Post Power Syndrome - Oleh Bani Saksono (wartawan Harian Ekonomi Neraca)

Post Power Syndrome

Oleh Bani Saksono (wartawan Harian Ekonomi Neraca)

Ada hal yang menakutkan di saat orang memasuki masa pensiun, baik dari pekerjaan maupun organisasi, yaitu post ower syndrome. Adalah, penyakit kejiwaan yang diderita setelah orang tersebut tidak memiliki kekuasaan, fasilitas, populatiras karena kehilangan jabatannya.

Berkembangnya gejala post power syndrome, menurut Turner and Helms (1983, secara internal antara lain akibat kehilangan jabatan, kehilangan latar belakang kelompok eksklusif, kehilangan kewibawaan, kehilangan perasaan, maupun kehilangan orientasi kerja, dan kehilangan sumber penghasilan.

Secara fisik, penderita terlihat kuyu, kucel, dan sering sakit-sakitan. Secara emosi, mereka akan mudah tersinggung, menjadi pemurung, senang menyendiri, dan cepat marah untuk hal-hal kecil, serta tak suka dibantah, dan disaingi. Sedangkan dilihat dari perilakunya, penderita penyakit itu akan menjadi pemalu, pendiam, atau justru senang berbicara mengenai kehebatan dirinya di masa lalu, suka mencela pendapat orang lain, juga tak mau mengalah.

Tentu penyakit itu bisa disembuhkan. Bisa sudah ada yang diserang penyakit itu, para pakar psikologi menasihati agar penderita diarahkan untuk melakukan kegiatan yang membuatnya nyaman, contohnya kegiatan olah raga, kerohanian, peduli lingkungan, juga kegiatan sosial dan diusahakan yang melibatkan orang banyak. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengobati sang penderita adalah agar yang bersangkutan tidak berdiam diri dan melamun agar terhindar dari pikiran negatif, termasuk rasa kesepian.

Para pakar menganjurkan agar mereka banyak membaca buku tentang motivasi untuk menghilangkan pikiran kesepian. Kembangkan sikap rendah hati, ikuti kegiatan berolah raga dan kembangkan hobi yang selama ini tak ada obatnya. Bisa juga berupaya mewujudkan usaha atau pekerjaan baru yang sesuai dengan usia dan hobi. Jika perlu diikutkan dalam berbagai pelatihan penunjang usaha tersebut. Usaha baru yang sedang ngetrend adalah model waralaba.

Dengan latihan, seorang mantan chef hotel bintang lima, diharapkan tak gagal saat membuk usaha restoran. Tapi, sang penderita juga haru siap dengan pekerjaan baru. Jadi, bersiaplah untuk menduduki posisi sebagai anak buah.

Post-power syndrome dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita, tua maupun muda. Untuk mengantisipasinya, diperlukan kematangan emosi dan kehangatan suasana dalam keluarga. Upaya lainnya adalah agar gemar menabung, dan menerapkan pola hidup sederhana.

Intinya, penyakit itu muncul jika kita tidak mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi segala kemungkinan perubahan pola hidup yang menyebabkan terjadinya gegar budaya (shock culture). Perasaan yang terjadi tersebut tak ubahnya ketika pertama kali menikmati roller coaster. Yang takut, pasti akan mual dan muntah-muntah. Namun, jika berulang-ulang, pasti akan biasa []

BERITA TERKAIT

BPBD Magelang Padamkan Api di Lereng Gunung Andong

BPBD Magelang Padamkan Api di Lereng Gunung Andong Sekitar dua hektare lahan hutan di lereng Gunung Andong, di Dusun Temu,…

Ramai-Ramai Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Ramai-Ramai Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah memulai…

150 Hektar Lahan Terbakar di Kolaka Timur

150 Hektar Lahan Terbakar di Kolaka Timur Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Apresiasi Untuk Menperin Majukan Industri Mobil Nasional

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Irwan Kurniawan mengapresiasi Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto atas kebijakannya memajukan…

Ini Dia, Pemasok Komponen Lokal Mobil Esemka

Menanggapi komentar bahwa mobilnya buatan pabrikan China, produsen mobil Indonesia PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) melalui presiden direkturnya Eddy Wirajaya…

Mobil Esemka Kompetitif?

"Esemka ini hanya perusahaan nasional, jadi bukan mobil nasional. Kita bersyukur bisa merintis mobil karya anak Indonesia. Semoga bisa memberikan…