Konservasi Lingkungan Ala TBBM Rewulu

Prinsip Triple Bottom Line perlu diimplementasikan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki, dimana kesetimbangan aspek people, planet, dan profit menjadi referensi dasar dalam mengelola operasi suatu Terminal BBM demi menjaga keberlangsungan bisnis hilir migas perusahaan. Sebagai salah satu perusahaan energi kelas dunia, Pertamina terus menjalankan usahanya dengan memperhatikan tanggungjawab perusahaan kepada lingkungan maupun masyarakat sekitar. Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan dampak positif dalam setiap aspek kehidupan yang mencakup aspek-aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

NERACA

Berbagai upaya untuk memberikan manfaat pada lingkungan dan masyarakat terus dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) di setiap unit operasinya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan konservasi lingkungan dengan mengembangkan potensi keanekaragaman hayati di dalam areal Terminal BBM (TBBM) Rewulu maupun di sekitar wilayah operasi TBBM Rewulu.

Ketersediaan makanan, lingkungan yang nyaman dan aman dari predator menjadi faktor pendukung beberapa jenis burung tinggal di areal TBBM Rewulu. Tidak hanya burung yang dapat dijumpai di lokasi TBBM ini. Penangkaran Rusa Jawa (Cervus Timorensis), penangkaran burung Merpati, pembuatan area konservasi Hutan Lindung Mini, dan Rumah Flora (Transit Nursery).

Semua itu merupakan bagian dari wujud nyata tanggung jawab TBBM Rewulu terhadap lingkungan dan masyarakat, dengan melakukan konservasi eksitu (dilakukan di luar habitat aslinya). Kondisi tersebut setidaknya menjamin proses operasi di TBBM Rewulu aman bagi kelangsungan hidup flora dan fauna yang ada di dalamnya.

Program lain yang telah dijalankan oleh TBBM Rewulu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, adalah kegiatan yang bersifat insitu (dilakukan di habitat aslinya). Seperti penanaman dan pelestarian tanaman hutan di lereng selatan Gunung Merapi, penanaman dan pelestarian tanaman mangrove di pesisir pantai Pasir Mendhit, serta penanaman dan pelestarian tanaman konservasi air di area konservasi Waduk Sermo, Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Seluruh kegitan tersebut sudah dimulai sejak tahun 2011 dan masih berlanjut hingga tahun 2014 ini. Dari hasil penelitian pengukuran dan perhitungan cadangan karbon yang ada di kawasan Konservasi TBBM Rewulu, upaya penghijauan tersebut ikut menyumbang penyerapan CO2 sebesar 53,27 ton CO2. Sedangkan untuk pelestarian di area konservasi lereng selatan Gunung Merapi menyumbang penyerapan 53,2 ton karbon, dan di area pesisir selatan pantai Pasir Mendhit menghasilkan sebesar 70 kg karbon terikat.

“Kunci dari program yang dilakukan sejak tahun 2012 ini adalah dengan adanya sistem dan manajemen dalam pengelolaan Keanekaragaman Hayati. TBBM Rewulu memiliki Tim Keanekaragaman Hayati yang memiliki tugas melestarikan konservasi keanekaragaman hayati baik sifatnya Insitu maupun Eksitu,” jelas Asisten Manager Exernal Relation Pertamina Marketing Operation Region IV, Robert Marchelino Vereiza.

Menurut dia, tim keanekaragaman hayati secara rutin melakukan perawatan tanaman, melakukan pengembangbiakan buatan di Rumah Flora, sehingga jumlah jenis tanaman bisa terus mengalami peningkatan.

Sementara itu, Operation Head Terminal BBM Rewulu, Yardinal menambahkan, hasil studi pendataan biodiversitas flora dan fauna yang dilakukan Yayasan Kanopi Indonesia di dalam area kerja TBBM Rewulu, telah terjadi peningkatan jumlah jenis tumbuhan dan kelimpahan Individu suatu spesies yang berada dalam lingkup area Terminal BBM Rewulu. Hal ini membuktikan bahwa dengan menjaga indeks tanaman dalam nilai yang baik maka akan menjaga jumlah dan jeenis fauna yang ada di TBBM Rewulu.

TBBM Rewulu yang merupakan bagian dari PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV dimana wilayah kerja distribusinya meliputi Daerah Istimewa Yogyakarta, Klaten, Magelang, Purworejo, dan sebagian Temanggung tidak melepaskan tanggung jawabnya untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan dan terus berupaya untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan.

BERITA TERKAIT

Budaya Kerja Ala Jokowi

  Oleh : Indah Rahmawati Salam, Peneliti di Lembaga Kajian Arus Pembangunan  Presiden RI ke-7 yaitu Ir.H.Joko Widodo atau biasa…

1.000 Ruas Jalan Lingkungan di Tangerang Diperbaiki

1.000 Ruas Jalan Lingkungan di Tangerang Diperbaiki NERACA Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang, Banten, memperbaiki dan meningkatkan mutu sekitar 1.000…

JAPFA Group Dukung Inisiasi Konservasi Daerah Pesisir Pesawaran

JAPFA Group Dukung Inisiasi Konservasi Daerah Pesisir Pesawaran  NERACA Lampung - Delapan Anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA)…

BERITA LAINNYA DI CSR

Jangkau Luas Rumah Layak Huni - Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu - Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Menaklukan Soal Matematika - Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…