Lanjutkan Program MP3EI

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan agar program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) terus dilanjutkan oleh pemerintahan baru, mengingat strategisnya program pembangunan Indonesia berjangka panjang itu.

Pemerintah optimistis, bahwa dengan berjalannya proyek-proyek dalam MP3EI, keinginan untuk menembus ekonomi ke-7 terbesar di dunia dapat diwujudkan di 2045 atau seabad setelah kemerdekaan. Target pendapatan per kapita pada akhir program MP3EI di 2025 diperkirakan mampu mencapai US$15.000 dan produk domestik bruto (PDB) berada di US$4,5 triliun.

Memang benar, semangat percepatan dan perluasan pembangunan dalam program MP3EI ditujukan untuk memperkuat ekonomi domestik melalui konektivitas nasional dan sekaligus mengantisipasi integarsi ekonomi global. Melalui program MP3EI, penciptaan pusat-pusat pertumbuhan baru (selain Jawa) diharapkan dapat semakin mendorong kesejahteraan masyarakat sebagai cita-cita pembangunan nasional. Dengan konektivitas nasional, pembangunan daya saing nasional dapat ditingkatkan dan disebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Konektivitas nasional ini sekaligus memperkokoh struktur ekonomi nasional melalui jalur distribusi yang lebih efisien dan berdaya saing. Di sisi lain, konektivitas nasional juga akan membantu perluasan pembangunan di luar Jawa sekaligus mengantisipasi tidak hanya sebaran penduduk, tetapi juga sebaran industri dan sumber daya lainnya. Secara mendasar, program MP3EI merupakan komitmen pemerintah untuk mempercepat dan memperluas pembangunan ke seluruh wilayah Indonesia.

Tidak salah jika program ini sekaligus merupakan wujud perhatian besar pemerintah, baik secara ekonomi maupun sosial politik kepada masyarakat khususnya di luar Jawa sehingga pertumbuhan nasional tidak lagi bertumpu pada satu pulau saja. Ke depan, kita berharap koridor- koridor ekonomi selain Jawa dapat menjadi motor pertumbuhan nasional dan bertransformasi sebagai kekuatan ekonomi baru penopang ekonomi nasional.

Tentunya ini sudah bisa dirasakan dalam beberapa waktu terakhir, misalnya bagaimana daerah di luar Jawa seperti Makassar di Sulawesi Selatan yang mampu tumbuh hingga 9% jauh melebih pertumbuhan nasional. Dengan sejumlah pertimbangan, pengembangan infrastruktur di 6 koridor khususnya di luar Jawa menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.

Bagaimanapun, percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur perlu untuk terus dilakukan hingga mencapai apa yang telah dicita-citakan selama ini. Pembangunan infrastruktur menjadi keniscayaan bagi pemerintahan mendatang untuk terus mendorong kesejahteraan yang berkeadilanbagi seluruhmasyarakat Indonesia.

Percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur dalam MP3EI menjadi wujud nyata keinginan untuk mendorong pembangunan dan pertumbuhan yang berkualitas. Di tengah proses transisi kepemimpinan nasional, kita berharap program MP3EI ini dapat terus berjalan mengingat besarnya harapan untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yakni kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Semoga!

BERITA TERKAIT

Bank Banten Lanjutkan Penyaluran Jamsosratu

      NERACA   Cilegon - PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk (Bank Banten) selaku bank milik masyarakat Banten…

BTN Genjot Pertumbuhan KPR di Jawa Timur - Dorong Program Sejuta Rumah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. bakal terus memacu ekpansi bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Provinsi Jawa Timur (Jatim)…

Indonesia-Sri Lanka Lanjutkan Kesepakatan Ekspor Pakaian

NERACA Jakarta – Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe di Hanoi, Vietnam, Rabu, membahas tindak…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Jerat Korupsi PLN

Ketika Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih bersaksi di KPK, terungkap bahwa Dirut PT Perusahaan Listrik Negara…

Pertumbuhan vs Stabilitas

Persoalan target pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas mata rupiah selalu menjadi pembahasan banyak pihak. Pasalnya, untuk menjaga stabilitas rupiah, BI…

Antisipasi Depresiasi Rupiah

Posisi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS belakangan ini mengalami undervalued. Penyebab kinerja nilai tukar rupiah yang melemah tersebut disebabkan oleh…