BEI Sambut Positif Lakunya Bank Mutiara - Kepercayaan Asing Masing Tinggi

NERACA

Jakarta – Keseriusan investor Jepang membeli Bank Mutiara, dinilai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, merupakan cerminan bila tingkat investor asing terhadap Indonesia relatof cukup positif,”Kabar gembira bagi Indonesia, ternyata apa yang telah terjadi dengan PT Bank Mutiara Tbk dan berbagai hal yang mengganggu masih ada yang membeli sahamnya, itu merupakan cerminan tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Kendati demikian, lanjut dia, perusahaan investasi asal Jepang, J Trust Co. Ltd yang bakal membeli saham Bank Mutiara harus mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlebih dahulu.

Setelah itu, Bank Mutiara Tbk. juga harus tetap memenuhi sejumlah kewajiban layaknya perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di pasar modal Indonesia,”Kita tunggu sampai ada tindak lanjut lain. Akan tetapi, pada dasarnya, kalau jual-beli rampung, tentunya kami akan bertanya apakah pengendali baru Bank Mutiara akan tetap mempertahankan perusahaan terbuka (Tbk.) atau tidak, kalau iya, semua persyaratan akan berlaku. Mulai Januari 2016 seluruh perusahaan tercatat harus memenuhi aturan free float (jumlah saham beredar),”ungkapnya.

Dalam Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat menyebutkan bahwa bagi perusahaan yang ingin tetap tercatat di BEI wajib melakukan "free float" (jumlah saham yang beredar di publik) minimal 50 juta saham dan minimal 7,5% dari jumlah saham dalam modal disetor.

Kemudian, lanjut dia, jumlah pemegang saham minimal 300 pemegang saham yang memiliki rekening Efek di Anggota Bursa Efek. Namun, masalah status perusahaan terbuka atau tidak itu tergantung dari pemegang saham dan BEI tidak akan melakukan intervensi.

Kata Ito Warsito, pihak BEI telah melakukan suspensi (penghentian perdagangan saham) sejak 2008. Dalam peraturan, seharusnya PT Bank Mutiara Tbk sudah dihapus dari papan perdagangan saham BEI. Namun, perusahaan itu mendapat pemakluman dari seluruh regulator pasar modal akibat terkendala masalah permodalan sebagai dampak dari krisis 2008.

Selain itu, lanjut dia, PT Bank Mutiara Tbk yang memiliki kode perdagangan saham BCIC itu juga mendapat pemakluman karena sahamnya diambil alih representatif negara dalam rangka perbaikan dan melihat penyebab persoalannya.

Sebagai catatan, PT Bank Mutiara Tbk (dahulu bernama Bank Century) secara resmi dibeli perusahaan investasi asal Jepang, J Trust Co. Ltd, oleh Lembaga Penjamin Simpanan dengan divestasi 99,96% saham. Menurut Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo, meskipun telah resmi dibeli proses penjualan Bank Mutiara harus berlangsung baik dan benar. Dalam artiannya sesuai prosedur yang berlaku. “Kami berpendapat yang terpenting dari dinyatakannya J Trust sebagai pemenang tender kepemilihan saham Bank Mutiara adalah semua proses dilakukan dengan benar dan baik itu sudah cukup,”tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Manulife Sebut Pasar Obligasi Masih Positif

  NERACA   Jakarta - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memandang beberapa faktor positif dari domestik masih akan terus…

BEI Kembali Perdagangkan Saham GTBO

Sejak disuspensi di 2015 lalu, kini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperdagangkan saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)…

KPPU: Transaksi Nontunai Jangan Diarahkan Satu Bank

KPPU: Transaksi Nontunai Jangan Diarahkan Satu Bank NERACA Padang - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta pemerintah daerah yang menerapkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…