Konservasi Perairan Butuh SDM Berdaya Saing

NERACA

Jakarta – Target pemerintah dalam bidang konservasi kelautan dan perikanan tahun 2020 adalah terwujudnya 20 juta Ha kawasan konservasi perairan yang dikelola secara efektif. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan SDM/manajer kawasan konservasi yang kompeten dan berdaya saing, karena saat ini masih dibutuhkan sekitar 2.400 personel. Hal ini juga diperlukan guna mendorong penerapan good ocean governance secara lebih luas, khususnya melalui peningkatan kapasitas SDM yang terlibat dalam pengelolaan kawasan konservasi perairan.

Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP), bekerja sama dengan Coral Triangle Center (CTC) dan International Union for Conservation of Nature (IUCN) menggelar International Training Workshop Marine Protected Area Governance dengan tema ”Towards Collaborative Governance of Marine Resources Management Across Indonesia and the Coral Triangle Region” pada 16-19 September 2014, di Hotel Inna Grand Bali Beach, Denpasar, Bali.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo, dalam keterangan resmi yang dikutip, Rabu (17/9), mengatakan bahwa peningkatan kapasitas bagi manajer kawasan konservasi perairan merupakan langkah strategis yang sangat penting sebagai bagian dari upaya pengelolaan sumberdaya perairan yang berkelanjutan. Kawasan konservasi perairan berfungsi untuk melindungi keanekaragaman hayati, menjaga kesehatan dan jasa ekosistem untuk kehidupan terutama bagi masyarakat pesisir. Dalam pengelolaannya, kawasan konservasi perairan dapat berdiri sendiri atau dikelola dalam sebuah jaringan dan menjadi bagian dalam program Pengelolaan Pesisir Terpadu (PPT).

“Laut saling menghubungkan atau tersambung antar wilayah di belahan bumi ini, sehingga keberadaannya tidak bisa dibatasi dalam suatu negara tertentu saja. Satu wilayah perairan akan dipengaruhi oleh wilayah lain. Untuk itu harus dilakukan kerjasama yang serius antar negara agar tetap terjaga kelestariannya sehingga mendorong pembangunan ekonomi negara yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BPSDM KP, Suseno Sukoyono, menjelaskan alasan keterlibatan BPSDM KP pada acara ini, salah satunya dikarenakan mencetak SDM pengelola konservasi perairan yang handal adalah merupakan tugas dan fungsi BPSDM KP. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sharing knowledge on good ocean governance yang diselenggarakan BPSDM KP pada kegiatan Global Oceans Action Summit (GOAS) di Den Haag, Belanda, pada April 2014.

Kegiatan ini juga dilakukan guna menjalin jejaring kerja sama dengan lembaga internasional, dalam hal ini yakni IUCN dan CTC; sebagai bahan rekomendasi Indonesia untuk disampaikan pada World Park Congress di Sidney bulan November 2014; serta sebagai bentuk kontribusi implementasi Indonesia pada good ocean governance di bidang pengembangan kapasitas konservasi yang dapat menjadi contoh untuk diterapkan di negara lain yang memiliki karakteristik laut dan pesisir yang mirip dengan Indonesia.

Sebelum acara dibuka, terlebih dahulu dilakukan Round Table Discussion yang membahas tentang kawasan konservasi perairan dan peningkatan kapasitas SDM. Hadir pada kegiatan ini Sekretaris Jenderal KKP, Sjarief Widjaja; Kepala BPSDM KP, Suseno; Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI), Direktorat Jenderal Kelauta Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K), Agus Dermawan; serta perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat khusus konservasi (CTC Board, NOAA, WWF, COBSEA, TNC, IUCN, CI, RARE, WCS, TERANGI; USAID, LMMA, LINI), Packard Foundation, Sustainable Fisheries Partnership, para pakar kelautan dan perikanan, Dewan Kelautan Indonesia, serta Eselon II lingkup BPSDM KP.

Sebagai rangkaian acara, dilakukan pula tour ke Kapal Motor (KM) Madidihang 03, kapal latih dan penelitian Sekolah Tinggi Perikanan (STP), salah satu satuan pendidikan BPSDM KP. Kapal tercangih se-Asia Tenggara ini dibangun di Galangan Kapal Astilleros Gondan Shipyard, Spanyol, ini dilengkapi berbagai peralatan canggih dan modern, seperti alat tangkap purse seine dan long line, laboratorium perikanan dan oseanografi, palka berukuran 70 ton, fresh water maker sebagai sumber air bersih dan gudang pendingin (cold storage), ruang kelas dan akomodasi untuk 50 orang taruna, serta ruang tidur untuk Anak Buah Kapal (ABK). Pengawakan pada kapal satu-satunya di Indonesia ini terdiri dari 23 ABK, 2 instruktur, 2 peneliti, serta 50 taruna. Adapun perlengkapan risetnya antara lain SBE 911 plus 6600 CTD; EA 600 Scientific Echosounder; EK 60 Fish Finder; TRDI 75 Hz ADCP; SBE 21TSGF; 10 Au Flourmeter Turner; PORTASAL Guidekine Salinometer; Meteo; SEAPATH 20 NAV Scientific GPD; 10 unit dive equipment; dan 2 kamera di bawah air.

Tour kapal Madidihang 03 merupakan bagian dari kegiatan praktek taruna STP dan penelitian. Pelepasannya dilakukan pada hari Jumat, 11 September 2014, di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara secara simbolis oleh Kepala BPSDM KP, Suseno Sukoyono, didampingi Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Soeyasa, dan Ketua STP, Tatang Taufiq Hidayat. Keberangkatannya ke Bali juga sebagai uji coba persiapan keikutsertaan BPSDM KP, KKP, pada ekpedisi kelautan terbesar dunia, yaitu International Indian Ocean Expedition (IIOE) pada 2015.

BERITA TERKAIT

Pelaku Pasar Butuh Kepastian Hukum - Berpotensi Merugikan Investor

NERACA Jakarta – Kepastian hukum bagi pelaku usaha merupakan hal yang penting dalam keberlangsungan usaha dan begitu juga halnya dengan…

Bangun Infrastruktur SID Butuh Rp650 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan biaya untuk investasi pembangunan infrastruktur Sistem Informasi Debitur atau…

MKNT Kantungi Restu Gelar Rights Issue - Butuh Modal Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta - Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), perusahaan telekomunikasi berbasis digital PT Mitra Komunikasi Nusantara…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Penanaman Modal di Sektor Riil - Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Mencari Alternatif Langkah Penyelamatan Perusahaan Negara

NERACA Jakarta - Rencana pemerintah membentuk induk perusahaan (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendapat kritik dari sejumlah akademisi…

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…