGT merupakan badan hukum yang berbeda dengan Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada (KCKGP). Hal itu ditegaskan Jofial mengingat adanya sejumlah masyarakat yang menuntut CCG untuk mengembalikan investasi mereka yang tertanam di KCKGP.

Jofial yang juga menjabat sebagai Direktur Komunikasi Korporasi PT. Cipagantai Citra Graha (CCG) mengatakan bahwa masyarakat perlu mengentahui hal ini dengan jelas. "Kekeliruan sejumlah oknum Mitra Usaha KCKGP yang menuntuk CCG untuk mengembalikan invstasi mereka yang tertanam di KCKGP perlu diluruskan karena tidak tepat sasarannya. Kenyataan bahwa KCKGP dan CCG menggunakan kata yang sama yaitu Cipaganti bukan berarti masalah antara Mitra Usaha KCKGP dapat ditagihkan kepada kami. Untuk itulah kami perlu menyampaikan bahwa CCG dan KCKGP adalah entitas yang sangat berbeda," ungkap Jofial dalam keterangan resmi yang diterima, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, kesimpangsiuran yang terjadi dan mengakibatkan kesalahpahaman tersebut dimulai saat beberapa bulan lalu Andianto Setiabudi yang merupakan pendiri KCKGP dan juga Direktur Utama CCG dan beberapa petinggi KCKGP yang juga petinggi di CCG diadukan ke pihak berwajib dan ditahan karena tidak dapat membayar kewajiban kepada Mitra Usaha KCKGP. "Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelamatkan dana Mitra Usaha KCKGP oleh jajaran koperasi tersebut. Lalu beberapa oknum dana Mitra Usaha KCKGP memiliki perpepsi yang salah yaitu seluruh identitas yang bernaung dibawah nama Cipaganti Group merupakan aset dari KCKGP atau asset dari Andianto Setiabudi yang dapat digunaan untuk menyelamatkan dana Mitra Usaha KCKGP," ucapnya.

Sekedar informasi, Cipaganti Citra Graha merupakan perusahaan terbuka yang didirikan sejak tahun 1985 dan go public pada tahun 2013. Performa CCG terus meningkat yang hingga saat ini telah memiliki kurang lebih 3.000 pemegang saham.

Sejauh ini, PT Cipaganti Citra Graha Tbk mempunyai 5 anak perusahaan, antara lain PT Grand Transportasi Sejahtera yang berdiri pada 6 Agustus 2007 dan asset Rp 17,64 miliar. Kedua, PT Cipaganti Resources yang berdiri pada 23 Juni 2008, asset Rp 11,584 miliar. Ketiga, PT Transportasi Lintas Indonesia berdiri pada 17 Oktober 2006, asset Rp 18,537 miliar. Keempat, PT Star Line yang berdiri 12 Agustus 2008, asset Rp 28,808 miliar. Dan kelima, PT Cipaganti Heavy Equipment berdiri 23 Juni 2008, asset Rp 1.042 miliar.

Lebih jauh lagi, dia memaparkan bahwa. PT Cipaganti Citra Graha Tbk didirikan tahun 1985, jual beli mobil bekas memakai nama Cipaganti Motor. Pada tanggal 5 Juni 2013, PT Cipaganti Citra Graha resmi menjadi perusahaan Tbk atau go public. Dalam RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa tanggal 25 Agustus 2014 lalu di Bursa Efek Indonesia, Perseroan mengubah susunan dan Dewan Komisaris dan Direksi.

Diantara jajaran Direksi adalah Komisaris Utama yaitu Marzuki Usman, selaku Komisaris yaitu Robertus Setiawan dan William Chiongbian. Komisaris independen diduduki oleh Alfian Noor. FX Suhartono Suratman, Michael Rusli, dan General Aqlani Maza. Sementara, untuk kursi Direktur Utama dijabat oleh Lasmar Edullantes. Dan kursi Direktur dihuni oleh Surya Hadipermana, Jofial Mecca Alwis, dan Toto Moeljono.

Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi, tersebut, lanjut dia, terpilih melalui voting oleh 89,4 % pemegang saham, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Luar Biasa (RUPS LB) PT. Cipaganti Citra Graha Tbk di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (25/8). (bari)

BERITA TERKAIT

AMMDes Bisa Diaplikasikan dengan Alat Pembuat Es Serpihan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Hati-Hati dengan "Debt Trap Diplomacy" China

Oleh: Djony Edward Pemerintah Indonesia menawarkan 28 proyek senilai USD91,1 miliar atau setara Rp1.295,8 triliun kepada pemerintah China setelah empat…

DFSK Glory 560 Dijual dengan Harga Mulai Rp210 Juta

Manufaktur otomotif China Dongfeng Sokon (DFSK) mengumumkan produk terbaru DFSK Glory 560 akan dijual mulai Rp210 juta hingga Rp270 juta.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

Pemilu Berjalan Damai - Pelaku Pasar Modal Merespon Positif

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2019, data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan kemarin menunjukkan respon positif,…

Performance Kinerja Melorot - Mandom Royal Bagi Dividen Rp 84,45 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp…