Kapal Riset Perikanan Diuji Coba ke Bali

NERACA

Jakarta – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), memberangkatkan Kapal Motor (KM) Madidihang 03, Jumat (11/6), di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, untuk melakukan pelayaran menuju Bali. Kegiatan ini memiliki tujuan utama sebagai praktek dan penelitian bagi taruna Sekolah Tinggi Perikanan (STP), salah satu satuan pendidikan KKP.

Selain bertujuan sebagai kegiatan praktek dan penelitian bagi peserta didik, pelayaran kapal Madidihang 03 ini dilakukan sebagai uji coba persiapan menghadapi kegiatan International Indian Ocean Expedition (IIOE) yang diselenggarakan kedua kalinya pada tahun 2015 dalam rangka memperingati 50 tahun IIOE. Kegiatan ini merupakan salah satu ekspedisi kelautan terbesar di dunia yang pertama kali dilakukan pada tahun 1962-1965 dengan melibatkan 46 kapal penelitian dari berbagai negara untuk melakukan ekspedisi di seluruh Samudra Hindia.

Kemberangkatan KM Madidihang 03 ke Bali ini dilakukan dalam rangka International Training Workshop Marine Protected Area Governance dengan tema ”Towards Collaborative Governance of Marine Resources Management Across Indonesia and the Coral Triangle Region” pada 14-19 September 2014. Kegiatan ini merupakan pelatihan dan workshop internasional peningkatan kapasitas SDM pengelola kawasan konservasi perairan, hasil kerja sama BPSDM KP dengan Coral Triangle Center dan International Union for Conservation of Nature, yang rencananya dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, Selasa (16/9), di Pelabuhan Benoa, Bali.

”Merupakan kebanggaan tersendiri bahwa STP melalui KM. Madidihang 03 dapat menghadiri event international seperti kegiatan workshop pelatihan internasional di Bali dan International Indian Ocean Expedition 2 tahun 2015,” ujar Kepala BPSDM KP, Suseno Sukoyono, disampaikan dalam keterangan pers, pekan lalu.

Kapal tercangih se-Asia Tenggara ini dibangun di Galangan Kapal Astilleros Gondan Shipyard, Spanyol, dilengkapi berbagai peralatan canggih dan modern, seperti alat tangkap purse seine dan long line, laboratorium perikanan dan oseanografi, palka berukuran 70 ton, fresh water maker sebagai sumber air bersih dan gudang pendingin (cold storage), ruang kelas dan akomodasi untuk 50 orang taruna, serta ruang tidur untuk Anak Buah Kapal (ABK). Pengawakan pada kapal yang hanya satu-satunya di Indonesia ini terdiri dari 23 ABK, 2 instruktur, 2 peneliti, serta 50 taruna.

“Saya mendengar bahwa STP telah menjalin kerjasama praktek taruna/pendidikan dengan perusahaan dan perguruan tinggi luar negeri, dan berterima kasih sekali, dengan segala keterbatasan yang ada, selalu berupaya tampil prima dalam segala kegiatan, semata–mata untuk kemajuan dan membesarkan STP bukan hanya di lingkungan KKP namun merambah ke ranah internasional,” tambah Suseno.

Sementara itu, menurut Ketua STP, Tatang Taufiq Hidayat, dalam laporannya kegiatan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan serta memberikan semangat dan motivasi bagi kru kapal, instruktur, dan peneliti agar bekerja seoptimal mungkin, sehingga selalu dapat mendisiplinkan dan mempersiapkan diri dalam menghadapi era globalisasi, khususnya perkembangan kelautan dan perikanan.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, Suseno berharap, kepercayaan yang diberikan kepada STP, khususnya KM. Madidihang 03 beserta tim penelitian agar dapat dijaga dengan baik dengan mengerahkan semua kemampuan dan potensi yang ada agar dapat tampil yang terbaik. ”Mudah–mudahan STP tetap memiliki KKP, yang merupakan singkatan dari Kepakaran, Karakter, dan Prestasi, sehingga mempunyai warna tersendiri yang tidak dimiliki sekolah dan perguruan tinggi perikanan lainnya,” tambahnya.

BERITA TERKAIT

INSA Dukung Implementasi Kebijakan B20 untuk Kapal Laut

NERACA Jakarta - Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mendukung penuh pemerintah yang mewaijbkan semua…

Uji Coba Pengiriman Pekerja Migran Dinilai Mendesak

NERACA Jakarta – Pembenahan regulasi terkait pekerja migran lebih mendesak dilakukan. Pembenahan yang penting segera dilakukan meliputi regulasi pendaftaran hingga…

KERAJINAN MINIATUR KAPAL

Pengrajin menyelesaikan pembuatan kerajinan miniatur kapal kayu di desa Blumbang, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (7/11/2018). Untuk menyelesaikan minitur kapal…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sektor Riil - Kadin Berharap Pemerintah Susun Regulasi Lebih Pro Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia berharap pemerintah membuat kebijakan dan regulasi bidang kelautan dan perikanan pro dunia…

Pembenahan Regulasi Pekerja Migran Mendesak

NERACA Jakarta – Pembenahan regulasi terkait pekerja migran lebih mendesak dilakukan. Pembenahan yang penting segera dilakukan meliputi regulasi pendaftaran hingga…

Upsus Siwab Targetkan Kelahiran Sapi Hingga 3,5 Juta Ekor

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menargetkan kelahiran anak sapi hingga 3,5 juta ekor…