Investasi Industri Otomotif Didorong untuk Ekspor

NERACA

Jakarta - Pemerintah ingin meningkatkan tidak hanya masuknya investasi industri otomotif dari luar negeri tetapi juga mengharapkan peningkatan ekspor komoditas kendaraan dari produksi otomotif pabrik yang ada di Indonesia. “Investasi industri otomotif sangat penting di Indonesia dan diharapkan akan lebih berkembang lagi,” kata Menteri Perdagangan M Lutfi dalam pembukaan Indonesia International Motor Show di Jakarta, Kamis (18/9).

Menurut dia, pertumbuhan investasi industri otomotif tentu saja juga akan menambah kontribusi pendapatan negara serta juga berdampak kepada hal lainnya seperti pembukaan lapangan pekerjaan. Lutfi juga menuturkan bahwa dirinya selaku Mendag bersama sejumlah jajarannya juga telah berkunjung ke sejumlah negara untuk mengajak perusahaan otomotif guna berinvestasi di Indonesia.

Namun, Mendag juga menyoroti bahwa meningkatnya pertumbuhan kendaraan juga mengakibatkan semakin macetnya arus lalu lintas di sejumlah kota besar di Tanah Air seperti Jakarta. Untuk itu, ia mengutarakan harapannya agar industri otomotif yang memiliki pabrik di Indonesia juga tidak hanya meningkatkan penjualannya dalam negeri tetapi juga dapat meningkatkan ekspor. “Dengan ekspor, Anda (produsen otomotif) juga membuat macet negara lain,” selorohnya di hadapan peserta IIMS. Mendag mengemukakan bahwa pada tahun 2014 Indonesia diperkirakan bakal mengekspor dari industri otomotif hingga bernilai sekitar US$4,5 miliar.

Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo) mencatat ekspor kendaraan utuh (completely built up/CBU) mencapai 105.251 unit pada Januari-Juli lalu. Angka tersebut tumbuh 7,56% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor tertinggi terjadi pada Maret sebanyak 20.256 unit. Sedangkan posisi terendah ada pada bulan Juli yang mencapai 12.667 unit. Untuk ekspor kendaraan dalam bentuk terurai (completely knock down/CKD), terjadi kenaikan sebesar 3,86%. Pada Januari-Juli lalu, ekspor kendaraan dalam bentuk CKD mencapai 63.750 unit.

Ketua Gaikindo Sudirman MR mengakui bahwa pertumbuhan penjualan kendaraan di Indonesia selalu mengalami pertumbuhan baik dalam hal produksi maupun jumlah penjualan yang dinilai naik cukup signifikan setiap tahun. Sudirman memaparkan, produksi kendaraan pada tahun 2013 mencapai 1,2 juta unit dengan jumlah ekspor 170.958 unit dan pada tahun 2014 ini diharapkan total produksi dapat mencapai 1,4 juta unit.

Terkait dengan IIMS, Ketua Gaikindo berpendapat bahwa ajang terbesar otomotif tahunan di Indonesia itu juga menjadi barometer tren industri otomotif Indonesia di mata dunia. Pada penyelenggaraan tahun 2014 ini, pihak panitia mengundang hingga sebanyak 36 merek mobil yang terdiri atas 29 merek kendaraan penumpang dan sebanyak tujuh merek kendaraan komersial. Selain itu, IIMS yang berlokasi di Jakarta International Expo Kemayoran itu akan berlangsung pada 18-28 September 2014.

Dalam kesempatan sebelumnya, Luthfi sempat mengatakan ekspor mobil Indonesia akan naik dua kali lipat hingga US$ 10 miliar atau mencapai Rp 117 triliun dalam tiga tahun mendatang. Ekspor produk otomotif, kata Lutfi, bakal mengubah posisi Indonesia dari penjual barang mentah dan barang setengah jadi menjadi produsen barang berteknologi tinggi. “Industri otomotif akan menjadi produk utama ekspor Indonesia,” kata Lutfi.

Ekspor otomotif pun ditunjang kenaikan kapasitas produksi pabrikan di Indonesia. Lutfi mengatakan pertumbuhan produksi mobil di Indonesia sangat pesat. Dulu, kata dia, untuk mencapai produksi 1 juta unit perlu waktu 40 tahun. Namun saat ini realisasi produksi 2 juta unit diperkirakan bisa tercapai sebelum 2020. “Pada 2025-2027, produksi mobil kita akan mencapai 3 juta unit,” katanya. Dengan pencapaian tersebut, Lutfi yakin Indonesia akan menjadi regional champion untuk sektor otomotif.

Ekspor mobil secara utuh dari Indonesia ke lebih dan 70 negara di dunia diproyeksi tembus 200.000 unit pada 2014. Kenaikan itu dipengaruhi daya saing otomstif Indonesia meningkat yang terlihat dari pertambahan ekspor mobil, balk CBU maupun terurai (CKD), dalam dua tahun terakhir. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pada 2012 ekspor mobil CBU mencapai 125.000 unit dan naik menjadi 170.000 unit pada 2013. "Diperkirakan tahun 2014 ekspor (mobil) CBU akan meningkat hingga mencapai 200.000 unit," katanya.

Sedangkan ekspor mobil CKD naik dari 100.000 unit pada 2012 menjadi 105.000 unitpada 2013. Tahun ini, Kementerian Perindustrian memperkirakan ekspor mobil CKD akan menembus angka 110.000 unit. Untuk mencapai target tersebut, kata Hidayat, pemerintah akan terus melakukan penyempurnaan berbagai faktor yang bisa mempengaruhi para investor terus mengembangkan industri mereka di Indonesia.

Sulit bersaing

Indonesia merupakan salah satu basis produksi Toyota di dunia dan melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Toyota memiliki kapasitas produksi hingga 250.000 unit per tahun. Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufakturing Indonesia, Masahiro Nanomi, menyayangkan kemacetan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya.

Menurut Nanomi, hal tersebut menjadi salah satu faktor mengapa industri Indonesia belum bisa bersaing dengan negara lain. “Kalau kami kirim dari Karawang ke Tanjung Priok membutuhkan waktu 4 jam sampai 5 jam, bagaimana mau bersaing dengan negara lain,” kata Nanomi, beberapa waktu lalu.

Pernyataan Nanomi merupakan kritikan bagi pemerintah agar segera membenahi insfratuktur terutama jalan agar mendukung perkembangan industri Indonesia. “Jadi infrastruktur agar segera diperbaiki agar daya saing kita bisa meningkat," kata Nanomi.

BERITA TERKAIT

BPS: NPI Masih Defisit di Agustus 2018 - MESKI EKSPOR TUMBUH, LAJU IMPOR LEBIH DERAS

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan Indonesia (NPI) sepanjang Agustus 2018 mengalami defisit sebesar US$1,02 miliar, menurun sedikit…

BI Bantah Pembatasan Valas untuk Atur Devisa

    NERACA   Padang - Bank Indonesia (BI) menyampaikan aturan tentang membawa valas atau uang asing ke dalam dan…

Revolusi Industri 4.0 Buka Peluang Dongkrak Keterampilan SDM

NERACA Jakarta – Era revolusi industri 4.0 membuka kesempatan bagi sumber daya manusia (SDM) di sektor manufaktur untuk memiliki keahlian…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

RI-Ceko Incar Peningkatan Investasi dan Ekspor di Sektor Industri

NERACA Jakarta – Indonesia dan Ceko tengah menjajaki peluang kerja sama ekonomi khususnya di sektor industri. Potensi kolaborasi kedua negara…

CIPS: Lindungi Petani, Waktu Impor Beras Harus Tepat

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman mengatakan, pemerintah perlu mempertimbangkan waktu impor beras…

Indonesia-Sri Lanka Lanjutkan Kesepakatan Ekspor Pakaian

NERACA Jakarta – Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe di Hanoi, Vietnam, Rabu, membahas tindak…