PNM-Perumnas Kembangkan Petani Kopi dan Padi - Denpasar, Bali

NERACA

Denpasar - Seiring dengan perkembangan Perum Perumnas sebagai National Housing & Urban Corporation dan berkonsentrasi sampai tahun 2015 ini membangun 100 ribu rumah per tahun, Perum Perumnas juga memiliki program yang ditujukan untuk pembangunan berkelanjutan masyarakat melalui penyaluran dana Program Kemitraan kepada pengrajin dan pengusaha di Indonesia.

Direktur Keuangan Perum Perumnas, Hakiki Sudrajat mengatakan penyaluran dana Program Kemitraan kepada petani kopi dan padi kali ini, merupakan salah satu bentuk komitmen dari Perum Perumnas dalam melaksanakan Corporate Social Responsibility dan PKBL dalam melakukan pembinaan serta pendampingan secara terpadu, terarah dan berkelanjutan kepada kelompok binaannya.

“Pengusaha kopi dan Padi di wilayah Bali khususnya di Bedugul, memiliki prospek yang menjanjikan dan bisa menjadi salah satu sektor komoditi daerah yang turut mendorong perekonomian Indonesia di kemudian hari, oleh sebab itu sudah menjadi kewajiban kami sebagai salah satu BUMN untuk turut serta mengembangkannya,” kata dia di Denpasar, Bali, Kamis (18/9).

Program pengembangan kapasitas usaha kali ini, diselenggarakan oleh Perum Perumnas bersama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dalam rangka mengembangkan petani kopi dan padi di wilayah Bali. Dua BUMN ini bersinergi mengembangkan masyarakat dari sektor ini sebagai pelaksanaan visi dan misi BUMN.

PNM yang juga bertindak selaku capacity builder atau program manager menyambut antusias sinergi yang dibangun dengan Perum Perumnas atas pelaksanaan program kemitraan ini karena sesuai dengan visi dan misi pendirian PNM dalam memberdayakan dan mengembangkan UMKM.

Sementara itu, Executive Vice President PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Arief Mulyadi mengatakan PNM berkomitmen penuh dalam menjalankan program kemitraan yang diselenggarakan bersama Perum Perumnas ini, dan kami bukan hanya melaksanakan program pelatihan saja, namun juga melakukan monitoring serta evaluasi bagi nasabah binaan tersebut. Ke depannya, komunitas petani di wilayah ini akan dijalin dan dihubungkan dengan ratusan komunitas dan ratusan ribu pelaku UMKM binaan PNM yang berada di seluruh Indonesia, dalam rangka membangun komunitas usaha UMKM Indonesia. Sehingga tantangan MEA yang sudah dekat, bukan menjadi momok bagi pelaku UMKM Indonesia, karena selain difasilitasi guna meningkatkan daya saing produk, melalui jalinan komunitas usaha UMKM Indonesia akan terbangun pasar domestik yang diperkuat juga dengan hubungan emosional kebangsaan.

Selain bersinergi dengan BUMN lain, lanjut Arief, PNM secara aktif dan konsisten melaksanakan kegiatan pemberdayaan UMKM seluruh Indonesia, dengan memberikan pembekalan ilmu pemasaran, ketrampilan berusaha, serta meluaskan jaringan bisnis ke depan bagi seluruh pelaku UMKM.

Seremoni dimulainya penyaluran dana Program Kemitraan Perum Perumnas tersebut dilaksanakan dan dibuka pada 15 September 2014 dengan total penyaluran dana Program Kemitraan sebesar Rp1 Miliar dihadapan komunitas petani kopi dan padi di wilayah Bedugul, dan program pendampingan selama masa pembiayaan ini diawali dengan pelatihan yang dilaksanakan selama 4 hari mulai 15 September 2014 sampai dengan 19 September 2014.

PT.Permodalan Nasional Madani (Persero), sebuah Lembaga Keuangan Khusus yang sahamnya 100% milik Pemerintah. Tugas utama PNM adalah memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar. Saat ini PNM memiliki jaringan Kantor sebanyak 708 Kantor di seluruh Indonesia yang dikhususkan untuk mendukung pengembangan usaha UMKM.

Dengan dukungan Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, PNM dikelola dengan prinsip-prinsip profesionalisme, transparansi, dan good corporate governance siap melangkah memasuki era Indonesia Baru, menuju masyarakat Madani yang dicita-citakan.

PERUMNAS adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbentuk Perusahaan Umum (Perum) dimana keseluruhan sahamnya dimiliki oleh Pemerintah. Perumnas didirikan sebagai solusi pemerintah dalam menyediakan perumahan yang layak bagi masyarakat menengah ke bawah dengan berbekal visi Menjadi Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat Terpercaya di Indonesia

PERUMNAS didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1974, diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1988, dan disempurnakan melalui Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2004 tanggal 10 Mei 2004. Sejak didirikan tahun 1974, Perumnas selalu tampil dan berperan sebagai pioneer dalam penyediaan perumahan dan permukiman bagai masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. [mohar]

BERITA TERKAIT

Menteri BUMN Harapkan Ibu Ibu Mekaar PNM Menabung

Menteri BUMN Harapkan Ibu Ibu Mekaar PNM Menabung NERACA Padang - Menteri BUMN Rini M Soemarno menyerahkan secara simbolis buku…

IMF Soroti Reformasi Struktural dan Kesenjangan

NERACA Jakarta-Dana Moneter Internasional (IMF) menyebutkan, tiga prioritas utama yang harus dilakukan untuk memperkuat pemulihan ekonomi global yang saat ini…

Antara APIP dan Opini WTP

Oleh: Panji Pradana Putra, Inspektorat Jenderal Kemenkeu *) Pertama kali dalam 12 tahun, pertanggungjawaban pelaksanaan APBN dalam bentuk Laporan Keuangan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Darmin Prediksi Inflasi Dibawah 4%

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan laju inflasi Indonesia bergerak ke arah…

Menkeu : Proyeksi IMF Berikan Kewaspadaan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi global Dana Moneter Internasional…

Sumbangan Devisa Pariwisata Masih Terbatas

      NERACA   Padang - Bank Indonesia (BI) menilai sumbangan sektor pariwisata terhadap cadangan devisa Indonesia, masih relatif…