Diliputi Sentimen Positif, IHSG Menguat

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu seharian berada di zona hijau, sentiment positif The Fed yang menunda menaikkan suku bunga disambut positif pelaku pasar dengan aksi borong saham. Alhasil, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 57,681 poin (1,12%) ke level 5.188,184. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 11,318 poin (1,30%) ke level 878,660.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, IHSG BEI berhasil menguat mengikuti gerak bursa saham regional yang mendapat sentimen positif dari langkah bank sentral Tiongkok yang mengucurkan stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,”Kebijakan bank sentral Tiongkok itu juga dilakukan setelah target pertumbuhannya sekitar 7,5% pada tahun ini terancam tidak tercapai karena sektor properti yang lesu,”ujarnya di Jakarta, Rabu (17/9).

Dirinya menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Tiongkok merupakan magnet kuat bagi kawasan sekitar. Dan Purwoko melihat efek dari stimulus Tiongkok terhadap pasar masih akan berlanjut. Oleh sebab itu, indeks BEI Kamis diperkirakan akan berada di kisaran 5.170-5.205 poin dengan arah cenderung menguat.

Tercatat investor asing masih terus melepas saham tapi nilainya sudah tidak sebesar kemarin. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai lebih dari Rp 100 miliar di pasar reguler. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 219.710 kali dengan volume 5,6 miliar lembar saham senilai Rp 5,8 triliun. Sebanyak 248 saham naik, 64 turun, dan 87 saham stagnan.

Bursa-bursa regional rata-rata berakhir positif menutup perdagangan Rabu. Bank sentral Tiongkok menyuntikkan dana 500 miliar yuan (Rp 1.000 triliun) ke lima bank besar di Negeri Tirai Bambu. Tujuannya supaya bisa menyalurkan lebih banyak kredit dalam mendukung pertumbuhan ekonomi setempat. Langkah ini disambut positif oleh pelaku pasar Asia.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Bank of India (BSWD) naik Rp 875 ke Rp 6.250, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 71.500, Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 31.900, dan Matahari (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 16.100. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 725 ke Rp 10.175, Mandom (TCID) turun Rp 300 ke Rp 17.600, Waran Inovisi (INVS-W) turun Rp 200 ke Rp 800, dan Golden Energy (GEMS) turun Rp 100 ke Rp 1.700.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 34,292 poin (0,67%) ke level 5.164,795. Indeks LQ45 dibuka menanjak 7,947 poin (0,92%) ke level 875,479. Indeks sempat menanjak hingga ke titik tertingginya di 5.198,291. Seluruh indeks sektoral kompak menguat, rata-rata penguatannya lebih dari 1%.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 130.637 kali dengan volume 2,258 miliar lembar saham senilai Rp 2,546 triliun. Sebanyak 231 saham naik, 56 turun, dan 68 saham stagnan. Buras-bursa di Asia masih bergerak mixed hingga sesi pertama. Penguatan Wall Street mampu memberi sentimen positif ke pelaku pasar regional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 500 ke Rp 7.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 375 ke Rp 56.925, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 13.150, dan Indocement (INTP) naik Rp 325 ke Rp 23.850. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 400 ke Rp 6.000, Mandom (TCID) turun Rp 250 ke Rp 17.650, Waran Inovisi (INVS-W) turun Rp 215 ke Rp 785, dan ABM Investama (ABMM) turun Rp 140 ke Rp 2.600.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 28,63 poin atau 0,56% menjadi 5.159,14, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,17 poin (0,83%) ke level 874,51. Kata analis Samuel Sekuritas, Aiza, bursa Asia dan termasuk IHSG BEI dibuka cenderung mengalami penguatan mengikuti penguatan bursa Amerika Serikat menyusul spekulasi pasar bahwa the Fed tidak akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan,”The Fed sedang mengadakan pertemuan Komite Pasar Terbuka (FOMC) pada 17-18 September ini. Hasil pertemuan itu diperkirakan diumumkan pada Kamis waktu setempat, diharapkan hasilnya sesuai dengan ekspektasi," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, Tiongkok yang merencanakan untuk meningkatkan stimulus ekonomi dengan menggelontorkan dana sekitar US$ 81 miliar pada lima bank besarnya untuk mendorong ekonominya akan memberikan sentimen positif bagi mitra dagangnya seperti Indonesia dan dapat berdampak pada sektor komoditas.

Dari dalam negeri, lanjut Aiza, pengumuman struktur kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla cukup direspon positif oleh pasar. Pasar tampaknya masih akan terus memantau figur dari menteri-menteri strategis pada pemerintahan baru. Sementara Kepala Riset Recapital Securities, Andrew Argado menambahkan, potensi penguatan bagi indeks BEI cukup terbuka setelah mengalami tekanan pada hari sebelumnya,”Pelaku pasar akan mengakumulasi saham-saham yang harganya dinilai rendah, sehingga potensi indeks BEI berada di area positif cukup terbuka,”ungkapnya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 238,52 poin (0,99%) ke level 24.374,53, indeks Nikkei naik 30,17 poin (0,19%) ke level 15.942,22 dan Straits Times menguat 18,56 poin (0,57%) ke posisi 3.291,18. (bani)

BERITA TERKAIT

Berikan Setimen Positif IHSG Awal Pekan - Neraca Perdagangan Surplus

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (16/10) sore, ditutup menguat 25,57…

Analis Bilang Koleksi Saham Sektor Konsumer - Daya Beli Masih Positif di Tahun Depan

NERACA Jakarta - Pelemahanan daya beli masyarakat hingga paruh pertama tahun ini yang di luar perkiraan banyak pihak, perlahan menunjukkan…

Ada Virus Positif Astra di Festival Kampung Berseri - Langkah Kongkrit Untuk Warga Kupang

Berangkat dari kepedulian terhadap keterbelakangan dunia pendidikan bagi siswa di Indonesia timur, khususnya di Kupang membuat Astra Grup untuk terjun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ADHI Baru Serap Obligasi Rp 966,73 Miliar

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) baru menggunakan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp966,73 miliar…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

Tawarkan Hunian Terjangkau - APLN Rampungkan Tower Pertama PGV

NERACA Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui PT Graha Tunas Selaras merampungkan pembangunan tower pertama Podomoro Golf…