Selain MTN, WIKA Bakal Rights Issue - Rencanakan Lepas 10% Saham

NERACA

Jakarta –PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berencana melakukan refinancing hutang disejumlah perbankan senilai Rp200 miliar. Salah satu upaya yang akan ditempuh perseroan yakni melakukan pembiayaan kembali dengan menerbitkan Medium Term Note (MTN) dikisaran Rp600-Rp1. triliun.

Kata Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk, Suradi, tujuan penerbitan MTN untuk restrukturisasi utang perseroan dan rencananya bakal diterbitkan pada akhir atau awal tahun depan,”Aksi korporasi ini, kami lakukan dalam rangka rangka restrukturisasi finascial,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, penerbitan MTN jadi opsi karena bunga yang dibayarkan dari penerbitan MTN relatif lebih rendah daripada bunga pinjaman. Tingginya bunga acuan menjadi salah satu alasan perseroan menerbitkan MTN. Apalagi jangka waktu penerbitan MTN relatif pendek. Sehingga sesuai dengan kebutuhan perseroan dalam mengembangkan sejumlah proyek infrastruktur dalam dan luar negeri. MTN yang akan diterbitkan diperkirakan memiliki jangka waktu 2-3 tahun.

Selain MTN, perseroan juga berencana melepas 10% saham baru melalui mekanisme right issue. Diharapkan bisa direalisasikan pada 2016. Pada saat itu, perseroan berharap telah memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp20 triliun. Pada saat ini, kapitalisasi pasar perseroan dikisaran Rp14 – 15 triliun.

Sebagai informasi, belum lama ini perseroan mengantungi kontrak baru proyek Pyay Tower & Residences, Yangon dengan Noble Twin Dragon Pte. Ltd (NTD) di Singapura. Disebutkan, nilai proyek dari kontrak tersebut sebesar US$ 125 juta atau sekitar Rp1,47 triliun (kurs Rp11.827/USD).

Rencananya, proyek ini akan dikerjakan selama 36 bulan kalender dihitung sejak Oktober 2014 hingga Oktober 2017. Pada tahun ini sendiri, perseroan menargetkan kontrak baru sebesar Rp49,97 triliun. Target ini naik 28,56% terhadap target 2013 sebesar Rp38,87 triliun. Dijelaskan, total kontrak ini terdiri dari target kontrak baru 2014 sebesar Rp25,83 triliun dan carry over dari 2013 sebesar Rp24,14 triliun.

Dari target kontrak tersebut, komposisi perolehan kontrak baru WIKA 2014 terdiri dari induk perusahaan sebesar 70% dan anak perusahaan 30%. Sedangkan untuk penjualan tahun ini, WIKA menargetkan Rp18,82 triliun atau naik 22,84% dari target 2013 sebesar Rp15,41 triliun. Sementara, laba bersih (laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk) 2014 ditargetkan dapat diperoleh sebesar Rp678,65 miliar. Dimana angka itu naik 22,27% dari target 2013 sebesar Rp555,06 miliar.

Tercatat hingga Juni 2014, WIKA membukukan kontrak baru sebesar Rp6,7 triliun. Capaian tersebut setara dengan 25,94% dari target kontrak baru sepanjang tahun ini Rp25,83 triliun. Capaian kontrak baru diraih melalui perolehan beberapa proyek hingga Juni 2014. Antara lain proyek flyover simpang air hitam, Samarinda sebesar Rp105,9 miliar, proyek pembangunan jembatan Dompak, Tanjung Pinang Riau sebesar Rp284,4 miliar, dan proyek CBD Surabaya apartemen Rp634,6 miliar. (bani)

Related posts