PINS Indonesia Akuisisi 25% Saham TiPhone

NERACA

Jakarta – Perkuat bisnis ekosistem digital, yaitu device, network, dan application (DNA), PT PINS Indonesia yang merupakan anak usaha PTTelekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) secara resmi telah membeli1,1 miliar saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) padatanggal 11 September 2014. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sekertaris Perusahaan PT PINS Indonesia, Samuel Kurniawan mengatakan, saham TELE dibeli dari Boquete Group SA,Interventure Capital Pte Ltd, PT Sinarmas Asset Management, dan TopDollar Investment Limited senilai Rp 876,7 miliar.

Rencananya, PINS akan melakukan eksekusi atas penambahan modal tanpahak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) perseroan pada 18 September2014, sebanyak 638.051.347 saham dengan harga pelaksanaan Rp 812,22per saham dan total nilai Rp 518.238.065.060. Adapun, sejak transaksi ini efektif maka PINS akan memiliki1.754.641.204 saham TELE atau mewakili 25% dari total saham perseroan.

Sebelumnya, PT Premises Integration Service (Pins Indonesia) menyampaikan rencana mengambil alih hingga 30% saham PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk untuk memperkuat posisi pada bisnis ekosistem digital, yaitu device, network, dan application. PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan dan distribusi voucher pulsa telepon selular, kartu perdana, dan telepon selular.

Menurut Direktur Utama Telkom, Arief Yahya, perseroan saat ini sudah memiliki jaringan broadband dan bermain di aplikasi di mana kondisi industri seluler saat ini adalah penetrasi SIM card yang telah melewati populasi,”Ini membuat Telkom tak cukup hanya menguasai connectivity dan network saja, tetapi juga bermain di device," ujar Arief.

Dengan masuknya Telkom di TiPhone akan membuat posisi daya tawar Telkom ke vendor-vendor ternama lebih kuat untuk pengadaan smartphone, selain juga bisa meningkatkan penetrasi smartphone di Tanah Air.

Selain itu, Telkom juga siap menyerap aksi right issue atau penerbitan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (Non-HMETD) sebanyaknya-banyaknya 638,05 juta lembar saham atau 10% saham TiPhone dari modal ditempatkan dan disetor pada harga Rp 812,2 per saham.PINS Indonesia menjadi salah satu pembeli siaga dari aksi korporasi ini.

Saham TiPhone sekarang dimiliki PT Upaya Cipta Sejahtera (45,68%), PT Esa Utama Inti Persada (18,27%), dan publik (36,05%). Dalam kajian Bahana Securities belum lama ini harga saham Telkom diprediksi akan menguat dalam jangka panjang seiring ekspansi yang dilakukannya.

Diprediksi margin EBITDA Telkom bakal mengalami peningkatan menjadi 50,9% pada 2014, sebesar 51,4% pada 2015, dan 51,5% pada 2016.Sedangkan, margin bersih (net margin) tahun 2014 diprediksi melonjak 17% kemudian diekspektasi naik menjadi 17,6% pada 2015 dan 18% pada 2016.

Target pendapatan tahun 2014 direvisi naik dengan perkiraan dari Rp 88,88 triliun menjadi Rp 90,44 triliun dan pada 2015 juga direvisi naik dari Rp 94,49 triliun menjadi Rp 98,55 triliun.Sedangkan, revisi estimasi laba bersih 2014 dan 2015 masing-masing menjadi Rp 15,36 triliun dan Rp 17,36 triliun. Terbukanya penguatan kinerja keuangan mendorong Bahana Securities untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham dengan kode TLKM ini di mana target harga direvisi naik dari Rp 2.900 menjadi Rp 3.350 per lembar. (bani)

BERITA TERKAIT

Honor 9i Hadir Ramaikan Pasar Smartphone Indonesia

Vendor smartphone Tiongkok Honor memboyong perangkat terbarunya ke Indonesia, Smartphone terbarunya adalah Honor 9i  yang kini turut serta meramaikan pasar…

Indonesia dan Prancis Jalin Kerjasama Buka Sekolah Programer Gratis

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo), dan Perancis bekerja sama membangun sekolah coding (pemrograman) gratis bernama “L’Académie”…

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perkuat Bisnis Digital - Astra Hadirkan Tiga Platform Digital

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Astra Internasional Tbk (ASII) mengembangkan bisnis digital diwujudkan dengan mendirikan usaha dibidang fintech. Memanfaatkan pertumbuhan…

Antam Mulai Operasikan Pabrik di Tayan

Memanfaatkan sisa di akhir tahun 2018, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam terus mengoptimalkan produksi dan menggenjot penjualan…

Lepas 22,57% Saham Ke Publik - Darmi Bersaudara Bidik Dana IPO Rp 22 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public…