Menguat Tajam, IHSG Dihantui Profit Taking

NERACA

Jakarta –Meskipun akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak mencapai rekornya barunya, namun indeks BEI berhasil ditutup naik 19,440 poin (0,37%) ke level 5.227,582. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 3,886 poin (0,44%) ke level 890.650,”Laju IHSG mencoba untuk kembali masuk tren kenaikan jangka pendeknya didukung bursa saham Asia yang juga mengalami penguatan," kata Analis Riset Asosiasi Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, investor asing yang kembali mengambil posisi beli menambah sentimen positif bagi bursa saham Indonesia, apalagi dengan adanya sentimen masih bertahannya tingkat suku bunga the Fed di level rendah. Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, proses kenaikan IHSG diperkirakan masih akan berlanjut meski dibayangi koreksi mata uang rupiah akibat masih adanya beban defisit APBN,”Diharapkan ada kenaikan BBM sehingga sentimen domestik bagi pasar saham menopang pergerakan indeks BEI," katanya.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan kembali rawan koreksi dan sentiment negatif melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Tercatat investor asing melakukan pembelian bersih (foreign net buy) sekitar Rp 400 miliar di pasar reguler.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 203.128 kali dengan volume 5,2 miliar lembar saham senilai Rp 6,9 triliun. Sebanyak 169 saham naik, 125 turun, dan 89 saham stagnan. Pergerakan bursa-bursa regional siang tak jauh berbeda dari diawal perdagangan. Bursa saham Tiongkok melemah terkena aksi ambil untung setelah sempat naik tinggi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Taisho (SQBI) naik Rp 7.500 ke Rp 313.500, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 965 ke Rp 4.825, Siloam (SILO) naik Rp 675 ke Rp 15.900, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 575 ke Rp 8.600. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank of India (BSWD) turun Rp 1.250 ke Rp 5.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 55.500, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 500 ke Rp 8.000, dan Unilever (UNVR) turun Rp 225 ke Rp 31.750.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menanjak 35,734 poin (0,69%) ke level 5.243,876. Sementara Indeks LQ45 menguat 7,432 poin (0,84%) ke level 894,196. Hampir seluruh indeks sektoral bisa menguat berkat aksi beli ini, kecuali sektor konsumer dan aneka industri terkena aksi ambil untung. Investor domestik paling semangat berburu saham.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 103.902 kali dengan volume 2,9 miliar lembar saham senilai Rp 3,1 triliun. Sebanyak 174 saham naik, 88 turun, dan 89 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Taisho (SQBI) naik Rp 7.500 ke Rp 313.500, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 575 ke Rp 8.600, Siloam (SILO) naik Rp 400 ke Rp 15.625, dan Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 23.975.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank of India (BSWD) turun Rp 1.250 ke Rp 5.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 675 ke Rp 55.875, Matahari (LPPF) turun Rp 525 ke Rp 16.175, dan Unilever (UNVR) turun Rp 375 ke Rp 31.600.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 8,29 poin atau 0,16% menjadi 5.216,43didorong sentimen global yang cukup positif, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,07 poin (0,23%) ke level 888,84.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, sentimen global masih dominan sehingga potensi IHSG menguat cukup terbuka. Disebutkan, beberapa sentimen global yang mendukung diantaranya Bank Sentral Eropa meluncurkan "Targeted Long Term Refinancing Operations" (TLTROs) akan memberikan pinjaman murah sebesar 400 miliar euro atau setara dengan US$ 518 miliar.

Sementara itu Bank Sentral China mengeluarkan stimulus sebesar US$ 81 miliar pada lima bank terbesar untuk mendorong pertumbuhan ekonominya,”Ke dua hal ini memberikan sentimen positif bagi bursa global seiring adanya peningkatan likuiditas," ujarnya.

Dari AS, lanjut dia, Gubernur the Fed Janet Yellen menyatakan, utilisasi pasar tenaga kerja masih rendah dengan tingkat inflasi masih di bawah target. Sehingga potensi Fed rate akan dinaikkan lebih cepat dapat tergerus bila perbaikan belum terjadi pada pasar tenaga kerja dan target inflasi tercapai.

Oleh sebab itu, dirinya memperkirakan, IHSG akhir pekan masih akan bergerak mudah berubah atau volatile namun dengan kecenderungan menguat,”Kami melihat pergerakan indeks BEI masih akan dibayangi oleh nilai tukar rupiah yang masih bergejolak. Kisaran pergerakan indeks BEI berada di level 5.180-5.230 untuk Jumat ini," paparnya

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 31,65 poin (0,13%) ke level 24.200,37, indeks Nikkei naik 210,72 poin (1,31%) ke level 16.277,84 dan Straits Times menguat 9,40 poin (0,29%) ke posisi 3.306,12. (bani)

Related posts