Macam-macam Produk Investasi

Macam-macam Produk Investasi

Banyak pilihan yang disodorkan ke kita untuk berinvestasi. Di antaranya, tabungan bank, deposito, obligasi, emas, properti, mata uang asing, dan saham.

Tabungan, kelebihannya adalah likuiditas yang tinggi dan dapat diambil kapan saja, mudah bertransaksi, dan dijamin pemerintah, tapi kekurangannya suku bunga rendah dan bunga kena pajak naik, bunga kena pajak 20% untuk tabungan di atas Rp 7,5 juta.

Deposito berjangka. Kelebihannya suku bunga yang lebih tinggi dari produk tabungan biasa, tetap ada likuiditas, dapat diambil kapan saja, meskipun ada jangka waktu tertentu, dan dapat dijaminkan untuk mendapatkan hutang dari bank yang sama. Sedangkan kekurangannya, suku bunga deposito belum bisa menandingi inflasi, terkena penalti, bila diambil sebelum jatuh tempo. Deposito di atas Rp 7,5 juta kena pajak 20%.

Obligasi. Kelebihannya, memberikan pendapatan tetap berupa kupon. Bunga yang didapatkan umumnya lebih besar daripada deposito berjangka, mendapatkan keuntungan atas penjualan obligasi ataucapital gain, jika harga jual lebih tinggi daripada harga saat beli. Obligasi dapat digunakan sebagai agunan kredit bank.

Kekurangan tingkat suku bunga dengan harga obligasi mempunyai hubungan berbanding terbalik. Apabila tingkat suku bunga naik, harga obligasi akan turun, dan sebaliknya.

Emas. Kelebihannya, dalam jangka panjang, harga cenderung naik dan stabil, beratnya variatif disesuaikan dengan nilai investasinya. Kekurangan investasi di emas adalah tidak cocok untuk investasi jangka pendek, sulit dalam penyimpanan karena rawan hilang, termasuk kategori investasi pasif, karena hanya akan mendapat keuntungan apabila harga emas naik.

Properti. Kelebihannya adalah harga properti relatif selalu naik karena kebutuhan yang meningkat. Sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan dana investasi yang besar, relatif lebih sulit untuk investasi properti karena mempertimbangkan banyak hal: prospek lingkungan, kebutuhan masyarakat, dan lain-lain.

Mata uang asing. Kelebihannya, modal yang dibutuhkan fleksibel, tergantung kekuatan finansial investor, investor bisa melakukan investasi ini secara individu tanpa harus masuk ke perusahaan pialang seperti investasi saham.

Jika dibutuhkan mendesak, valuta asing bisa dicairkan sewaktu-waktu, antara lain melalui money changer atau bank.

Kekurangan: mata uang asing sangat fluktuatif nilai tukarnya dan sangat rentan terhadap kebijakan pemerintah. Indonesia saja yang disirpong, serat membutuhkan keahlian khusus.

Saham. kelebihan:saham bisa memberikan keuntungan lebih tinggi di atas bunga tabungan deposito, pemilik saham dapat memberikan keuntungan bagi calon penumpang, pemilik saham. Saham bisa memberikan keuntungan lebih tinggi, di atas produk tabungan dan deposito, bahkan bisa mengalahkan laju inflasi. Pemilik saham bisa mendapatkan laba dari kegiatan perusahaan yang disebut dengandividenberdasarkan jumlah kepemilikan saham. Pemilik saham bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli saham dan harga jualnya atau disebutcapital gain. Sedangkan kekosongannya, risiko besar, tidak semua saham memberikan dividen.

Akibat, kerugian risiko kerugian perusahaan mengalami defisit anggaran ataupun karena perusahaan bangkrut sehingga harga saham anjlok. Adanya penghentian transaksi untuk perusahaan tertentu membuat pemegang saham tersebut tidak bisa melakukan traksaksi jual beli saham. (saksono)

BERITA TERKAIT

Produk Citicon Kuasai Pasar Bata Ringan

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan infrastruktur dan properti sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia, menyusul…

Produk Otomotif China Tambah Pilihan Bagi Konsumen

Dua industri otomotif asal Tiongkok yakni PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) dan PT Sokonindo Automobile tahun ini resmi memasuki…

Investasi Tempat Persemaian Bagi Pertumbuhan Ekonomi

Pemerhati Ekonomi dan Industri, Fauzi Aziz   Ekonomi suatu bangsa akan tumbuh bilamana kegiatan investasinya juga tumbuh. Pembentukan investasi yang…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Hidup di Negeri 1001 Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNP) menyebutkan, data sementara kejadian bencana alam sejak 1 Januari hingga 20 November, ada 2.057 bencana…

Mengukur Dampak Siklon Cempaka dan Dahlia

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia yang melanda sebagian wilayah Jawa belum lama ini merupakan…

Bencana Alam Jadi “Magnet” Menarik Wisatawan?

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, masyarakat di seluruh dunia tertarik untuk menyaksikan erupsi Gunung…