Michelin Ajak Remaja Peduli Keselamatan Berkendara - Gelar Road Safety

NERACA

Melihat betapa serius dan pentingnya keselamatan berkendara demi kepentingan diri sendiri dan orang banyak, sejak resmi berdiri tahun 2011 lalu, PT Michelin Indonesia rutin menggelar program Road Safety hingga 7 kali. Setelah peluncuran Komik Road Safety pada akhir Juni lalu, kali ini giliran Kepolisian RI yang digandeng oleh Michelin Indonesia untuk mengedukasi remaja untuk mengurangi resiko dan tingkat kecelakaan.

"Michelin Indonesia terus berupaya mewujudkan komitmennya dalam hal keamanan berkendara melalui teknologi ban terdepan serta kampanye keselamatan untuk mengurangi resiko dan tingkat kecelakaan," ujar Country Director Michelin Indonesia, Jean Charles Simon

Melalui even bertajuk “Tunjukkin Safetymu! Ayo Uji SIM” yang berlangsung sejak tanggal 3 September 2014 - 7 Desember 2014 ini, Michelin Indonesia meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, terutama anak dan orangtua terhadap pentingnya berkendara secara aman dan bertanggung jawab, sehingga menekan risiko kecelakaan di jalan raya.

"Kampanye ini sejalan dengan upaya POLRI dan pemerintah untuk terus mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, terutama yang disebabkan oleh anak usia sekolah yang belum berhak menerima SIM dan mengendarai kendaraan," ujar Wadir Lantas Polda Metro Jaya AKBP Bakharuddin Muhammad Syah.

Rangkaian program sosialisasi dan edukasi ini terdiri dari 3 tahap. Pada tahap pertama, yakni Road Safety Roadshow, Michelin Indonesia memberikan edukasi di 5 Sekolah Menengah Umum di Jakarta. Sekolah yang didatangi untuk mendapat edukasi berupa seminar dan ajakan untuk membuat SIM bagi siswa/i pertama kali adalah SMU 3 Setiabudi - Jakarta Selatan. Kepala Sekolah SMU 3, Burhanuddin menyambut dengan tangan terbuka program yang diadakan untuk siswa/i di sekolahnya.

Sedangkan, seminar yang diadakan di SMU 28 pada Rabu 10 September 2014 danSMU 48 pada Rabu 17 September 2014 lalu juga mendapat antusiasme yangtidak kalahdari siswa/i dan para guru. Para pelajar ini tidak hanya mendapat materi mengenai pentingnya ban terhadap keselamatan di jalan raya namun juga mendapat pengarahan dari Ditlantas Polda Metro Jaya mengenai aturan berlalu lintas.

Michelin juga menghadirkan Psikolog UI, Rose Mini pada akhir sesi seminar dengan materi mengenai pentingnya pengelolaan emosi pada usia remaja, terutama kaitannya dengan berkendara. Rangkaian program ini akan diadakan kembali hari Rabu depan, 24 September 2014.di SMU 78 dan dilanjutkan kembali di SMU 26 pada hari Rabu, 1 Oktober 2014.

Setelah prosesroadshowdan seminar, pihak Michelin Indonesia akan menyeleksi para pelajar SMU yang ingin berpartisipasi mengikutidriving school. Kegiatan Driving School berupa pemberian materi teori dan praktek mengemudi serta dilanjutkan dengan ujian teori dan praktek SIM untuk mendapatkan SIM bagi siswa SMU.

BERITA TERKAIT

Kedua Kalinya, KPPU Akan Kembali Gelar JICF

Kedua Kalinya, KPPU Akan Kembali Gelar JICF NERACA Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), untuk kali kedua akan menyelenggarakan…

Blanja.com Gelar Promosi Pesta Blanja Poin - Gandeng Telkomsel

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk apresasi dan loyalitas para pelanggan, perusahaan e-commerce Blanja.com berkolaborasi dengan Telkomsel menggelar ajang promosi ‘Pesta…

Trikomsel Oke Gelar Private Placement - Danai Pengembangan Bisnis

NERACA Jakarta – Butuh modal besar dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) berencana menerbitkan saham baru tanpa…

BERITA LAINNYA DI CSR

Jangkau Luas Rumah Layak Huni - Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu - Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Menaklukan Soal Matematika - Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…