Geliat Pasar Asuransi Syariah di Indonesia

NERACA

Dewasa ini pertumbuhan asuransi syariah sangatlah tinggi karena banyak orang yang sadar akan pentingnya mempunyai asuransi. Asuransi syariah sendiri juga mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan asuransi non-syariah sehingga banyak sekali peminat yang berminat untuk memiliki asuransi syariah.

Asuransi dapat menjadi investasi jangka panjang dan juga proteksi diri akan hal-hal yang tidak diinginkan. Produk keuangan sendiri sudah menjadi kebutuhan manusia dan dewasa ini orang-orang lebih selekif untuk menggunakan produk keuangan tersebut dengan menghindari hal-hal yang berunsur riba.

Bagi masyarakat muslim, menghindari hal-hal yang bersifat riba itu wajib sehingga hal ini juga mendorong pertumbuhan berbagai macam produk keuangan syariah termasuk asuransi syariah. Sekarang ini perusahaan asuransi syariah sudah berkembang dengan pesat meskipun tidak terlalu banyak dikenal seperti perbankan syariah.

Menciptakan produk keuangan syariah menjadi alternatif pendanaan bukanlah hal yang mudah, karena edukasi kepada masyarakat mengenai keuangan syariah sendiri masihlah kurang.

Memberikan edukasi kepada masyarakat sangatlah penting meskipun masyarakat Indonesia mayoritas muslim. Berdasarkan data yang terkumpul, penetrasi dana asuransi syariah sendiri sudah mencapai 3,18% (Bapepam-LK) dan mendapatkan premi yang cukup besar. Banyak sekali prediksi prediksi mengenai pertumbuhan asuransi syariah yang tinggi.

Pertumbuhan produk keuangan syariah di Timur Tengah sendiri sedang mengalami naik turun yang disebabkan oleh jenuhnya pasar asuransi syariah. Sedangkan perkembangan dan pertumbuhan produk keuangan syariah di Asia Tenggara sendiri relative stabil, terutama di negara Malaysia.

Kontribusi asuransi syariah di negara Malaysia sendiri sudah mencapai 1,06% dari pendapatan domestic bruto dan di Indonesia baru mencapai 0,05% (E&Y:2009). Perkembangan perusahaan syariah di Malaysia dapat berkembang pesat karena mereka lebih didukung oleh pemerintah.

Akan tetapi, di Indonesia mempunyai kelengkapan regulasi asuransi syariah yang lebih baik dari pada pemerintah Malaysia. Bahkan pelaku industri syariah sendiri sempat berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari regulasi asuransi syariah.

Berdasarkan data dari Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan, pasar modal untuk asuransi syariah sendiri masih di bawah 3% dan mayoritas populasi Indonesia sendiri merupakan masyarakat muslim sehingga ini memberikan banyak peluang bagi industri keuangan syariah untuk lebih berkembang.

Dengan menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, industri keuangan syariah akan lebih berkembang pesat. Banyak perusahaan asuransi jiwa syariah yang mencatat pertumbuhan syariah yang tinggi dengan mendapatkan premi syariah di atas 50% di kuartal pertama.

BERITA TERKAIT

BTPN Syariah Catatkan Pertumbuhan Pembiayaan 20%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) mencatatkan kinerja dan pertumbuhan yang positif…

Pelaku Global Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2%

    NERACA   Jakarta - Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyebutkan kalangan pelaku ekonomi global memproyeksikan ekonomi Indonesia…

Bangun Karakter di Keuangan Syariah

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi SyariahMeski sudah berjalan selama dua dekade lebih keberadaan dari praktik lembaga keuangan syariah (LKS),…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…