Begini Proses Pengolahan Ayam yang Baik

Munculnya para peternak ayam setidaknya mampu mengurai kebutuhan dagaing ayam yang terus meningkat. Namun untuk menghindari konsumsi ayam potong yang tidak sehat dan berpotensi menularkan penyakit unggas, masyarakat diimbau mengonsumsi ayam yang aman, sehat, utuh, dan halal.

Ya, selain dagingnya yang lebih higienis juga halal karena cara pemotongannya dilakukan secara Islami. Tentunya, ayam bertipe seperti inilah yang paling diminati masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Proses pengolahan ayam hidup menjadi daging ayam segar, dimulai dari penyembelihan, pencabutan bulu, pengeluaran jeroan, pencucian, pengemasan, pendinginan dan pengangkutan yang baik.

Dengan demikian, maka kita mampu mencegah dan melindungi produk dari pemalsuan serta ada jaminan mutu. Dengan adanya peningkatan mutu dan keamanan daging ayam diharapkan jangkauan pasarnya menjadi lebih luas dalam skala lebih besar.

Dalam proses penyembelihan dan pencabutan bulu misalnya, maka sebelum ayam disembelih harus diistirahatkan selama 12 - 24 jam. Hal ini untuk menghindari stres pada ayam. Kondisi stres pada ayam mengakibatkan adanya perubahan gilikogen menjadi asam laktat, sehingga pH daging turun menjadi 5-6.

Itu memberi peluang bagi bakteri dan mikro organisme lain tumbuh subur yang dapat merusak daging. Teknik penyembelihan ayam yang baik adalah memotong arteri karotis, vena jugularis dan oesofagus.

Sehingga darah keluar secara keseluruhan dan berlangsung cepat sekitar 60 - 120 detik (tergantung pada besar kecilnya ternak) yang berdampak terhadap kebersihan dan kesehatan daging ayam. Maka, dengan demikian daging yang dihasilkan adalah daging ayam yang berkualitas.

Sedangkan teknik pencabutan bulu merupakan tahapan untuk; mendapatkan karkas yang bersih dari kotoran dan bulu melalui perendaman air panas bertemperatur 50 - 54 derajat celcius selama 30 sampai 45 detik, ini memudahkan pencabutan bulu, agar kulit bersih dan cerah, sehingga tidak mudah terkontaminasi oleh bakteri.

Penting untuk diperhatikan, ketika mengeluarkan organ dalam dan pencucian. Organ dalam ayam (viscera) merupakan tempat kotoran, sehingga harus dikeluarkan sesempurna mungkin, proses pengeluaran organ dalam dimulai dari pengambilan tembolok, trakhea, hati, empedu, empedal, jantung, paru-paru, ginjal, usus dan ovarium/testes.

Nah, bila ayam akan dibawa menuju tempat lain, moda transportasi dapat pula mempengaruhi perubahan sifat fisik, kimia dan mikrobiologis karena jarah dan rentang waktu selama perjalanan.

Faktor yang dapat mempengaruhi mutu dan keamanan daging ayam selama transportasi adalah kondisi daging. Dalam pengakutan daging ayam, alat transportasi yang digunakan harus tertutup (berupa boks) dengan temperatur ruangan harus minus 4 sampai 0 derajat celcius, yang memungkinkan dapat menghambat pertumbuhan mikro-organisme selama transportasi.

BERITA TERKAIT

Mantan Dirut Telkom Luncurkan Buku - Kupas Proses Go Public Telkom

NERACA Jakarta –Menjadi perusahaan terbuka dengan nilai kapitalisasi di pasar modal terbesar atau mencapai Rp 400 triliun, merupakan suatu pencapaian…

BEI Ingatkan BSWD Wajib Beli Saham Publik - Proses Sebelum Delisting

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa manajemen PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) memiliki kewajiban…

Kondisi Bank Muamalat Masih Baik

  NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi Bank Muamalat saat ini masih dalam kondisi yang baik dan…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Cara Mudah Dapat Penghasilan Tambahan - Lewat Medsos

Internet telah berkembang secara pesat. Terbukti dari data Kominfo tentang pengguna internet di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 63…

Intip Peluang Usaha Kemitraan Takoyaki

Takoyaki termasuk salah dari sekian banyak kudapan khas negeri Sakura yang populer di dalam negeri. Camilan ini digemari banyak orang…

Sruput Manisnya Usaha Minuman Nuguy Coklat

Ada begitu banyak waralaba minuman coklat yang ditawarkan di pasaran. Mulai dengan yang harganya di atas 10 juta hingga yang…