Adi Sarana Investasikan Dana Rp 800 Miliar - Remajakan Armada

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan kinerja dan bisnis usaha, emiten yang bergerak di bidang penyewaan kendaraan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2015 sekitar Rp800 miliar.

Corporate Secretary ASSA Indra Tanuwijaya mengatakan, dana tersebut digunakan untuk pembelian armada baru,”Total ada sekitar 4.200 unit, ada 2.000 untuk replacement mobil yang usianya empat tahun karena kita jual. Kemudian 2.200 unit tambahan baru. Nilai investasi Rp800 miliar untuk kendaraan,”ujarnya di Jakarta, Kamis (18/9).

Selain untuk pembelian armada baru, capex tersebut juga akan dialokasikan sekitar Rp60 miliar sampai Rp90 miliar untuk pembangunan kantor cabang. Dimana nilai investasi satu cabang sebesar Rp 30 miliar dan recananya,perseroan akan membangun dua atau tiga kantor cabang dengan total investasi Rp 90 miliar.

Dia mengaku, untuk belanja moda tersebut menggunakan pembiayaan dari bank. Meski belum memastikan, ada dua bank yang bakal membiayai belanja tersebut,”Kita sudah jajaki dan fokus kita di BCA sama Mandiri," ujarnya.

Tercatat sampai semester pertama tahun ini, perseroan telah memiliki sekitar 13.841 unit. Sampai Agustus 2014 perseroan memiliki 14.095 unit. Disamping itu, pihaknya juga mendukung pemerintah baru untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Dengan begitu, anggaran subsidi BBM bisa dialihkan ke sektor infrastruktur, seperti membangun jalan dan jembatan sehingga mengurangi kemacetan,”Saya kira pemerintahan siapapun itu kalau subsidinya terhadap BBM terus saja dijalankan, ya akan terus berat. Kalau untuk infrastruktur, paling kita butuh Rp200 triliun, lebih besar subsidi BBM malah daripada belanja infrastruktur,”kata Indra Tanuwijaya.

Menurutnya, dengan adanya komitmen kenaikan harga BBM bersubsidi dan dana yang dialihkan ke infrastruktur, terutama jalan akan memberi kontribusi terhadap perusahaan sektor penyewaan kendaraan dan logistik tersebut,”Kalau jalan-jalan baru dibuat berarti kan nanti masyarakat lebih banyak menggunakan kendaraan, otomatis juga usaha kita akan berkembang lebih baik lagi. Ditambah lagi, target akhir tahun kita adalah berusaha mengelola 15.000 kendaraan,”paparnya.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan Rp 1,22 triliun. Jika porsi bisnis lelang kendaraan masih sama, itu berarti bisnis ini maksimal bisa menyumbang sekitar Rp 61 miliar. Disebutkan, target pendapatan tahun ini tumbuh dibandingkan tahun 2013 lalu sebesar Rp 1 triliun. (bani)

Related posts