BI Dukung Pemangkasan Anggaran

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia menyambut baik jika memang pemerintah baru nanti ada pemangkasan anggaran kembali.Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo mengatakan, pemangkasan anggaran langkah yang tepat dimana situasi perekonomian tahun depan diperkirakan tidak lah mudah.

"Kalau seandainya ada rencana pemangkasana anggaran, saya kalau ditanya, saya sambut baik, karena pada saat sekarang ini tidaklah mudah. Kita juga sedang menyoroti fiskal.Tentu tujuannya agar bagaimana anggaran pendapatan belanja negara pendapatanya semakin besar dan belanjanya bisa dikurangi," kata Agus Marto di Jakarta, Rabu (17/9).

Namun, sambung dia, pemangkasan anggaran yang dipotong adalah anggaran yang dinilai yang tidak produktif sehingga dapat menaikan pendapatan."Tapi kalau pendapatan yang besar itu tentu adalah pendapatan yang rutin supaya makin besar. Dan kalau belanja itu yang dipotong adalah tentu belanja yang tidak produktif yang dipotong. Maka itu tentu baik," katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah telah mengajukan APBN-Perubahan 2014 ke DPR. Dalam waktu dekat, pemerintah akan membahasnya bersama DPR dan mengesahkannya.Presiden melalui Inpres No 4/2014, telah mengamanatkan pemotongan anggaran kementerian/lembaga (K/L) dengan nilai total Rp 100 triliun. Langkah ini dilakukan untuk menghemat belanja negara agar defisit bisa terjaga di 2.5% dari PDB.

Di antara kementerian, hanya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tidak mengalami pemotongan anggaran. Kementerian ini tetap mengelola anggaran sebesar Rp 80,7 triliun. Ini karena anggaran pendidikan dikecualikan dari pemotongan.

Pada kesempatan berbeda, Pengamat Ekonomi dari UGM,Tony Prasetiantono, menuturkan bahwa ada tiga hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk menutup defisit anggaran. Pertama, subsidi khususnya BBM harus dikurangi.

Dalam pembahasan RAPBN, diajukan kenaikan anggaran subsidi BBM sebesar Rp246,49 triliun. Anggaran tersebut naik Rp35,79 triliun dari APBN 2014 yang sebesar Rp 210,73 triliun.

"Caranya tidakfairkalau harga BBM subsidi untuk orang yang punya mobil dan punya motor sama," ujarnya.

Cara kedua, defisit anggaran yang ditetapkan pemerintah jangan dipatok tidak boleh melebihi 3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dengan demikian meski subsidi masih tetap diberikan, agenda pembangunan tidak terganggu.

Kemudian cara terakhir yang dapat dilakukan adalah pemotongan anggaran pemerintah."Ini kalau terpaksa baru dipotong APBN-nya, asalkan tidak mengganggu pembangunan infrastruktur," katanya. [agus]

BERITA TERKAIT

Peradi Dukung Program Bantuan Hukum Rakyat Miskin

Peradi Dukung Program Bantuan Hukum Rakyat Miskin NERACA Jakarta - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di bawah Ketua Umum Fauzie Yusuf…

BTN Kucurkan Kredit Lebih Dari Rp155 triliun - Dukung Program Sejuta Rumah

  NERACA Ambarawa - Di tengah dinamika perekonomian dalam kurun 3 tahun terakhir, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. konsisten…

Warrior FCTC Minta Pemda Konsisten Tegakkan Perda KTR - Dukung Pekalongan Jadi Kota Layak Anak

Warrior FCTC Minta Pemda Konsisten Tegakkan Perda KTR Dukung Pekalongan Jadi Kota Layak Anak NERACA Jakarta - Kota Pekalongan menjadi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Permintaan Kredit di 13 Sektor Meningkat

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia melalui surveinya mencatat permintaan kredit pada 13 sektor ekonomi meningkat sepanjang triwulan III…

Bangun Infrastruktur SID Butuh Rp650 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan biaya untuk investasi pembangunan infrastruktur Sistem Informasi Debitur atau…

BNI Dukung Peremajaan Kelapa Sawit

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendukung program pemerintah dalam percepatan peremajaan…