Tarif Listrik 900 VA Bakal Naik?

NERACA

Jakarta - Pemerintah mematok anggaran subsidilistrikuntuk tahun depan sebesar Rp72,4 triliun atau turun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2014 yang sebesar Rp 103,8 triliun. Hal itu terjadi karena pelanggan listrik golongan industri sudah tak menikmati jatah subsidi karena ada kebijakan penyesuaian tarif.

Lalu apakah memungkinkan bila tahun depan pelanggan listrik rumah tangga khususnya yang menyedot 450-900 VA ikut merasakan kenaikan tarif sehingga dapat mengurangi beban anggaran subsidi?

"Sekarang ini sudah tidak ada lagi subsidi listrik untuk pelanggan di atas 900 VA. Itu artinya yang masih dapat subsidi rumah tangga 450-900 VA," ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Andin Hadiyanto di Jakarta, kemarin.

Dalam catatannya, pelangganlistrik450-900 VA tak pernah mengalami kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) selama 10-11 tahun. Padahal dalam aturan, tidak ada larangan untuk menyesuaikan harga bagi rumah tangga golongan tersebut.

"Tidak ada yang bilang tidak boleh naik (TTL untuk pelanggan 450-900 VA). Kalau harga 100, dia cuma bayar 30 misalnya, itu kan terlalu sedikit. Subsidi harusnya nggak lebih dari 50 persen. Kalau lebih namanya bukan subsidi," tegas dia.Sayangnya, ketika ditanya mengenai apakah ada kemungkinan menaikkan TTL bagi konsumenlistriktersebut, Andin enggan memberi kepastian.

Sedangkan menurut Direktur Jenderal Ketenaga Listrikan Kementerian ESDM, Jarman, pemerintah belum memiiki rencana untuk menaikan tarif listrik tahun depan. Itu bisa terlihat di mana pemerintah tidak mencantumkan kenaikan tarif listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2015.

"Kayaknya tidakada kenaikan tarif listrik tahun depan," ujarnya.Meski demikian, dia mengaku pada 2015 pemerintah berencana menerapkan penyesuaiantarif listrik(adjustment) kepada enam golongan yang subsidi listriknya sudah dicabut.

"Khusus 2015 kami usulkan golong dicabut subsdinya, tidak lagi disubsidi kalau tidak diadjusment masuk, golongan tersebut disubsidi lagi karena itu kami usulkan dikenakan adjustment seperti golongan yang dicabut subsidinya 2013," tutur dia.

Enam golongan yang dicabut subsidinya dantarif listrikyang mengalami penyesuaian, yakni: Industri I3 non terbuka (tbk) dinaikkan secara bertahap 11,57 persen. Pelanggan rumah tangga R3 dengan 3.500-5500 volt ampere (va). Pelanggan pemerintah (P2) dengan daya diatas 200 kva. Golongan Rumah Tangga (R1) dengan daya 2.200 VA. Golongan pelanggan penerangan Jalan Umum (P3). Golongan pelanggan Rumah Tangga (R1) dengan daya 1.300 VA. [agus]

BERITA TERKAIT

Aturan Uang Eketronik Bakal Direvisi

      NERACA   Surabaya - Bank Indonesia (BI) mewacanakan untuk merevisi beberapa ketentuan dalam peraturan uang elektronik agar…

Suku Bunga Acuan Masih Akan Naik di 2019

P { margin-bottom: 0.08in; }A:link { }       NERACA   Jakarta – Chief Economist Bank Mandiri Anton Gunawan…

Butuh Dana Rp 8 Triliun - SMI Bakal Rilis Sekuritisasi Aset di 2019

NERACA Jakarta – Danai pembangunan infrastruktur, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) akan menerbitkan instrumen pendanaan berupa sekuritisasi aset pada paruh…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Membaiknya Ekonomi, Penerimaan Pajak Hampir Capai Target

        NERACA   Jakarta - Lembaga riset perpajakan DDTC menilai bahwa penerimaan pajak pada 2018 yang hampir…

Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima…

DataOn Bentuk Perusahaan Baru GreatDay HR

      NERACA   Jakarta - DataOn (PT. Indodev Niaga Internet) meresmikan GreatDay HR sebagai brand baru untuk solusi…