Kejar Target, Lippo Karawaci Jual Lippo Mall Kemang - Targetkan Pendapatan Rp 11,6 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melalui anak perusahaannya, PT Almaron Perkasa (AP) dan KMT1 Holdings Pte Ltd telah menandatangani perjanjian jual beli (conditional sale and purchase agreement/CSPA) sejumlah apartemen di Lippo Mall Kemang. KMT1 Holdings Pte Ltd merupakan anak perusahaan dari Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIRT), perusahaan ini didirikan berdasarkan hukum Singapura. Sedangkan apartemen Lippo Mall Kemang berlokasi di Kemang VI, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Presiden Direktur LPKR Budi Wijaya mengatakan, penandatangan perjanjian tersebut berlangsung pada 14 September 2014. Berdasarkan CSPA, Almaron Perkasa telah sepakat untuk menjual unit apartemen Lippo Mall Kemang kepada anak usaha perusahaan, yaitu KMT1,”Nantinya akan ditunjuk oleh KMT1 untuk membeli Unit Lippo Mall Kemang dan KMT1 juga telah sepakat untuk menyebabkan anak perusahaannya tersebut untuk membeli Unit Lippo Mall Kemang dari Almaron Perkasa," kata Budi.

Disebutkan, jual beli ini akan dilaksanakan setelah dipenuhinya persyaratan-persyaratan sebagaimana diatur dalam CSPA. Sehubungan dengan penandatanganan CSPA dan sebagai syarat pelaksanaan jual beli unit Lippo Mall Kemang berdasarkan CSPA, AP dan PT Wisma Jatim Propertindo (WJP) anak perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki oleh perseroan juga telah menandatangani perjanjian dengan pihak-pihak terkait yakni.

Put Option Agreement pada 14 September 2014 yang dibuat dan ditandatangani oleh AP, WJP, HSBC Institusional Trust Services (Singapore) Limited (Trustee), KMT1 dan KMT2 Investment Pte Ltd, serta Deal of Indemnity yang dibuat dan ditandangani oleh WJP dan Trustee.

Hingga semester pertama tahun ini, PT Lippo Karawaci Tbk membukukan pendapatan tumbuh 33,9%, atau senilai Rp 4,11 triliun. Sementara laba periode berjalan tercatat Rp 898,21 miliar atau tumbuh 27,97% dari priode yang sama tahun lalu.

Kinerja positif Lippo tersebut mendapat dukungan dari semua divisi bisnisnya yang berjumlah enam. Divisi yang mencetak pertumbuhan pendapatan tertinggi adalah large scale integrated development, yang tumbuh 72,15%, menjadi Rp 798,29 miliar. Potret pertumbuhan lima divisi bisnis lain, adalah pertama, retail malls, tumbuh 40,65%. Dalam nominal, tercatat Rp 123,27 miliar. Kedua, urban development. Divisi ini mendatangkan pendapatan Rp 1,12 triliun, atau mendaki 30,73%.

Ketiga, healthcare. Pada semester I-2014, divisi ini naik 30,47% sehingga mencetak pendapatan Rp 1,57 triliun. Keempat, property & portfolio management, tumbuh 13,29%. Dalam nominal tercatat Rp 162,48 miliar. Terakhir, kelima, hospitality and infrastructure. Ini satu-satunya divisi yang tumbuh single digit yakni 7,06%, atau sebesar Rp 336,63 miliar.

Lippo meyakini bisa mengulang kinerja positif di semester II nanti dari properti residential juga reccuring income. Jika disandingkan dengan proyeksi pendapatan 2014, capaian semester I ini belum separuh dari target. Pasalnya Lippo memproyeksikan pendapatan dan laba sepanjang 2014 masing-masing Rp 11,6 triliun dan Rp 2,68 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun - Dukung Industri 4.0

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…

Yestarland Operasikan Cilegon Center Mall

Yestarland Operasikan Cilegon Center Mall  NERACA Cilegon - PT Yestarland Karya Utama (Yestarland), perusahaan pengembang properti, mulai mengoperasikan Cilegon Center…

Geo Dipa Energi Rencanakan IPO di 2022 - Kejar Pertumbuhan Aset

NERACA Jakarta – Perusahaan energi di bidang panas bumi, PT Geo Dipa Energi (GeoDipa) berniat untuk menjadi perusahaan go public…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…