Medco Investasikan Dana US$ 320 Juta - Kembangkan Blok Migas di Tunisia

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan penjualan dan produksi migas, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan mengembangkan blok migas di Tunisia, Afrika Utara dengan nilai investasi sebesar US$ 320 juta. Sebelumnya, perseroan mengeluarkan dana US$ 127,7 juta untuk mengakuisisi dan membiayai modal kerja Storm Ventures International, pemegang konsesi blok migas di Tunisia.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. PT Medco Energi Internasional Tbk mengungkapkan, pengembangan blok migasi di Tunisia di targetkan mampu memproduksi 16.000 barel setara minyak per hari (barrels of oil equivalents per day/BOEPD). Hal itu dilakukan melalui pemboran sumur in fill dan pengembangan Blok Cosmos, Yasmin, dan Fushia.

Disebutkan, pengembangan blok tersebut ditargetkan selesai pada 2018. Diharapkan dengan ekspansi tersebut, akan menambah cadangan terbukti dan terduga (2P) sebanyak 12,6 MMBOE (million barrels of oil equivalents). Saat ini, produksi perseroan dari beberapa blok di Tunisia sebanyak 2.800 BOPD (barrels of oil per day). Adapun cadangan terbukti dan terduga sebanyak 12,3 MMBOE.

Medco Energi telah menuntaskan akuisisi 100% saham Storm Ventures pada 18 Agustus 2014. Storm memegang hak kepemilikan di empat area eksplorasi, dua area pengembangan, dan dua area produksi dengan masa konsesi selama 30-50 tahun.

Dari total delapan konsesi, lima di antaranya merupakan blok darat (onshore) dan tiga lepas pantai (offshore). Lima blok onshore berlokasi di Adam, Sud Remada, Bir Ben Tartar, Jenein, dan Borj El Khadra. Sedangkan tiga blok offshore berada di Cosmos, Hammamet, dan Yasmin. Blok-blok tersebut terletak di Pelagian Basin, sebelah timur laut pantai Tunisia.

Direktur Utama Medco Energi Lukman Mahfoedz pernah mengatakan, persetujuan dari Pemerintah Tunisia dan mitra kerja dari blok-blok tersebut telah diperoleh pada 18 Agustus 2014. “Pemerintah memberikan dukungan dan sambutan bagi kami untuk kembali melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi migas di sana,” ujar Lukman.

Selain Tunisia, Medco Energi juga ekspansi ke Papua Nugini. Pada awal 2014, Medco Energi melalui Medco Asia Pacific Ltd telah mengakuisisi 90% saham Moonbi Energy Ltd, pemegang izin konsesi Juha Extension di Papua Nugini. Dengan akuisisi tersebut, Medco memperoleh izin eksplorasi di area tersebut selama enam tahun.

Sementara itu, di Libya, Medco Energi melalui anak usahanya, Medco Internasional Venture Limited (MIVL), berhasil menemukan cadangan migas di Area 47, Libya. Kata Lukman Mahfoedz, cadangan migas berhasil ditemukan setelah pihaknya merampungkan pemboran sumur appraisal di Area 47, yakni sumur P2. Sumur ini merupakan bagian dari program pemboran sumur appraisal untuk mengonfirmasi 10 dari 16 struktur hidrokarbon yang ditemukan sebelum Revolusi Libya. Saat ini, Medco menggarap enam struktur yang telah ditemukan.

Medco Energi membuktikan bahwa Ghadames Basin yang membentang di Aljazair, Tunisia, hingga Libya merupakan cekungan hidrokarbon yang sangat produktif. Aset Storm Ventures International di Tunisia yang baru saja diakuisisi juga terletak di cekungan Ghadames Basin. (bani)

BERITA TERKAIT

Bidik Dana IPO Rp 62,5 Miliar - Bima Sakti Pertiwi Percantik Mal di Pekanbaru

NERACA Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnis berupa pembebasan lahan dan pembangunan mall baru, PT Bima Sakti Pertiwi (BSP) perusahaan…

Patok Harga Rp 1.495 Persaham - LPCK Raup Dana Rights Issue Rp 2,96 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih…

Jual Tanobel Sehat Nutrisi - CLEO Raup Dana Segar Rp 11 Miliar

NERACA Jakarta - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mengantungi dana segar senilai Rp11 miliar dari penjualan saham perseroan di PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…