Jelang Idul Adha, Harga Daging Sapi Ikut Naik

NERACA

Jakarta - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional Jakarta mengalami kenaikan karena ketersediaan sapi potong berkurang menjelang Lebaran Idul Adha 1435 Hijriyah. "Saat ini harga daging sapi naik menjadi Rp95 ribu dibanding sebelumnya Rp90 ribu per kilogram," kata salah seorang pedagang sapi, Jamal di Pasar Senen Jakarta, akhir pekan kemarin.

Ia menjelaskan, saat ini ketersediaan sapi berkurang karena permintaan sapi khusunya sapi jantan untuk ibadah korban juga mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Adha. "Diperkirakan harga daging ini akan terus mengalami kenaikan hingga H-1 lebaran haji seiring permintaan warga yang juga meningkat," ujarnya.

Menurut dia, biasanya menjelang lebaran, permintaan akan daging sapi mengalami peningkatan 30 persen, karena warga mengelar doa bersama menyambut lebaran haji itu. "Biasanya, harga daging menjelang lebaran haji naik menjadi Rp100 hingga Rp110 ribu per kilogram," ujarnya.

Ia mengatakan, meski ketersediaan sapi potong berkurang, namun masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta masih mencukupi untuk dua bulan ke depan. "Menjelang lebaran haji, harga sapi potong naik sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga daging," ujar Tito, pedagang di Pasar Baru.

Sementara itu, Berdi, pedagang ayam mengatakan, harga daging ayam kampung naik menjadi Rp35 ribu dibanding harga sebelumnya Rp31 ribu per kilogram. Demikian juga, harga daging potong naik menjadi Rp37 ribu dari harga sebelumnya Rp31 ribu per kilogram. "Saat ini, pasokan ayam berkurang karena banyak ternak ayam petani mati selama musim kemarau," ujarnya.

Selain itu, harga daging ayam ini naik karena pakan ternak yang cukup tinggi, sehingga biaya perawatan dan pembesaran ayam tingggi. "Kami hanya menyesuaikan harga ayam di tingkat peternak dengan harga pasaran, sehingga saling menguntungkan," ujarnya.

Sementara itu, di pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, harga daging sapi terpantau‎ menjadi Rp 97 ribu per kg dari sebelumnya dibanderol Rp 95 ribu per kg. "Ini karena mendekati Idul Adha, jadi pedagang mungkin mengambil untung dulu, sebelum nanti habis Idul Adha harga daging turun lagi," kata Subarjo, pedagang daging.

Dirinya menilai pola seperti ini selalu terjadi dalam setiap tahunnya. Ia memperkirakan, harga daging akan naik sekitar Rp 5.000 per Kg. Pedagang asal Cirebon ini me‎minta kepada pemerintah untuk dapat menjaga pasokan daging sapi dalam setiap momen-momen seperti saat ini. "Ya kalau stoknya berkurang pasti bisa lebih mahal lagi, jadi ini tugas pemerintah saja," tegasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh pedagang daging lainnya, Junaedi (35)‎. Dirinya baru menjual harga daging dengan harga yang lebih tinggi sejak dua hari lalu. Junaedi mengaku khawatir apabila harga daging akan merangkak naik menjelang Idul Adha justru mengurangi pendapatan dirinya yang setiap hari rata-rata bisa menjual satu ekor daging sapi.

"Ya kalau tinggi-tinggi orang pasti mikir, jadi mereka milih nunggu pas idul adha aja makan dagingnya, kan banyak itu‎," ujar dia. Hingga hari ini dari hasil pantauan, harga daging sapi rata-rata dijual di harga mulai dari Rp 95 ribu hingga Rp 100 ribu tergantung dari jenis dagingnya.

Harga Sapi

Tak hanya harga daging saja, menjelang Hari Raya Qurban atau Idul Adha, harga jual sapi di beberapa daerah mulai naik. Hal ini juga terjadi di Boyolali, Jawa Tengah. Di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali, harga mulai merangkak naik meskipun hari raya itu masih sekitar dua bulan lagi.

Salah seorang penjual sapi di Pasar Hewan Sunggingan, Aryanto, mengakui kenaikan harga sapi tersebut. Aryanto mengungkapkan, rata-rata harga jual sapi, khususnya sapi jantan lokal saat ini naik hingga sekitar Rp1 juta per ekor. Sedangkan untuk sapi betina, tambah dia, harganya tetap stabil.

Ia menyebutkan harga sapi jantan yang biasanya untuk kurban saat Hari Raya Idul Adha, antara lain jenis sapi brenggolo, sapi meta, dan sapi brahma, berkisar antara Rp 8 juta hingga Rp 11 juta. "Tergantung juga pada kualitas dan ukuran sapi," tuturnya.

Sedangkan jenis sapi super, disebutkan harganya minimal Rp20 juta. Dia memperkirakan, kenaikan harga sapi akan terus terjadi hingga Oktober mendatang, saat perayaan Hari Raya Kurban tiba.

Sementara itu, anggota staf Kantor Pasar Hewan Sunggingan, Wiyono, menambahkan, meskipun harga jual sapi sudah mulai naik, jumlah transaksi sapi di pasar tersebut masih normal. "Biasanya saat bulan Kurban, jumlah transaksi bisa mencapai 500 sampai 800 transaksi," paparnya.

BERITA TERKAIT

Menperin Pacu Kolaborasi Pengembangan Sektor Industri - Jelang 60 Tahun RI-Jepang

NERACA Jakarta – Hampir enam dekade, Indonesia dan Jepang menjadi mitra strategis dalam upaya pembangunan ekonomi kedua negara. Oleh karena…

Utang Luar Negeri Naik 4,7%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year)…

Infrastruktur, Harga Pangan dan Bansos Diklaim Membaik - KINERJA 3 TAHUN PEMERINTAHAN JOKOWI-JK

  NERACA Jakarta – Pemerintah kabinet kerja genap berumur tiga tahun. Selama tiga tahun dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perdagangan Internasional - Kinerja Ekspor Non Migas Terkoreksi 6,09 Persen di September

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan kinerja ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar 4,51 persen dari…

Kemudahan Impor Tujuan Ekspor - Kemenperin Beri Masukan Kebijakan KITE Bagi IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) mengusulkan beberapa langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan…

Tingkatkan Daya Saing - Standar Keamanan Produk Perluas Ekspor Mamin

NERACA Jakarta – Pengembangan inovasi dan penerapan standar keamanan produk mampu memacu daya saing industri makanan dan minuman (mamin) nasional…